Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Simak Penjelasannya Yuk!

Stres – Hi Moms! Pastinya masih banyak orang yang beranggapan menjadi ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang mudah. Tak perlu keluar rumah, hanya perlu memasak dan membersihkan rumah, lalu tinggal mengurus anak dan suami, pokoknya enak banget deh!

Eits, tidak semudah itu loh. Nyatanya ibu rumah tangga juga rentan stres. Bahkan tingkat stres pada ibu rumah tangga juga terbilang tinggi. Hal ini terjadi karena ibu rumah tangga bertanggung jawab secara penuh atas keluarga dan rumah tangganya.

Stres bisa menyerang siapapun bahkan ibu rumah tangga yang kelihatannya asyik di rumah. Justru karena mereka di rumah, stresor justru kerap muncul di tempat yang biasanya dianggap nyaman dan berlindung bagi kebanyakan orang.

Parahnya lagi, tidak semua orang memahami kemungkinan stres pada ibu rumah tangga. Mereka masih menganggap sepele permasalah yang Moms hadapi. Akhirnya Moms harus terus berduel dengan pemicu stres sendirian.

Nah, yuk Moms, kita simak penyebab stress pada ibu rumah tangga berikut ini. Biar lebih waspada dan bisa menghindari stressor yang ada!

Baca juga: Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Minimnya Pengakuan dari Masyarakat

Masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah. Hanya mengurus rumah, hanya bersih-bersih rumah, hanya memasak dan menyiapkan bekal, dan lain sebagainya. Belum lagi jika suami sendiri ikut beranggapan demikian.

Padahal, meski hanya di rumah, istri bertanggung jawab penuh dengan keadaan rumah. Jadi ketika ada sesuatu yang kurang beres, pastinya istri lagi yang kena. Semuanya menjadi salah istri.

Nah, minimnya pengakuan akan peran serta tanggung jawab yang besar dapat menimbulkan rasa rendah diri pada ibu rumah tangga. Penghargaan diri yang rendah ini membuat ibu rumah tangga menjadi lebih mudah tertekan hingga akhirnya stres.

Melakukan Aktivitas Berat Secara Terus-menerus 

Kegiatan bersih-bersih rumah seperti memasak, menyapu, mencuci dan menjemur pakaian ternyata membutuhkan tenaga besar. Belum lagi kalau harus extra bersih-bersih rumah karena mau ada tamu. Duh bisa bikin badan pegal.

Belum lagi kalau anak rewel atau minta bantuan untuk mengerjakan PR. Sebagai ibu yang baik, nggak mungkin dong kita menolak anak tersayang. Mau tak mau kita jadi ikut berpikir bahkan harus mempelajari semuanya agar bisa membantu anak.

Stress - Melakukan Aktivitas Berat Secara Terus-menerus

Aktivitas fisik maupun berpikir ini bisa berlangsung lebih dari 12 jam. Sebab berbeda dengan pekerja kantoran yang punya jam pulang, ibu rumah tangga tak memiliki waktu pulang kantor. Biasanya hanya berhenti saat tidur pada malam hari. Itupun kalau bisa tidur.

Menjadi ibu rumah tangga pun tidak bisa cuti. Jadi, bayangkan rasa lelah yang menumpuk akibat aktivitas tersebut. Masih mau anggap remeh ibu rumah tangga?

Minimnya Hiburan dan Waktu Untuk Me-Time

Karena tinggal di rumah, keseharian istri hanya di rumah. Hiburan yang ada hanya sebatas televisi, radio, dan sosial media. Kalau hiburan di luar rumah, paling untuk belanja bulanan, ke pasar atau mengantar anak sekolah. 

Pekerjaan yang banyak juga membuat jadwal ibu padat. Sehingga sulit untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Rutinitas padat, minimnya hiburan, dan kurangnya waktu untuk diri sendiri membuat Moms mudah merasa jenuh. 

Jangan salah, meski sudah berumah tangga, Moms juga perlu waktu untuk sendiri. Me time ini bisa diisi dengan aktivitas bersantai di rumah, ke salon, belanja, maupun tidur siang tanpa interupsi.

Menjadi ‘Tong Sampah’ Emosi

Sebagai seorang ibu, memang disarankan meluangkan waktu untuk anak dan mendengar cerita mereka sepulang sekolah. Begitu pula saat suami lelah dan baru pulang kerja. Kebiasaan ini memang penting untuk menjalin komunikasi sekaligus mengatasi stres pada anak dan suami.

Stres - Menjadi Tong Sampah

Namun meski seharian di rumah, ibu rumah tangga juga memiliki cerita! Moms juga ingin didengar, bukan? Dan sama seperti bercerita untuk mengurangi stres, Moms juga butuh tempat bercerita untuk mengurangi stres.

Wah, ternyata ada banyak hal-hal yang dapat memicu stres pada ibu rumah tangga, ya. Nggak kalah banyaknya dengan mereka yang seharian bekerja.

Tapi Moms nggak perlu khawatir, ya. Ada banyak cara mengatasi stres yang bisa Moms lakukan di rumah. Misalnya dengan berolahraga ringan, bermain dengan stres ball maupun sres relief lainnya, menekuni hobi baru, juga meluangkan waktu untuk diri sendiri. Yang nggak kalah penting, jangan lupa untuk berdamai dengan diri sendiri, ya Moms.

Ingatlah bahwa meski sering diremehkan, percayalah Moms begitu berharga dan tak akan terganti. Maafkan kesalahan yang mom perbuat, ingat pula keberadaan anak yang masih bergantung pada Moms, dan jangan pernah memaksakan diri.

Kalau penat nggak kunjung hilang, mungkin saatnya Moms pergi liburan! Agendakan acara sweet escape bersama keluarga maupun sendiri bareng sahabat. Pilih destinasi wisata yang tenang agar pikiran ikut tenang.

Jangan lupa abadikan momen melepas penat ini dengan kamera digital. Lalu cetak foto kenangan dalam album foto bersama ID Photobook. Biar kenanganmu makin abadi dan bisa dikenang dengan mudah di kemudian hari!

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

6 Cara Menabung Anti Gagal untuk Ibu Rumah Tangga

Cara Menabung – Hai Moms! Menjadi ibu rumah tangga selalu punya tantangan tersendiri, khususnya di bidang keuangan. Karena tidak memiliki penghasilan sendiri, Moms hanya bisa mengandalkan jatah dari suami. Tak hanya itu, Moms juga harus berhati-hati dalam membelanjakan uang, memastikannya cukup sampai akhir bulan.

Meski rutin menerima uang bulanan dari suami, Moms harus selalu menyiapkan uang tabungan sendiri. Tabungan ini nantinya bisa sangat bermanfaat jika ada keperluan mendadak yang harus segera dibayar. Misalnya jika ada yang sakit atau mengalami kecelakaan, membayar pendidikan anak, hingga renovasi rumah. 

Tapi apa mungkin ibu rumah tangga memiliki tabungan? Jawabannya mungkin banget! Berikut ini adalah 6 cara menabung efektif untuk ibu rumah tangga.

Baca juga: 6 Tips Mengatur Keuangan di Masa Pandemi

Sisihkan di Awal

Sama seperti tips menabung karyawan, cara menabung uang paling jitu versi ibu rumah tangga juga bisa dimulai dengan menyisihkan awal. Tepatnya saat menerima jatah uang bulanan dari suami, langsung saja sisihkan setidaknya 10% sampai 20% dari uang tersebut.

Lakukan hal yang sama pada uang belanja harian. Moms bisa memangkas 5 ribu sampai 20 ribu per hari dari uang belanja dan simpan di tempat khusus. Misalkan 5.000 dikali 30 hari, Moms sudah bisa mengumpulkan 150.000 dalam sebulan. Jumlah ini sudah lumayan dibanding tidak ada sama sekali.

Usahakan uang yang dipangkas di awal bulan tidak membebani kebutuhan bulanan atau harian, ya Moms. Sebab bagaimana pun juga, tugas utama kita sebagai ibu adalah untuk mengurus segala keperluan rumah tangga. Yang penting, Moms harus konsisten dalam menabung dan pastikan juga simpanan Moms aman, ya.

Cara Menabung dengan Strategi Amplop

Kedengarannya aneh namun strategi ini sangat sederhana dan mudah untuk diterapkan. Moms hanya perlu menyiapkan amplop sesuai dengan kebutuhan rumah tangga. Misalnya belanja bulanan, uang sekolah anak, air dan listrik, juga belanja harian. Lalu isi masing-masing amplop dengan uang sesuai jumlah yang telah dianggarkan sebelumnya.

Cara Menabung - Strategi amplop

Usahakan jumlah uangnya pas supaya tidak terjadi pengeluaran tak perlu. Memang kelihatannya kelebihan uang yang dikeluarkan sedikit namun sama seperti menabung, jumlah yang sedikit itu bisa menjadi banyak. 

Mudah, bukan? Nah sekarang saatnya Moms menggunakan strategi amplop untuk mengatur keuangan rumah tangga. 

Manfaatkan Diskon dan Promosi

Hmmm siapa sih yang tidak suka berburu diskon dan promosi? Dua hal ini bisa menjadi sahabat Moms untuk menghemat uang.

Biasanya menjelang tanggal gajian banyak supermarket dan toko online yang ramai-ramai memberikan diskon. Terutama potongan harga untuk barang-barang kebutuhan pokok dan kebutuhan harian. Duh rasanya ingin langsung membeli semua barang diskon itu!

Nah kalau seperti ini diskon dan promosi bisa menjadi ancaman. Karena itu perhatikan baik-baik barang apa saja yang sedang diskon? Apakah Moms atau keluarga benar-benar membutuhkannya? Atau ini hanya lapar mata melihat kata diskon?

Pastikan dulu barang tersebut benar-benar dibutuhkan baru membeli barang tersebut dengan memanfaatkan diskon. Sebab jika hanya terpaku pada diskon tanpa perhatikan kebutuhan, bisa-bisa uang bulanan habis hanya untuk membeli barang diskon. Gagal deh upaya untuk menabung bulan ini.

Hal yang sama juga bisa Moms manfaatkan dengan memiliki kartu member suatu toko. Biasanya toko akan memberikan potongan khusus untuk pelanggan dengan kartu member. Meski promo potongan harga maupun cashback hanya bernominal kecil, sebagai ibu rumah tangga yang bijak baiknya manfaatkanlah semua peluang yang ada.

Kumpulkan Uang Receh

Cara menabung di rumah selanjutnya dimulai dengan uang receh. Yap, meski hanya recehan, uang receh tetap saja uang yang memiliki nilai. Mulai sekarang, cobalah untuk mengumpulkan uang receh sisa belanja di rumah. Mau nominal 1.000 atau 100 rupiah, simpan recehan tersebut di satu wadah khusus. 

Cara Menabung - Mengumpulkan Recehan

Jika sudah terkumpul, kelompokkan lagi uang receh bernilai sama hingga terkumpul jumlah yang lebih besar. Misal 100 rupiah ditumpuk 10 agar bisa menjadi 1.000. Atau pecahan 1.000 dikelompokkan hingga menjadi lima ribu. Rekatkan kumpulan koin-koin tersebut di dengan selotip supaya lebih praktis dan tidak tercecer. 

Nah, kumpulan uang tadi bisa ditukarkan dengan uang kertas agar lebih mudah disimpan dan dihitung. Dengan begitu Moms jadi memiliki uang simpanan sendiri, kan? Kelihatannya sih memang hanya recehan. Namun, bila terus ditabung, jumlah tersebut bisa menjadi banyak.

Ikut Arisan

Tips menabung uang yang patut dipraktikkan berikutnya adalah ikut arisan. Baik itu arisan RT maupun arisan lainnya. Mengapa demikian? Karena di setiap arisan Moms juga bisa menabung. Moms bisa menyimpan sebagian uang untuk ditabung di arisan ini. Cara ini cukup efektif karena pertemuan arisan diadakan tiap bulan, otomatis Moms juga bisa menabung tiap bulan.

Mengingat selain simpanan arisan juga memiliki iuran pokok, sebaiknya Moms sesuaikan budget arisan dengan budget bulanan ya. Dan yang terpenting, pilihlah arisan yang terpercaya supaya uang yang rencananya ditabung tidak hilang.

Hindari Utang dan Piutang

Dalam keadaan mendesak, meminjam uang ke tetangga, teman, atau keluarga bisa menjadi solusi, begitu juga sebaliknya. Namun, bila terus dibiarkan terjadi, utang bisa menjadi beban bagi keuangan bulanan.

Utang piutang juga bisa membuat relasi menjadi renggang. Sayang, kan kalau tali silaturahmi sampai terputus hanya karena utang piutang.

Oleh karenanya sebaiknya Moms tidak meminjam atau memberi pinjaman ke tetangga yang membutuhkan. Kecuali bila keadaan mendesak, coba diskusikan dengan suami terlebih dahulu sebelum bertindak.

Itulah 6 cara menabung di rumah ala ibu rumah tangga yang bisa diterapkan. Semoga cara-cara ini bisa membantu Moms untuk menabung ya. Sebab tak hanya mengurus rumah, anak, dan suami, ibu rumah tangga yang bijak juga bertanggung jawab untuk mengatur keuangan rumah tangga.

Selain itu, pastikan Moms disiplin dalam menabung supaya jumlah tabungan terus meningkat. Bila sudah rutin menabung, saatnya Moms mengajari anak cara menabung uang. Sebab media belajar yang baik adalah dengan melihat contoh nyata yakni dari Moms sendiri. Akhirnya Moms dan keulargalah yang bisa merasakan manfaat dari tabungan itu.

Baca juga: Hindari 7 Kesalahan ini dalam Mengatur Keuangan