Dampak Psikologis Anak Diluar Nikah

Maraknya arus informasi sekarang ini memudahkan siapa saja mengakses berbagai informasi yang tidak diperuntukkan baginya.  Namun, hal itu tidak selalu berdampak positif. Seringnya kemajuan teknologi justru memberikan akibat yang kurang baik bagi orang – orang yang belum siap menerimanya, sehingga menyalah gunakan pengetahuan tersebut. Begitu pula dengan fenomena seks bebas yang semakin mengemuka saat ini. Walaupun pelaku seks bebas berasal dari berbagai kalangan dan rentang usia, namun yang menjadi perhatian adalah bagaimana hal ini juga ditemukan pada remaja dan bahkan anak yang berusia lebih muda.

Remaja memang menjadi pihak yang paling rentan terhadap pergaulan bebas karena secara emosional mereka belum mencapai kematangan berpikir , namun mereka sangat mudah terekspos kepada stimulus yang negatif. Masa – masa ini merupakan masa dimana dorongan seksual sedang meningkat. Rasa ingin tahu yang tinggi mendorong para remaja untuk mencari pengetahuan tentang seks dengan menggunakan teknologi tanpa diimbangi kekuatan moral yang baik. Akibatnya, mereka akan mencoba – coba sendiri, tidak dapat mengendalikan nafsu seks , dan berujung kepada kehamilan di luar nikah.

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

Efek Pada Anak di Luar Nikah

Tidak hanya wanita yang hamil diluar nikah yang beresiko mendapatkan sanksi sosial, namun juga anak yang akan lahir. Anak yang dilahirkan di luar nikah mempunyai lebih banyak resiko secara psikologis dibandingkan dengan anak yang lahir dalam ikatan pernikahan yang sah. Budaya dan agama yang mengharamkan perbuatan seks bebas sebelum menikah akan turut menyumbangkan tekanan masyarakat kepada anak – anak yang dilahirkan diluar ikatan pernikahan.

  1. Mengalami kekurangan gizi

Kehamilan yang terjadi di luar nikah tentu biasanya akan disembunyikan dengan rapat oleh wanita yang mengalaminya. Mereka akan berusaha menutupi kehamilan dari semua orang dan bahkan tidak melakukan apapun untuk mengurus kandungannya tersebut, misalnya dengan memeriksakan diri secara rutin ke dokter atau bahkan mengonsumsi makanan bergizi untuk memelihara kesehatan janinnya. Terkadang bahkan wanita yang hamil diluar nikah tidak menyadari kalau dirinya hamil sampai usia kandungannya sudah membesar, begitu pula kurangnya pengetahuan mengenai kebutuhan gizi bayi dalam kandungan dan ibu hamil. Hal ini akan membuat bayi di kandungan mengalami kekurangan gizi.

2. Mengalami gangguan persalinan

Beban psikologis hamil diluar nikah bisa menyebabkan masa kehamilan yang dijalani menjadi lebih berat daripada wanita lain pada umumnya. Tidak adanya bantuan untuk menangani kehamilan juga bisa menjadikan wanita hamil semakin stres dan mengalami gejala – gejala kehamilan yang lebih parah, sehingga mempengaruhi proses kelahiran dan juga kesehatan anak yang dikandung.

3. Kelainan pada bayi

Tidak adanya pemeriksaan kehamilan yang rutin, asupan gizi yang baik dan kondisi stres selama kehamilan beresiko membuat bayi yang kelak dilahirkan mengalami kelainan, atau juga sulit untuk mengetahui kelainan apapun yang mungkin sudah ada sejak awal kehamilan dan gangguan pada perkembangan janin.

4. Mempengaruhi kepribadian anak

Kepribadian bayi akan dipengaruhi oleh rangsangan yang diberikan oleh orang tua terutama ibu sejak bayi berada dalam kandungan. Apabila sejak awal kehamilan ibu memberikan perhatian penuh kepada janin seperti mengajak bicara, mendengarkan musik, membaca ayat al Quran dan lainnya, semua itu akan merangsang pembentukan kepribadian yang positif untuk bayi. Hamil diluar nikah membuat wanita cenderung tidak memedulikan janin dalam kandungannya dan tidak melakukan rangsangan apapun karena ingin menganggap bayinya tidak ada.

5. Masalah pada tumbuh kembang anak

Kekurangan gizi sejak dalam kandungan, kurangnya stimulasi dari ibu, serta mungkin juga kekurangan pemberian ASI dan perhatian yang seharusnya didapatkan anak ketika lahir akan mengganggu proses tumbuh kembang anak selanjutnya. Bisa jadi kecerdasan anak akan terhambat, mengalami masalah pada pertumbuhannya, dan lain sebagainya.

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

6. Anak menjadi minder

Reaksi lingkungan terhadap anak yang lahir diluar nikah masih sangat kejam. Orang – orang akan bergunjing dan bahkan terang – terangan membully anak dengan sebutan ‘anak haram’. Anak – anak lain pun akan mengikuti sikap orang tua mereka dengan turut menghina anak di luar nikah, dan hal itu akan sangat mempengaruhi kepercayaan diri sang anak.

7. Anak salah pergaulan

Anak yang lahir di luar nikah pada umumnya tidak mendapatkan pendampingan dan pengasuhan yang baik karena keluarganya merasa malu pada keberadaan sang anak. Tanpa bimbingan yang tepat, anak tidak akan memiliki pegangan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk sehingga bisa terjebak di lingkungan yang salah.

8. Menjadi pelaku kriminal

Masalah yang dialami anak diluar nikah berarti ia adalah anak yang lahir tanpa ayah dan dibesarkan tanpa ayah pula. Artinya anak kehilangan sosok ayah yang seharusnya menjadi panutan, dan ia bisa mencarinya di tempat dan orang yang salah. Anak dapat mencari pengakuan diri dengan jalan yang salah, seperti melakukan perbuatan melanggar hukum untuk membuktikan kehebatan dirinya, dan terkena pengaruh bullying pada psikologi anak.

9. Mengalami masalah akademis

Masalah pada akademis anak  bisa terjadi karena psikologi anak yang tertekan akibat statusnya sebagai anak diluar nikah, dan juga bisa terjadi karena anak tidak mendapatkan gizi dan stimulasi yang cukup selama dalam kandungan yang mengakibatkan perkembangan otaknya tidak optimal.

10. Anak sulit menyesuaikan diri

Lahir sebagai anak diluar nikah akan membawa berbagai kesulitan bagi seorang anak, yang sebagian besar ditimbulkan oleh lingkungannya. Karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari lingkungannya, anak akan menjadi seorang yang kaku secara sosial dan sulit menyesuaikan diri di lingkungan tempatnya hidup. Macam kekerasan pada anak bahkan dapat dialaminya. Semua perasaan negatif yang dipendam anak akan membuatnya menarik diri dari lingkungan atau justru menunjukkannya dengan sikap keras dan kasar.

11. Tidak mendapatkan pengakuan dari ayah

Lahir diluar nikah berarti secara hukum anak akan terhubung hanya dengan ibunya dan keluarga sang ibu. Dengan demikian, secara hukum anak tidak dapat mendapatkan status dari sang ayah. Akibatnya bisa beragam, misalnya tidak dapat menikah dengan wali ayah untuk anak perempuan, tidak mendapatkan hak waris, dan tidak mendapatkan pengakuan secara emosional dari ayah.

12. Rentan mengalami masalah kesehatan

Tekanan psikologis pada anak diluar nikah bisa menyebabkan berbagai gangguan fisik yang berasal dari kondisi kesehatan yang rapuh. Berbagai penyakit bisa dialami oleh anak tersebut, baik yang berasal dari tubuh yang lemah karena kurang gizi saat dikandung maupun karena kondisi psikologis yang disebut psikosomatis.

Baca Juga  10 Penyakit yang Umum Terjangkit pada Bayi

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

13. Rentan mengalami masalah psikologis

Rendahnya konsep diri anak yang dilahirkan diluar nikah dapat menjadi sumber kerentanan pada psikologisnya. Bisa jadi sang anak akan menjadi mudah mengalami depresi, kegelisahan, menyalahgunakan obat – obatan, minuman keras, bahkan memiliki gangguan mental pada anak berupa kecenderungan merusak diri dan melakukan bunuh diri.

14. Tidak mendapatkan kasih sayang ibu

Terwujudnya perasaan kasih sayang yang tulus dan kuat dari ibu kepada anak akan sulit apabila sang ibu hamil diluar nikah. Rasa malu dan takut ketahuan telah menguras emosi ibu saat mengandung, sehingga perasaan kasih sayang kepada bayi di kandungan akan terkikis dan ibu akan melihat keberadaan anak sebagai hal yang negatif bagi dirinya. Perkembangan emosi anak usia dini akan  terganggu dengan kondisi seperti ini.

15. Terjerumus pergaulan bebas

Anak diluar nikah juga memiliki resiko lebih besar untuk juga ikut mengulangi perbuatan orang tuanya, sebagian besar karena kurangnya bimbingan yang diperoleh dari orang tuanya sehingga mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak usia dini. Resiko anak menjalani pergaulan bebas pun akan lebih besar, karena itu ia juga akan beresiko melakukan seks bebas atau bahkan hingga mengalami penyakit menular seksual di usia muda, mengalami pelecehan seksual, bahkan juga hamil di luar nikah bagi anak perempuan atau menghamili wanita di luar nikah bagi anak laki – laki.

16. Selalu merasa berbeda

Kelahiran diluar nikah tentunya bukanlah sesuatu yang umum di mata masyarakat kita, dan karena itulah anak tersebut akan menjadi orang yang berbeda. Dampak broken home terhadap anak akan membuatnya merasa berbeda dari orang lain. Lingkungan seringkali tidak membuat hal ini juga menjadi mudah, bahkan justru menonjolkan perbedaan tersebut. Jika anak hidup di lingkungan yang selalu menekankan bahwa ia berbeda, maka secara psikologis anak pun akan merasa dirinya bukanlah orang yang cocok untuk berada di lingkungan manapun.

17. Mengalami gangguan perilaku

Kondisi ibu yang mengandung dengan tekanan dan pikiran yang stres karena takut kehamilannya ketahuan, tentunya dapat berpengaruh juga kepada kondisi janinnya, terutama kepada perkembangan syaraf bayi saat di dalam kandungan. Hasilnya, anak kelak dapat terdeteksi mengalami gangguan perilaku atau gangguan belajar, dan juga ini akan menjadi penyebab lemah mental pada anak. misal, adanya sindrom asperger pada anak.

Untuk mencegah dampak buruk  pada anak diluar nikah, maka perlu dicegah juga pergaulan bebas tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang tua menjadi kunci untuk mencegah anak terlibat pergaulan bebas yang akan membuahkan kehamilan di luar pernikahan. Perlunya pengawasan dan perhatian orang tua yang cermat, juga pendidikan agama dan moral yang kuat untuk ditanamkan sejak anak berusia dini bahkan sejak lahir, akan menjadi bekal dan dasar yang bisa membuat anak mengetahui bahaya dari pergaulan bebas tersebut.

17 Dampak Psikologis Anak Tanpa Ayah

 Pria manapun bisa menjadi seorang ayah secara biologis, namun hanya seseorang yang istimewa saja yang bisa menjadi seorang ayah yang baik. Ada sesuatu yang khusus dari keberadaan dan keterlibatan seorang ayah dalam kehidupan seorang anak. Seperti kita ketahui, anak – anak cepat sekali meniru segala hal yang dilakukan ayah dan ibunya, baik dan juga buruk. Banyak contoh kecil dari bagaimana anak – anak mengamati dengan cermat apa yang dilakukan orang tua sehari – hari. Ketika beranjak dewasa, secara sadar atau tidak anak perempuan akan mencari figur ayah dalam setiap laki – laki yang dekat dengannya. Karena figur itulah yang ia ketahui sejak kecil dan ia lihat melalui masa perkembangannya.

Anak laki – laki akan mengimitasi dirinya dengan sifat – sifat sang ayah yang membentuk pribadinya sebagai seorang laki – laki sejati pula. Melalui sosok ayah, anak laki – laki dapat memahami bagaimana seharusnya seorang laki – laki bersikap dan bertindak di tengah masyarakat. Anak akan mencari persetujuan ayah, meniru tingkah laku ayah dan mengimitasi kepribadian ayah ke dalam kepribadian mereka sendiri. Sayangnya, ada banyak situasi ketika keberadaan ayah di tengah keluarga merupakan hal yang mustahil. Walaupun ayah telah keluar dari lingkungan keluarga, ada yang masih bisa memberikan perhatian kepada anak dengan baik. Namun ada juga ayah yang sama sekali tidak pernah hadir dalam kehidupan sang anak.

Akibat Absennya Sosok Ayah

Dalam sebuah keluarga sudah tentu normalnya ada ayah serta ibu, Dalam keadaan yang tidak biasa, banyak kasus anak yang tumbuh tanpa ayah karena satu dan lain hal yang tentunya akan menimbulkan berbagai masalah pada perkembangan anak secara psikologis, yaitu:

1. Anak lebih agresif

Studi psikologis menunjukkan bahwa anak – anak yang tumbuh tanpa sosok ayah menjadi lebih agresif dan mudah marah. Hal ini berbahaya sebab amarah akan membuat kita bertindak dengan tanpa perhitungan. Kemarahan adalah cara yang buruk untuk melepaskan energi kita dan dampak psikologis anak tanpa ayah berupa kemarahan juga bisa menyebabkan kita akan menurunkan sifat tersebut kepada keturunan sendiri kelak. Ibu dan keluarga harus mencari cara mengatasi anak pemarah yang berakar pada tiadanya sosok ayah dalam hidup anak.

2. Mudah depresi 

Stress emosional lebih mudah dialami oleh anak yang tumbuh tanpa ayah. Dampak psikologis anak tanpa ayah ini adalah hal yang sulit diatasi oleh anak sendirian dan karena kurangnya bantuan, dengan mudah stress tersebut bisa berkembang kepada hal – hal yang merusak diri sendiri. Depresi dalam psikologi merupakan salah satu bentuk penyakit kejiwaan ringan yang bisa berkembang menjadi berat. Sebagai orang tua, Anda perlu mengenali ciri – ciri depresi berat dan tanda – tanda depresi sehingga dapat mengarahkan anak untuk menjalani terapi psikologi untuk depresi .

3. Anak kurang percaya diri

Rendahnya tingkat kepercayaan diri seorang anak yang tumbuh tanpa ayah  merupakan efek psikologis lainnya. Anak tumbu menjadi tidak percaya diri karena ia menyangka bahwa ketidak beradaan ayahnya adalah merupakan kesalahannya. Seumur hidup sang anak akan bertanya – tanya mengapa Ayahnya tidak ada, dan apa ada hal yang dia lakukan yang menjadi penyebabnya. Diperlukan cara meningkatkan kepercayaan diri bagi anak yang mengalami dampak psikologis anak tanpa ayah seperti ini.

4. Prestasi di sekolah merosot

Penddikan anak juga dapat terpengaruh karena ia tumbuh tanpa ayah. Kekurangan motivasi dan usaha untuk mengikuti pelajaran di sekolah adalah penyebab kurangnya prestasi anak di sekolah. Anak bahkan bisa mengalami kesulitan belajar dan kemerosotan pada prestasi akademisnya, seperti mengalami kesulitan dalam pelajaran membaca serta berhitung.

Baca Juga  Manfaat Timun Untuk Kecantikan

5. Rentan pada obat – obatan

Tanpa ayah, kesibukan ibu ntuk enafkahi anak – anak bisa membuat pengawasan terhadap anak menjadi longgar. Terutama di usia remaja ketika anak berusaha terlihat keren dan kaya untuk mengesankan teman – temannya yang lain. Juga karena resiko untuk merasakan kecemasan yang besar sehingga melakukan cara menghilangkan kecemasan dengan obat – obatan.

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

6. Beresiko berkelakuan yang merusak diri sendiri

Walaupun hidup dalam keadaan serba berkecukupan dari segi materi dan kasih sayang ibu serta anggota keluarga yang lain, anak – anak yang hidup tanpa ayah terutama anak laki – laki mempunyai resiko dua kali lebih besar untuk terlibat tindakan kriminal. Karena mereka lebih rentan terhadap agresi, maka mereka juga lebih rentan terhadap pengaruh negatif dan perilaku merusak diri sendiri termasuk hingga resiko bunuh diri.

7. Bermasalah dengan kesehatan seksual

Akibat yang lebih besar dapat dirasakan terutama pada anak perempuan yang cenderung lebih banyak mengalami masalah kesehatan seksual. Adanya kemungkinan melakukan hubungan seksual pertama kali pada usia 16 tahun, mendapatkan penyakit menular seksual, hamil diluar nikah atau menjadi orang tua saat masih remaja, dan juga rentan untuk menjadi subjek eksploitasi oleh pria.

8. Mengalami pelecehan 

Resiko tinggi pada anak yang dibesarkan tanpa ayah yaitu ia akan rentan mengalami pelecehan secara fisik maupun emosional lima kali lebih besar daripada orang lain. Satu penelitian menyatakan bahwa anak usia dini yang tidak tinggal bersama orang tua kandungnya memiliki peluang 40 kali lebih besar jika dibandingkan dengan anak yang tinggal dengan kedua orang tua kandungnya. Ketahuilah juga resiko bullying pada psikologi anak yang dapat berakibat sangat merusak.

9. Resiko kesehatan fisik

Dalam beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa anak yang tidak menemukan sosok ayah akan lebih beresiko mengalami beberapa masalah kesehatan fisik. Antara lain penyakit berupa asma, sakit kepala dan sakit perut. Begitu juga anak akan rentan mengalami rasa sakit yang sulit dijelaskan apa penyebabnya yang berasal dari gangguan mental bernama gangguan psikosomatis. Ini berarti, penyakit tersebut datang dari kaitannya dengan keadaan pikiran dan fisik anak.

10. Resiko gangguan mental

Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa berupa gangguan – gangguan pada perkembangan mentalnya. Akan ada kecenderungan untuk mengalami anxiety atau kegelisahan, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri pada anak yang dibesarkan tanpa ayah karena mengalami macam – macam trauma psikologis. Dalam kasus ini, anak akan perlu untuk melakukan cara mengatasi anxiety disorder untuk memulihkan kondisi mentalnya.

11. Kurang bertanggung jawab

Anak yang dibesarkan tanpa ayah akan cenderung menjadi pengangguran, berpendapatan rendah, hingga tidak memiliki tempat tinggal. Selain itu, ada kemungkinan akan mengalami gangguan dalam hubungan dengan lawan jenis, mamiliki anak diluar nikah hingga mengalami perceraian ketika menikah.

12. Salah bergaul

Karena tidak adanya figur ayah, anak akan berusaha mencarinya pada orang lain. Seandainya anak mendapatkan pemahaman yang baik tentang sosok ayah dari sang ibu, ia mungkin akan dapat membedakan pengaruh yang baik dan buruk. Namun jika anak juga mengalami kurangnya bimbingan dari ibu, maka ia dapat saja terjerumus kepada pergaulan yang salah dan memilih panutan yang salah.

13. Sulit berteman

Tiadanya sosok ayah membuat anak kelak tidak akan tahu bagaimana cara untuk menghadapi berbagai konflik di masyarakat. Suasana dinamis di rumah yang kurang atau bahkan tidak terasa karena ketidak hadiran ayah akan membuat anak menjadi sosok yang pendiam dan sulit bergaul.

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

14. Sulit mempercayai orang lain

Konsep diri anak yang rendah bisa saja terbentuk karena tidak adanya sosok ayah pada kehidupan anak. Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa membuat anak merasa tidak berarti dan diabaikan hingga merasa bersalah atas situasi tersebut. Jika perasaan – perasaan tersebut terbawa hingga dewasa, anak tidak akan dapat menjadi orang yang percaya diri dan selalu takut mengalami kekecewaan atau penolakan lagi.

15. Pengakuan diri yang salah

Dampak psikologis anak tanpa ayah lainnya adalah anak akan mencari sumber pengakuan bagi dirinya di tempat yang salah. Anak biasanya akan gamang antara menutup diri atau justru selalu ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungannya, dan dengan demikian melakukan jalan yang salah untuk mendapatkan pengakuan tersebut.

16. Penyimpangan kepribadian

Anak tidak akan dapat mengimitasi sosok laki – laki melalui ayahnya jika ia dibesarkan tanpa sosok sang ayah. Dengan demikian, anak laki – laki tidak akan tahu bagaimana caranya berperilaku seperti laki – laki, dan lebih meniru sosok lemah lembut seorang wanita seperti ibunya. Begitu pula dengan anak perempuan yang bisa salah memilih pasangan dengan menganggap bahwa sosok ayah yang hilang itu ada pada orang yang salah.

17. Bermasalah dalam hubungan

Dampak psikologis anak tanpa ayah bisa terjadi pada dua sisi. Antara lain bisa saja anak tumbuh menjadi orang yang posesif kepada orang dekatnya karena takut kehilangan, atau justru membentengi dirinya untuk merasakan kedekatan dan kasih sayang dengan orang lain. Bahkan anak bisa saja mengalami fobia sosial yang parah.

Walaupun semua hal diatas bisa saja dialami oleh anak yang tumbuh tanpa ayah, namun dampak psikologis anak tanpa ayah ini tidak akan selalu dialami oleh semua anak yang kehilangan sosok ayahnya. Hal itu dapat juga tergantung pada pola pengasuhan ibu, keluarga dekat serta lingkungan tempat anak tumbuh besar. Bukan tidak mungkin ketika sosok ayah menghilang dari kehidupan anak, ibu dan keluarga lainnya dapat menanamkan pola asuh yang baik terhadap anak sehingga ia pun dapat tumbuh dan berkembang dengan normal secara psikologis.

Order Photobook Terasik, KLIK AJA

What do you think of this post?
  • Interesting (1)
  • Sucks ()
  • Boring ()
  • Useful ()
  • Awesome ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.