Hindari 7 Kesalahan ini dalam Mengatur Keuangan

Hindari 7 Kesalahan ini dalam Mengatur Keuangan

Mengatur keuangan – Pernahkah kamu merasa sudah memiliki gaji yang besar namun tak kunjung mencapai kestabilan finansial? Rasanya sudah lama kamu menabung tapi uang tabunganmu tak kunjung mencapai target. Atau tiba-tiba saja kamu membutuhkan uang untuk berobat tapi tidak memiliki dana cadangan. Wah, itu bisa menjadi persoalan pelik.

Hmm, mungkin ada yang salah dengan cara mengatur keuangan bulanan. Sudah saatnya kamu melihat lagi catatan keuangan dan mempelajari cara yang benar untuk mengatur keuangan pribadi dengan belajar dari kesalahan.

Berikut ini adalah 7 kesalahan yang wajib kamu hindari dalam mengatur keuangan agar kamu segera mencapai kestabilan finansial.

Baca juga: 6 Tips Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Catatan Anggaran yang Tidak Konkrit

Kesalahan mengatur keuangan pribadi banyak terjadi pada proses pembuatan catatan anggaran yang tidak konkrit. Artinya, kamu hanya menulis nominal kira-kira yang belum diketahui secara persis jumlahnya sekaligus belum disiplin dalam menetapkan anggaran.

Mengatur keuangan - Catatan Anggaran

Membuat Anggaran yang konkrit akan memudahkan kamu dalam melacak setiap pengeluaran sekaligus Menyusun target tabungan. Jadi, pastikan lagi kemana rupiahmu mengalir.

Tak hanya itu, anggaran pun harus diperbarui secara berkala. Tujuannya agar kamu dapat menyesuaikan anggaran dengan kondisi keuanganmu yang mungkin berbuah. Tidak perlu tiap bulan, kamu bisa memperbarui anggaran beberapa bulan sekali atau ketika terjadi perubahan pendapatan maupun berpindah lokasi kerja. 

Prioritaskan Kebutuhan yang Sembarangan

Meski setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, setidaknya tiap orang memiliki kebutuhan dasar yang sama. Jadikan kebutuhan dasar ini sebagai patokan anggaran bulanan dan sesuaikan lagi dengan kebutuhanmu. Misalnya anggaran tabungan, sewa tempat tinggal, makan dan transportasi.

Bukan berarti kamu tidak boleh memiliki anggaran hiburan, Namun pastikan dulu kamu telah menyiapkan anggaran untuk kebutuhan pokok. Setelah itu silahkan tambah dengan kebutuhan lain seperti hiburan. Yang penting, kamu harus pastikan anggaran tersebut masih masuk akal dan tidak berlebihan.

Tidak Menyiapkan Dana Darurat

Seringnya orang mengira alokasi dana untuk tabungan dan investasi saja cukup. Faktanya, selain kedua hal tersebut masih ada hal lain yang patut dipersiapkan siap bulannya. Di antaranya adalah dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang siapkan untuk menghadapi situasi tak terduga di masa mendatang. Situasi tak terduga ini bisa terjadi ketika kamu kendaraan rusak dan membutuhkan servis di bengkel, ketika kamu atau anggota keluargamu sakit dan butuh segera dioperasi, atau gadgetmu hilang dan kamu butuh untuk segera menggantinya.

Dana darurat sangat membantu kamu dalam mengatur keuangan di masa pandemi seperti ini. Tak hanya itu, dana darurat juga dapat digunakan ketika tiba-tiba kamu jatuh sakit dan membutuhkan biaya besar.

Ketika sakit, kamu akan kesulitan untuk bekerja, dengan demikian, pendapatan kamu akan berkurang atau bahkan kamu tidak bisa memiliki pendapatan sama sekali. Dana darurat berfungsi untuk membiayai untuk sementara waktu ketika kamu sakit dan tidak bisa bekerja.

Tidak Menyiapkan Dana Pensiun

Selain dana darurat, tabungan lain yang harus disiapkan adalah dana pensiun. Meski rasanya baru beberapa bulan bekerja, tak ada salahnya kamu mulai mencicil tabungan untuk persiapan pensiun.

Jangan terlena dengan masa muda yang penuh warna, sebab pada akhirnya kita akan menua. Justru karena masih muda, sebaiknya kita memaksimalkan potensi agar pendapatan pun meningkat. Dengan begitu, tabungan dana pensiun dapat tercapai lebih cepat. 

Tidak Menabung Di Awal Bulan

Masih banyak orang yang salah kaprah dengan konsep menabung. Sudah saatnya kamu membalik konsep konsumsi dulu baru tabungan jadi sisihkan tabungan di awal bulan sebelum konsumsi.
Sebaiknya anggaran tabungan yang sudah kamu tentukan di awal bulan langsung kamu masukkan ke rekening tabungan. Jadikan ini kebiasaan setiap kali kamu gajian. Dan jangan sampai kamu menunda-nunda kewajiban ini dan malah menghamburkannya pada setiap promo pay day!

Membiarkan Uangmu Mengendap di Bank

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan sisa uang di rekening. Yang jelas, membiarkannya mengendap begitu saja bukan pilihan yang bijak. Uang yang dibiarkan begitu saja tidak akan bertambah justru terpotong biaya administrasi.

Mengatur Keuangan - Biarkan Uangmu Mengendap

Sebaiknya kamu gunakan uang tadi untuk berinvestasi. Karena lewat investasi kamu berpeluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Tapi ingat, pastikan kamu mengenal model investasi sebelum kamu memulai investasi. Pertimbangkan dengan matang antara keuntungan dan kerugian masing-masing mode tabungan. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan kamu menabung. Jangan sampai salah pilih karena bisa jadi kamu malah merugi.

Utang Piutang Tanpa Pikir Panjang

Berhutang bisa menimbulkan masalah terutama Ketika kamu tidak mampu membayar kembali. Hitung kembali jumlah hutang dan cicilanmu. Tentukan kapan kamu terbebas dari utang dan cicilan, dan tekunlah membayarnya.

Pastikan juga jumlah utang dan cicilanmu tidak membebani kebutuhan yang lain. Kalau utang dan cicilanmu sudah banyak, lebih baik tunda dulu agendamu untuk berhutang.

Memberikan pinjaman kepada keluarga dan teman juga bisa menjadi sumber masalah baru. Apalagi bila mereka pura-pura lupa atau lebih galak saat ditagih.

Sebelum memberikan pinjaman, sebaiknya pertimbangkan baik-baik siapa orang yang ingin berhutang padamu. Apakah orang tersebut mampu membayar kembali? Pastikan juga kapan orang itu berencana melunasi hutangnya.

Meski terkesan pelit, memberi pinjaman ke orang lain juga butuh banyak pertimbangan. Jangan sampai keuanganmu jadi kacau hanya karena memberi pinjaman ke orang lain. Kamu harus persiapan mental saat ingin menagih hutang. Yang lebih parah, kamu bisa saja kehilangan kerabat karena merasa kesal pada mereka yang belum bisa melunasi hutang.

Nah, itu tadi 7 kesalahan dalam mengatur keuangan yang wajib kamu hindari untuk bisa mencapai kestabilan finansial. Semoga kamu bisa belajar dari kesalahan yang ada dan segera memperbaiki cara kamu mengatur keuangan.

Baca juga: 5 Tips Menabung untuk Membeli Kamera Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *