Kelas Fotografi Idphotobook : Istilah-Istilah Dasar Dalam Dunia Fotografi

Anda sedang mulai belajar fotografi? Fotografi bukan hanya sekedar jepret-jepret setiap ada momen menarik saja lho. Ada berbagai teknik yang harus dipelajari jika ingin mempelajari fotografi dengan serius, supaya hasilnya nampak indah dan profesional.

Saat Anda mempelajari berbagai teknik fotografi, akan muncul banyak istilah yang mungkin kurang familier bagi orang awam. Jadi di sini kita akan membahas beberapa istilah yang sering muncul dalam teknik fotografi.

 

Komposisi

Komposisi adalah penempatan atau pengaturan elemen visual di dalam fotografi, untuk mendapatkan hasil yang enak dilihat. Untuk mendapatkan hasil foto yang baik, gunakanlah aturan sepertiga. Posisikanlah subyek foto Anda bukan di tengah foto. Ini adalah trik komposisi tertua di setiap buku panduan, dan trik ini digunakan baik oleh pelukis maupun fotografer untuk menciptakan gambar yang seimbang secara visual. Bayangkanlah Anda memotret pemandangan, dan ada rumah pertanian terpencil di kejauhan, atau sebatang pohon di tengah lapangan, yang akan berfungsi sebagai fokus utama foto Anda. Kebanyakan fotografer akan meletakkan subyek ini di tengah bingkai, yang memang bisa berhasil baik di beberapa situasi. Tapi pada umumnya Anda akan mendapatkan efek keseimbangan yang lebih memuaskan jika Anda menempatkannya menggunakan aturan sepertiga.

Untuk melakukannya, bagilah bagian pengintip kamera Anda menjadi kotak-kotak imajiner, menggunakan dua garis horisontal dan dua garis vertikal imajiner. Titik fokus utama Anda kemudian diletakkan pada atau di dekat salah satu dari empat titik temu yang dihasilkan garis-garis imajiner tersebut.

Aturan sepertiga juga bisa digunakan untuk membantu Anda memposisikan horison (garis temu anatara langit dan bumi atau tanah). Tentu sangat menggoda untuk menempatkan horison persis di tengah bingkai, tapi kecuali Anda memotret pemAndangan yang simetris, misalnya bayangan di danau, hasilnya akan sangat statis, kaku, dan tidak bernyawa. Pendekatan yang jauh lebih baik adalah dengan meletakkan horison di bagian sepertiga dari atas atau bawah bingkai, sehingga Anda menonjolkan entah langit atau tanahnya. Untuk membantu Anda mencapai ini, bagilah pengintai kamera Anda menjadi sepertiga bagian, menggunakan dua garis horisontal imajiner, kemudian aturlah pemAndangan yang ingin Anda potret sehingga horison jatuh di salah satu garis imajiner itu.

Anda tidak boleh memaksa sebuah foto untuk sesuai dengan aturan sepertiga, karena hasilnya akan terlihat aneh. Tetapi ketika dilakukan dengan cermat dan sabar, hasilnya akan memuaskan. Seringlah berlatih, dan setelah beberapa lama Anda akan menemukan diri Anda secara alamiah membagi pemAndangan menjadi sepertiga untuk membantu memposisikan elemen-elemen penting di dalam foto Anda.

Tips penting: tegakkan kamera Anda! Beberapa jenis kamera sudah memiliki kotak-kotak atau grid. Jika kamera Anda tidak memilikinya, gunakanlah titik auto fokus di pengintai kamera Anda untuk memastikan bahwa garis horison Anda sudah lurus.

 

Simetri

Apakah yang disebut simetri dalam fotografi? Sesuai definisinya, simetri di dalam fotografi adalah ketika gambar bisa dibagi dua tepat di tengah, dan sisi kiri dan kanan dari foto merupakan cerminan dari sisi yang satunya. Jika dijelaskan dengan acuan geometri, bayangkanlah mengambil gambar dari semuah segitiga atau persegi. Jika Anda memotong gambarnya tepat di tengah, tiap sisi foto merupakan cermin dari sisi lainnya. Itulah yang dimaksud dengan simetri.

Baca Juga  Cara Mencuci bantal Bunda dengan Mudah

Jangan terpaku pada pendapat bahwa untuk mendapatkan simetri dari sebuah gambar, tiap sisi harus merupakan cerminan persis sama dari sisi yang lainnya. Selama gambarnya cukup mirip di tiap sisi, kita bisa mengatakan bahwa foto ini simetris.

Bagaimana untuk mendapatkan gambar yang simetris dalam fotografi?  Untuk mendapatkan foto yang simetris atau seimbang, yang harus Anda lakukan adalah mengisi gambar Anda dengan sesuatu yang hampir identik, jika tidak bisa mendapatkan obyek yang sungguh identik di kedua sisi dari gambar. Carilah benda-benda yang berulang di dalam pemAndangan Anda, dan cobalah untuk memotret dengan membuat jarak yang sama dengan benda-benda tersebut.

 

Garis-garis penunjuk (guide line)

Garis penunjuk adalah garis di dalam foto yang menuntun mata kita menuju poin lain dalam foto, atau kadang di luar foto. Sebuah garis penunjuk, sesuai namanya, menuntun mata kita dari satu bagian foto ke bagian yang lainnya: dari latar depan ke latar belakang, obyek sekunder ke obyek utama. Garis penunjuk memberikan gerakan pada gambar yang statis, dan mengikat berbagai elemen berbeda. Garis diagonal, garis lengkung, dan lekukan terbuka lainnya bisa menjadi garis penunjuk yang baik.

 

Elemen pembingkai

Sebuah elemen pembingkai berguna untuk memfokuskan perhatian ke subyek utama. Biasanya elemen pembingkai menutupi sedikitnya dua sudut dari foto, terkadan mengambil hampir seluruh ruang di situ. Untuk tugas ini, maka elemen pembingkai sendiri harus memiliki beberapa karakteristik yang menarik: warna, tekstur, atau bentuk. Bentuk yang geometris dan tebal dapat berfungsi dengan sangat baik sebagai elemen pembingkai, khususnya bentuk segitiga dan berbagai lengkungan,

Biasanya, elemen-elemen pembingkai haruslah lebih tidak menarik dibandingkan subyek utama. Elemen ini tidak dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian, tetapi untuk memfokuskan pandangan.

 

Sudut pandang

Sudut pandang dalam fotografi berarti posisi dari mana kamera memandang pemandangan yang diambil. Apakah Anda memandang ke bawah? Atau apakah Anda memandang ke subyek ke arah atas? Sedekat apakah Anda dengan subyek? Adakah sesuatu di antara Anda dan subyek? Setiap keputusan yang Anda buat tentang sudut pAndang ini akan mengubah bagaimana penonton melihat foto Anda.

 

Menjadi sang subyek

Sebuah sudut pandang yang memiliki kekuatan besar adalah menjadi subyeknya. Ini berarti bahwa Anda akan mengambil foto dari sudut pandang si subyek. Contohnya, sebuah foto operasi menunjukkan seolah Anda memandang melalui mata dokter bedahnya (pasien dan tangan dokter bedahnya kelihatan di foto, tetapi tidak dengan wajah dan badan si dokter bedah). Cara memotret ini memampukan penonton untuk merasakan seolah mereka mengalami peristiwanya sendiri.

 

Memotret sejajar mata

Memotret setingkat dengan mata subyek adalah cara tercepat untuk membantu penonton terhubung secara emosional dengan subyek foto Anda. Dengan meletakkan subyek pada “tingkatan mereka”, Anda menciptakan respon secara instingtif, karena biasanya hanya orang lain berusia sama yang biasanya berada di level mata yang sama dengan seseorang. Memotret di tingkatan mata juga memampukan Anda untuk melihat lebih pada subyek Anda dibandingkan dengan yang diberikan oleh cara memotret dari atas ataupun dari bawah (atau bahkan dari samping). Sudut pandang langsung ini juga membantu untuk menghindari distorsi yang disebabkan oleh perspektif atau sudut pandang tertentu.

Baca Juga  Ngenalin Keuangan ke Anak Yuk? ini dia tahapannya

 

Memotret dari bawah

Ketika Anda memotret dari bawah sebuah subyek, Anda akan membuat penonton merasa bahwa subyek memiliki kontrol terhadap situasi tertentu. Tidankan simpel berupa memAndang ke atas ke sebuah subyek atau obyek dapat memberikan nuansa kurangnya kontrol dari penonton, atau memberikan kesan bahwa obyek tidak terjangkau.

Sebagai contoh, singgasana diatur lebih tinggi dari kursi-kursi lain, hakim duduk di atas podium, dan meja direktur eksekutif diatur sedikit lebih tinggi daripada meja-meja biasa. Sudut pandang pemotretan yang rendah juga bisa memberikan ilusi berada di dalam bingkai foto jika sudut pAndangnya cukup ekstrim.

Seperti hampir semua hal dalam fotografi, ini juga kembali pada reaksi instingtif kita terhadap suatu situasi. Di dalam hutan yang berisi pohon-pohon yang tinggi, kita akan merasa kecil dan melihat ke atas. Sebagai seorang anak kita harus menuruti orangtua kita yang lebih tinggi. Memotret dengan sudut pandang ke atas akan memungkinkan kita untuk menyentuh respon instingtif ini.

 

Memotret dari atas

Memotret sebuah subyek dari atas memungkinkan penonton untuk merasa superior terhadap subyek atau merasa protektif terhadap subyek. Sudut pandang ini juga memberikan kesan kepada penonton bahwa mereka adalah obyek perhatian dari subyek yang ada di foto itu, seolah penonton berada di sebuah panggung. Jika efek panggung atau “diletakkan di tempat yang tinggi” ini tercapai, terkadang para penonton akan mendapatkan kesan berlawanan atau bermusuhan terhadap subyek.

Baca juga : Photobook Negeri Dongeng dari Idphotobook

Baca juga : 10 Penyakit Paling Berbahaya pada Anak

Tips : Ambillah foto sebanyak mungkin, lebih banyak dari yang mungkin Anda butuhkan. Ekspresi seseorang mudah sekali berubah, dan mungkin di antara beberapa foto yang tadinya seolah tidak Anda butuhkan, Anda bisa mendapatkan satu foto dengan ekpsresi atau kesan yang sangat spesial.

Punya foto yang berkesan dan menarik? Sayang banget kalau cuma berakhir disimpan di hp…. yuk cetakin foto kamu jadi photobook paling keren di IDPHOTOBOOK.

What do you think of this post?
  • Sucks ()
  • Boring ()
  • Useful ()
  • Interesting ()
  • Awesome ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.