Adat di Nusantara : Ritual Ruwatan Rambut Gimbal di Dieng

Adat di Nusantara- Pernahkah Anda ke Dieng dan melihat anak-anak yang berambut gimbal? Di daerah Dieng, anak-anak ini dianggap bukan anak sembarangan, melainkan titisan leluhur. Sehingga perlakuan pada mereka pun harus berbeda.

Sumber : Losmenbudjono

Masyarakat percaya bahwa anak-anak ini merupakan titisan dewa leluhur suku Dieng.

Jika rambut mereka tidak dicukur, maka akan mendatangkan malapetaka. Namun jika dicukur sesuai aturan, akan mendatangkan rejeki bagi masyarakat. Jika dipaksakan dicukur tanpa melaksanakan semua aturan dan persyaratannya, konon rambuh yang tumbuh kembali gimbal, dan si anak akan sakit-sakitan.

Mencukur rambut anak-anak ini tidak boleh sembarangan.

Ada banyak persyaratan dan ritual yang harus dilaksanakan. Rambut mereka hanya boleh dicukur jika anak tersebut audah meminta dicukur. Mereka juga akan meminta sesuatu sebagai persyaratan. Permintaan yang muncul unik. Ada yang meminta kambing, sapi, benda-benda tertentu. Tapi ada yang puas hanya meminta es lilin milik tetangganya, atau hiasan rambut.

Setelah permintaan itu disepakati, waktu upacara mulai ditentukan. Proses cukur harus dilakukan saat weton (hari lahir menurut penanggalan Jawa) anak tersebut. Pelaksanaannya juga harus dihitung berdasarkan neptu (nilai dari tanggal dan hari lahir) anak tersebut.

Mau main ke Semarang? Baca dulu jalan-jalan ke Lawang Sewu ini

Harus disiapkan juga tempat upacara dan benda sesaji yang akan digunakan.

Sesaji yang disiaplan berbagai macam. Biasanya sesaji akan terdiri dari tumpeng kuning, ayam ingkung (satu ayam utuh), mangkuk berisi air dan bunga setaman, gunting, tumpeng putih yang dihiasi buah-buahan, 2 lembar uang, beras, payung, jajanan pasar, kopi pahit dan manis teh pahit dan manis,susu, dan permintaan dri anak yang akan dicukur.

Baca Juga  JALAN JALAN KE TAMAN PINTAR YOGYAKARTA

Acara ruwatan dimulai dengan prosesi kirab yang berawal dari rumah tetua adat Dieng. Kemudian anak yang akan diruwat diarak menuju tempat dilaksanakannya cukur.

Di tempat pelaksanaan cukuran atau ruwatan ini, dengan diiringi gamelan, petinggi adat mulai memandikan anak yang akan dicukur. Air yang digunakan diambil dari satu mata air di Dataran Tinggi Dieng yang dipercaya bertuah. Kemudian, setelah semua sesaji yang sudah disiapkan digelar, sang tetua adat memanjatkan doa, lalu mengasapi kepala anak yang akan dicukur dengan asap kemenyan yang tadi didoakan.

Sumber : Klikhotel

Kemudian tetua adat akan memasukkan sejumlah cincin yang dianggap bertuah ke rambut gimbal si anak satu persatu. Lalu rambut gimbal itu dipotong. Rambut gimbal yang sudah dipotong itu lalu  dibungkus dengan kain putih, kemudian dilarung (dihanyutkan) di Telaga Warna.

Menarik sekali ya upacara ini? Acara ruwatan rambut gimbal ini terbuka untuk umum lho. Bahkan sekarang memang sengaja dibarengkan dengan festival di Dieng. Jadi jika Anda tertarik, tinggal mencari info tanggal acaranya saja. Jangan lupa bawa kamera untuk memotret adat yang unik ini ya.

Setelah memotret, tentunya hasil fotonya jangan didiamkan saja ya. Dicetak saja jadi sebuah photobook keren di idphotobook. Jangan kuatir, desainnya bisa disesuaikan keinginan Anda lho! cek penampakannya dibawah ini guys

What do you think of this post?
  • Sucks ()
  • Boring ()
  • Useful ()
  • Interesting ()
  • Awesome ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.