22. Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Stres Pada Anak – Masa kanak-kanak biasanya diisi dengan berbagai kegiatan mengasyikan. Bermain bersama teman-teman, menari, melompat, hingga membangun hubungan persahabatan yang erat.

Namun sama seperti orang dewasa ternyata anak kita pun bisa stres. Sebab ternyata kehidupan seputar sekolah, rumah, dan teman sepermainan bisa membuat mereka tertekan. Misalnya tuntutan untuk selalu mendapat nilai yang baik, minimnya komunikasi dengan orang tua, hingga penolakan dari teman-teman.

Tentunya kita tak ingin masa kanak-kanak yang bahagia harus diisi dengan duka dan tekanan. Sehingga sebaiknya orang tua lebih peka dengan kondisi anak, amati perilaku mereka, siapa tau ada yang berubah. Hal ini penting agar orang tua bisa memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

Nah berikut ini adalah tanda-tanda stres pada anak usia sekolah yang perlu orang tua ketahui.

Baca juga: Parents, Yuk Bantu Mengatasi Stres Pada Anak Usia Sekolah!

Gelisah dan Tidak Nyaman

Terkadang meski sudah sekolah bahkan memasuki usia remaja, anak masih kesulitan mengungkapkan perasaannya. Namun sebagai orang tua, sebaiknya kita lebih peka menangkap tanda stres pada anak remaja.

Misalnya saat tiba-tiba anak bersikap tidak nyaman dan gelisah saat berada di lingkungan tertentu seperti sekolah atau taman bermain. Jika melihat perubahan sikap ini, Anda tidak perlu langsung ‘menodong’ anak dengan pertanyaan-pertanyaan.

Saat mereka gelisah, bantulah anak untuk kembali tenang. Berikan kata-kata yang mampu menenangkan mereka. Yakinkan bahwa situasinya akan segera membaik. Ketika Anda dan anak sudah berada di rumah atau di lingkungan yang bisa membuat anak terlihat lebih tenang, barulah pancing anak untuk bercerita.

Ingat, jangan dipaksa. Meski Anda juga gelisah dan penasaran setengah mati, tugas Anda adalah untuk menyediakan tempat yang nyaman sampai mereka bersedia untuk cerita.

Mimpi Buruk dan Gangguan Tidur

Meski sering dianggap bunga tidur, ternyata mimpi tertentu bisa jadi alarm saat tubuh sedang stres. Misalnya saat mimpi dikejar-kejar sesuatu, bertengkar, mencari benda yang hilang, hingga ketinggalan moda transportasi tertentu.

Adanya mimpi buruk dapat mengganggu kualitas tidur anak. Mereka terjaga tengah malam dan kesulitan untuk kembali tidur. Parahnya anak bisa menolak untuk tidur karena terlalu cemas dan takut mimpi buruk datang lagi.

Gangguan tidur semacam ini dapat mengacaukan konsentrasi anak dalam belajar. Mereka jadi lebih mudah marah karena sulit untuk istirahat. Nah, Parents, ketika anak terjaga pada malam hari dan bermimpi buruk, tanyakan apakah anak sedang memiliki masalah.

Konsentrasi Belajar Terganggu

Nilai anak di sekolah mendadak turun? Eits, jangan langsung dimarahi, ya! Sebab tanda stres pada anak sekolah dapat berupa terganggunya konsentrasi saat belajar. Akibatnya performanya di sekolah ikut meredup.

Salah satu cara mengatasi stres pada anak sekolah adalah dengan menanyakan apakah ada yang kira-kira mengganggu konsentrasi belajarnya. Kemudian berpikiran terbuka dengan apa yang menjadi jawaban anak.

Stres Pada Anak - Konsentrasi Belajar Tergangu

Introspeksilah, jangan-jangan selama ini Anda yang membuat anak stres. Mungkin Anda tak sadar namun tindakan seperti membanding-bandingkan nilai anak dengan teman dan bahkan saudaranya sendiri bisa menjadi pemicu stres pada anak.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan tersebut. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang tak bisa dipaksakan. Misalnya si kakak pandai pada bidang matematika, adiknya pandai pada bidang bahasa. Begitu juga dengan teman-temannya. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk belajar, bukan berkompetisi.

Tiba-tiba Mengompol

Para ahli menyebutkan bawah kondisi stres memiliki pengaruh terhadap kandung kemih seseorang. Hal ini menimbulkan tubuh sulit untuk menahan kencing dan sering ngompol. Begitu juga dengan anak yang sedang stres.

Orang tua perlu waspada saat anak usia sekolah yang sudah tidak ngompol, tiba-tiba mengompol. Sebab bisa jadi gejala stres pada anak remaja.

Jadi jangan buru-buru ngomel ya, Parents. Sebab anak juga tidak sadar kenapa mereka bisa ngompol saat tidur. Lebih baik tanyakan apakah mereka ada masalah lalu bantu agar mereka bisa segera menyelesaikan masalah.

Anak Sering Sakit Tanpa Penyebab yang Jelas

Tanda anak sedang stres lainnya adalah sering sakit tanya ada penyebab yang jelas. Sakitnya pun bisa beragam, mulai dari sakit perut seperti diare dan kembung, hingga sakit kepala seperti migrain.

Karena tidak adanya kejelasan tentang penyebab dari sakit ini, orang tua juga jadi kebingungan mencari obat. Padahal rasa sakit ini bisa sangat mengganggu anak saat menjalani aktivitasnya.

Coba amati kapan anak mulai mengeluhkan sakit dan kapan rasa sakit itu mereda. Sebab biasanya rasa sakit tersebut hanya muncul saat anak sedang stres dan hilang lagi saat anak sudah kembali tenang. Misalnya saat hendak berangkat sekolah, nah bisa jadi rasa sakit ini tanda anak stres sekolah.

Perilaku Negatif dan Agresif

Anak yang sedang stres memiliki banyak energi negatif di dalam tubuhnya, sehingga tak jarang mereka justru banyak bergerak. Jika tidak diolah dengan benar, sikap aktif mereka ini bisa disalurkan menjadi hal-hal negatif.

Misalnya dengan memukul, menendang, hingga berteriak-teriak. Mereka juga cenderung lebih jahil dan mengganggu teman-temannya.

Stres Pada Anak - Perilaku Negatif dan Agresif

Tentu saja Anda tidak ingin anak dijauhi teman-temannya karena terlalu nakal dan agresif. Di sisi lain, Anda juga tidak boleh langsung memarahi mereka, bisa-bisa anak malah semakin menjauh.

Salah satu cara mengatasi anak yang tertekan adalah dengan mengajak mereka melampiaskan tekanan mereka. Anda bisa mengajak anak untuk berolahraga bersama, misalnya berenang atau main sepeda. Setelah itu ajak mereka ngobrol dan pancing untuk mereka bercerita.

Nah itu dia 6 tanda anak sedang stres, ya Parents. Kesannya sih mereka hanya berulah padahal mereka sedang tertekan.

Komunikasi adalah kunci untuk mengatasi stres pada anak. Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu untuk ngobrol dengan anak. Cobalah untuk memahami cerita dari sudut pandang anak.

Jika stres berlanjut, tak ada salahnya untuk konsultasi dengan psikolog anak. Sediakan waktu juga untuk liburan bareng anak dan keluarga. Abadikan momen seru liburan dalam kamera digital. Lalu jangan lupa cetak fotonya bersama ID Photobook, ya!

Baca juga: Destinasi Liburan Unik Ini Cuma Ada di Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *