20. Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Stres Pada Balita – Hi Parents! Tahukah Anda bahwa stres bisa menyerang siapapun? Orang dewasa dengan segudang masalahnya, juga anak-anak kita yang masih usia dini.

Balita mana mungkin stres! Eits, bisa loh. Kemampuan anak berinteraksi serta kondisi lingkungan di sekitar anak ternyata bisa menimbulkan tekanan-tekanan tertentu yang akhirnya menimbulkan stress pada balita.

Padahal kita sendiri tau bahaya yang timbul akibat stres. Stres bisa membuat kemampuan memecahkan masalah menurun, kesehatan dan kepercayaan diri pun ikut menurun. Nggak mau kan kalau sampai anak kesayangan harus stres?

Baca juga: Sering Bikin Orang Salah Kira, Yuk Kenali Apa itu Stres!

Apa Itu Stres?

Stres adalah suatu bentuk respon alami tubuh saat kita merasakan tekanan, ancaman serta perubahan situasi yang tidak diantisipasi tubuh. Kondisi-kondisi ini dapat memburuk dengan pengaruh lingkungan, jeleknya komunikasi dengan sesama, serta penghargaan diri yang rendah.

Seperti yang dijelaskan di atas, stres dapat menurunkan tingkat kesehatan, kepercayaan diri, hingga kemampuan untuk memecahkan masalah. Pada kondisi yang parah, stres dapat mendorong terjadinya perubahan tingkah laku pada anak.

Namun tak hanya berdampak negatif, dalam beberapa kondisi, stres dapat memberikan dampak positif. Yakni stres dapat membuat anak menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk meraih sesuatu. Untuk itu pengelolaan stres pada bayi di bawah lima tahun juga sangat penting.

Apa Sih yang Menyebabkan Stress Pada Balita?

Penyebab stress pada bayi di bawah lima tahun dapat bermacam-macam. Bisa jadi balita stres karena kurang tidur, lapar, bosan, dan kesepian. Persoalan yang kelihatan sepele ini ternyata berarti untuk balita, terutama karena belum tentu mereka bisa menentukan perasaan mereka.

Kurang tidur membuat balita cranky dan memicu tantrum. Oleh karenanya, tanyakan apa yang membuat anak kurang tidur. Bisa jadi karena mereka takut dan kesulitan tidur, hingga bermimpi buruk.

Kesepian pada balita bisa terjadi karena minimnya komunikasi dengan orang tua. Sebab meski mereka telah memiliki teman sepermainan dan mulai menjalin persahabatan, orang tua tetap menjadi yang utama bagi anak. Maka jangan heran jika anak balita bersikap manja dan membutuhkan perhatian Anda.

Balita biasanya juga akan mengalami stres saat pengasuhnya berganti. Sebab, mereka harus menyamankan diri dengan wajah asing. Belum lagi jika perlakukan yang mereka terima berbeda, alhasil balita harus beradaptasi lagi.

Lantas, Apa Tanda-Tanda Stres Pada Balita?

Masuk ke bagian pokok, tanda-tanda stres pada balita bisa beragam. Namun yang paling mencolok adalah sikap anak yang mendadak mudah meledak marah. Selain itu, tanda stres pada balita juga dapat dilihat dari:

Stres Pada Balita - Mimpi Buruk

Sulit Tidur dan Bermimpi Buruk

Waktu tidur menjadi momen penting dalam jam tubuh manusia. Baik dewasa, muda, kakek-nenek maupun balita memerlukan waktu tidur yang cukup. Pada balita, rata-rata waktu tidur mencapai 12 jam sehari yang terbagi atas tidur siang dan tidur malam. Apabila mereka sulit tidur, bisa jadi mereka sedang stres.

Balita Melakukan Gerakan Berulang

Tanda stres pada balita juga bisa terlihat dari munculnya kebiasaan baru seperti melakukan gerakan berulang. Misalnya menarik-narik rambut, mengedipkan mata maupun batuk. Biasanya tanda-tanda ini juga akan dibarengi dengan rasa cemas pada anak,

Ledakan Tantrum

Periode balita memang dikenal dengan beragam emosi yang meledak-ledak. Mereka baru saja mengenali emosi-emosi tertentu dan belum bisa mengendalikannya. Kondisi ini akan diperparah bila anak sedang stres.

Balita bisa saja tiba-tiba meledak marah, menangis, lalu merengek tanpa alasan yang jelas. Kemudian, mereka tidak bisa menjelaskan alasan mereka bisa marah dan kesal. Nah, untuk itu sebaiknya orang tua senantiasa sabar menghadapi ledakan-ledakan itu dan memberi anak waktu.

Ketakutan dan Kecemasan Ekstrem

Sangat wajar bila balita merasa takut dan cemas saat melihat wajah-wajah baru. Namun, orang tua patut mempertanyakan bila hal ini terjadi terus-menerus. Cermati apakah mereka selalu takut dan cemas saat mendatangi lokasi tertentu, atau saat mereka bertemu dengan orang-orang tertentu.

Stres Pada Balita - Takut atau Cemas

Sikap Balita Terhadap Orang Lain

Sikap balita pada orang-orang di sekitarnya juga bisa menjadi petunjuk apakah balita sedang stres atau tidak. Yang perlu diperhatikan, balita bisa mengisolasi diri dari lingkungan dan keluarga saat stres. Namun, pada kasus lain, balita bisa memiliki kecenderungan untuk terus bergantung pada pengasuh dan orang tua.

Psikosomatis

Psikosomatis merupakan gangguan penyakit fisik seperti sakit perut dan kepala yang disebabkan oleh pikiran. Yang dimaksud dengan pikiran di sini adalah kondisi stres atau tertekan yang kemudian berubah menjadi sakit fisik.

Jadi orang tua perlu waspada jika anak mengalami sakit atau nyeri tersebut. Apakah benar-benar sakit atau bentuk lain dari stres, 

Cara Mengatasi Stress Pada Balita

Menangani stres pada balita dapat dilakukan dengan banyak cara. Semua itu tergantung pada pandai-pandainya orang tua menyampaikan maksudnya pada balita. Namun yang menjadi langkah awal untuk mengatasi stres pada balita adalah dengan meningkatkan Komunikasi dengan anak,

Orang tua bisa meningkatkan komunikasi dengan menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak. Bermain, memasak, bahkan membuat prakarya bersama. Komunikasi dengan anak juga bisa dilakukan dengan sentuhan lembut dan kata-kata menenangkan.

Stres Pada Anak - Cara Mengatasi Stres

Membebaskan anak untuk berekspresi menjadi cara mengatasi stres pada balita selanjutnya. Ajaklah anak untuk bercerita dengan memberi contoh menceritakan sedikit hari Anda. Lalu doronglah anak untuk menceritakan pengalaman hari itu dengan bertanya.

Stres pada balita juga bisa diekspresikan dengan kegiatan bersama seperti menggambar dan bernyanyi. Berikan pujian yang bijak serta dorongan yang kuat agar mereka semakin percaya diri.

Nah parents, itu dia tanda-tanda stres pada balita dan sedikit gambaran untuk mengatasinya. Pastikan Anda dan pasangan bekerja sama untuk membangun suasana rumah yang nyaman dan mendukung kemampuan anak mengelola emosi dan stres.

Jangan lupa ajak keluarga liburan untuk meredakan tekanan yang menghimpit. Anda bisa berkunjung ke Bandung, Bogor maupun Korea untuk melepas stres! Setelah liburan, jangan lupa cetak foto di ID Photobook ya. Supaya kenangan seru melepas penat bisa diabadikan dan nantinya bisa dikenang dengan mudah!

Baca juga: Yuk, Bikin Photobook Unik di 4 Spot Wisata Kota Bandung Ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *