Apakah Dokter Kandungan Anda Sudah Tepat?

sumber: alodokter

Kalau mendengar kata ‘Dokter Kandungan’ sudah pasti hal pertama yang terlintas dalam benak kita adalah kehamilan. Ya benar, dokter yang satu ini memang erat kaitannya dengan kehamilan. Jauh sebelum memasuki fase kehamilan, dokter yang sering disebut sebagai Ahli Obgin ini pun sudah banyak membantu kita. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Dokter Kandungan adalah dokter spesialis yang menangani kita mulai dari perencanaan kehamilan, selama kehamilan, saat melahirkan, dan setelah melahirkan.

Namun, ternyata masih banyak bunda yang bingung dalam menentukan dokter kandungan yang tepat untuk mereka. Tak jarang dari mereka justru malas memeriksakan kehamilan mereka. Kebanyakan dari mereka merasa kurang cocok dengan dokter yang sekarang menangani mereka. Nah bunda, sebelum terlambat, coba cek tips cara memilih dokter kandungan yang tepat bagi bunda berikut ini ya!

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat

  1. Jenis kelamin dokter

Memang tidak ada penelitian yang mengatakan jika dokter kandungan perempuan itu tidak lebih baik dari dokter kandungan laki-laki maupun sebaliknya. Semua kembali lagi kepada kenyamanan bunda, apakah lebih nyaman dengan dokter laki-laki atau perempuan. Jika bunda seorang muslimah alangkah baiknya memilih dokter kandungan perempuan sebagai dokter bunda. Namun, dalam keadaan darurat, memilih dokter kandungan laki-laki juga diperbolehkan kok. Semua kembali pada kenyamanan bunda masing-masing ya. Jangan lupa diskusikan juga dengan suami dokter mana yang lebih baik.

2. Jarak tempuh dokter dan lama antrian

Hal ini juga perlu diperhatikan jika bunda ingin memilih dokter kandungan. Jarak tempuh yang jauh dan antrian yang panjang akan sangat menyita waktu dan tenaga. Perlu diperhatikan bahwa seorang wanita yang sedang hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah. Ia akan lebih cepat kelehahan yang nantinya akan berpengaruh pada emosi dan keadaan si bayi. Alangkah baiknya bunda mempertimbangan hal ini dengan matang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan nantinya, ya.

3. Komunikatif

Ada dokter yang cerewet, ada dokter yang langsung pada intinya. Ada pasien yang suka dengan keterangan mendetail dan ada yang tidak. Semua kembali pada apakah bunda senang dengan seseorang yang mudah membangun perbincangan atau tidak. Namun, untuk menghindari ketegangan dan rasa gugup, sebaiknya bunda memilih dokter kandungan yang komunikatif. Mereka bisa lebih membuat suasana menjadi lebih tenang sehingga bunda tidak terlalu panik dengan apa yang akan dilakukan.

Pengalaman dokter kandungan

4. Dokter muda atau dokter tua

Usia memang bukan acuan, namun hal ini berpengaruh pada pengalaman dari dokter itu. Semakin banyak pengalaman yang ia peroleh maka akan semakin baik dirinya dalam mengambil keputusan terhadap suatu hal.

5. Riwayat kesehatan diri

Ini sama dengan pengalaman dari sang dokter. Bunda bisa melihat sejarah sang dokter selama ini, jenis pasien seperti apa yang sudah pernah beliau tangani dan cocokan dengan riwayat kesehatan diri. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan saat penanganan nantinya.

Nah bagaimana bunda, apakah sudah cukup membantu dalam menentukan dokter kandungan mana yang tepat bagi bunda nantinya? Selama proses pemeriksaan nanti bunda bisa loh mengambil momen-momen pentingnya untuk diabadikan dan dijadikan bahan cerita untuk si buah hati. Jangan lupa cetak momen itu di ID Photobook ya, bunda!

sumber:
http:// http://www.alodokter.com/bagaimana-memilih-dokter-kandungan-yang-tepat
https://family.fimela.com/seputar-kehamilan/hamil-sehat/pilih-dokter-kandungan-yang-senior-atau-masih-muda-130610m.html https://family.fimela.com/seputar-kehamilan/hamil-sehat/tips-memilih-dokter-kandungan-pertimbangkan-hal-berikut-ini-1312042-page6.html

Peran Suami Ketika Istri Mengalami Baby Blues

Baby Blues, atau yang sering dikenal dengan sindrom pasca melahirkan, adalah sindrom yang paling sering dialami oleh para wanita yang baru saja selesai melakukan proses persalinan. Baby Blues biasanya terjadi kurang lebih selama 2 minggu sampai setelah melahirkan. Sindrom ini bisa terjadi karena beberapa faktor, diantaranya ketidaksiapan ibu terhadap kelahiran bayinya, trauma saat mengandung, atau pada kesulitan saat menyusui. Selain itu, perubahan hormon juga dapat memicu munculnya sindrom Baby Blues.

Di Indonesia, sindrom Baby Blues masih sering dianggap remeh oleh sebagian orang. Mereka biasanya tidak terlalu peduli dengan gejala seperti perubahan mood yang drastis pada ibu dan penolakan ibu pada bayinya. Hal itu sering dianggap sebagai gejala kelelahan semata, padahal para ibu yang mengalami Baby Blues dan tidak ditangani dengan baik dapat berakibat fatal dan menimbulkan depresi pada sang ibu.

Nah disinilah peran seorang suami dibutuhkan untuk membuat sang istri bisa melewati fase baby blues dengan baik dan ternyata tidaklah sulit untuk dilakukan. Yuk kita intip apa saja sih yang bisa para suami lakukan ketika istri tengah mengalami Baby Blues!

Peran suami saat istri alami Baby Blues

  1. Membantu Mengurus Bayi
sumber: Pinterest

Ayah bisa loh membantu ibu untuk mengurus bayi. Misalnya dengan bergantian menggendong bayi saat menangis atau mengajaknya bercanda saat ia terbangun dari tidur. Dengan bantuan ayah, ibu bisa mendapatkan waktu untuk beristirahat sejenak. Hal ini juga bisa membantu membangun hubungan yang dekat antara ayah dengan anaknya loh.

2. Gunakan Pengasuh atau Pembantu Rumah Tangga

Para suami bisa menggunakan jasa pembantu rumah tangga untuk mengurus keperluan rumah seperti memasak, membereskan rumah, juga untuk bersih-bersih.

3. Menanyakan Kabar Sang Istri

sumber: pinterest

Sapaan seperti “Apa kabarmu hari ini sayang?” atau “Ingin kupijat sayang?” ternyata bisa berdampak baik pada keadaan sang istri. Hal-hal kecil seperti ini dapat membuat istri menjadi lebih tenang dan bisa fokus untuk memulihkan dirinya paska melahirkan.

4. Memberikan Perhatian Lebih

sumber: pinterest

Jangan segan untuk memberikan istri anda pujian. Perjuangannya yang telah melahirkan buah cinta kalian dengan sehat dan selamat sangatlah berharga. Jangan ragu pula untuk mengucapkan betapa Anda mencintainya. Bentuk perhatian-perhatian kecil dari Anda akan berdampak besar padanya. Istri Anda akan merasa berharga dan semakin mencintai buah hatinya karena perhatian yang ia dapatkan dari suami.

5. Abadikan Setiap Momen Berharga

sumber: pinterest

Selama fase pemulihan dari Baby Blues tentu ada banyak momen menarik yang akan anda dan keluarga alami. Ambil beberapa foto ketika anda sedang mengendong si bayi. Abadikan pula momen ketika istri tengah menyusui atau sedang beristirahat bersama si buah hati. Hal ini akan berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri sang ibu nantinya sehingga tidak lagi mengalami baby blues pada kehamilan berikutnya. Jadi, jangan biarkan momen tersebut hilang begitu saja. Ambil fotonya dan cetak di ID Photobook agar momen berharga ini tidak hilang dan terlupakan, ya ayah!

sumber: https://id.theasianparent.com/sindrom-baby-blues/ https://cantik.tempo.co/read/news/2016/08/03/336792932/tugas-suami-jika-istri-terkena-sindrom-baby-blues http://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kehamilan-dan-Menyusui/Menyusui/Peran-suami-saat-istri-mengalami-depresi-pasca-melahirkan