6 Makanan Sehat Yang Baik Untuk Dikonsumsi Ibu Menyusui

Makanan Sehat – Hi Moms! Sedang dalam masa menyusui namun ASI tidak lancar? Wah, padahal ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, ya.

Pemberian ASI direkomendasikan karena sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Selain itu, ASI dapat menjalin kedekatan emosional dengan bayi, serta membentuk sistem kekebalan tubuh.

Oleh karenanya bayi memang dianjurkan untuk terus mengonsumsi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama. Baru setelahnya diberikan makanan pendamping ASI sampai bayi berusia 2 tahun.

Selama menyusui, ada beberapa makanan yang terbukti baik dikonsumsi ibu agar produksi ASI lebih lancar. Penasaran? Yuk simak 6 makanan sehat dan bergizi yang baik untuk dikonsumsi ibu menyusui berikut.

Baca juga: Cintai Jantungmu dengan Makan 6 Makanan Sehat Berikut Ini

Roti Gandum

Kalori menjadi gizi penting yang sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui. Jumlah kalori yang cukup akan meningkatkan energi pada ibu menyusui. Hal ini yang nantinya akan membuat ibu tidak mudah lelah sehingga produksi ASI pun lancar.

Konsumsilah gandum secara rutin di pagi hari. Baik dalam bentuk roti maupun sereal, gandum mengandung asam folat, serat dan zat besi yang sangat baik untuk ibu. Kandungan tersebut juga dapat mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta menjaga kesehatan bayi.

Nasi Merah

Sama seperti pada gandum, kandungan kalori pada nasi merah pun terbilang tinggi. Sehingga nasi merah masuk kriteria makanan sehat untuk ibu menyusui karena memperlancar produksi ASI.

Di samping itu, nasi merah juga dapat menahan rasa kenyang lebih lama. Sehingga nasi merah porsi kecil pun dapat membuat ibu bertahan dari rasa lapar dalam jangka waktu yang lebih lama.

Ketika ibu menyusui identik dengan lapar, nasi merah bisa menjadi jawaban. Ibu tetap bisa makan dengan porsi yang terkontrol tanpa harus terus menerus merasa lapar. 

Bayam dan Brokoli

Tak kalah penting dari karbohidrat, zat besi juga berperan penting dalam proses produksi ASI. Oleh karenanya mengkonsumsi makanan yang kaya akan zat besi bisa menjadi pilihan yang tepat.

Makanan Sehat - Broccoli

Cobalah mengkonsumsi bayam dan brokoli yang kaya akan zat besi. Ibu bisa merebus dan menjadikannya pecel, atau membuat sup bayam. Yang penting, pastikan kebersihan dan kematangan pada makanan yang ibu makan.

Kacang Hijau

Jika balita yang datang ke posyandu, biasanya anak-anak akan mendapat sari kacang hijau. Manfaat makanan sehat satu ini adalah kacang hijau memiliki banyak kandungan protein, karbohidrat, dan lemak sehat. Hal yang sama juga berlaku untuk ibu menyusui. 

Rendam kacang hijau selama 24 jam hingga kulitnya terkelupas. Kemudian olah menjadi bubur kacang hijau maupun es kacang hijau yang nikmat.

Buah Pepaya

Jangan lupa asupan buah secara rutin. Salah satunya adalah pepaya segar. Zat besi dalam buah pepaya dapat membantu melancarkan produksi ASI. 

Makanan Sehat - Pepaya

Usahakan untuk memakan buah-buahan secara utuh, termasuk buah pepaya. Ingatlah bahwa buah sudah memiliki kandungan rasa manis. Jangan sampai saat mengolah buah-buahan, ibu menambahkan gula, susu, maupun garam yang berlebihan.

Air Putih

Satu hal yang tak pernah absen dari artikel makanan sehat adalah air putih. Meski bukan makanan, ibu harus mengingat betul bahwa ASI pada dasarnya adalah air. Nah coba bayangkan bila ibu menyusui kekurangan cairan dalam tubuh.

Pastikan ibu mengkonsumsi air sesuai jumlah yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Jika takut lupa, sudah banyak aplikasi yang menyediakan layanan pengingat untuk minum air putih setiap satu jam sekali. Jadi, nggak ada alasan untuk nggak minum air putih.

Nah itu di 6 makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi ibu menyusui. Semoga bisa meningkatkan produksi ASI dan menambah energi untuk beraktivitas.

Baca Juga: Nikmatnya Wisata Kuliner Semarang, Pokoknya Harus Coba!

Menu Makan Sehat Untuk Ibu Hamil, Agar Janin Tetap Sehat

Makan Sehat – Hi Moms! Sudah siapkah Moms menyambut kehadiran buah hati? Sebagai calon orang tua, pastinya Moms ingin yang terbaik untuk anak, termasuk memberikan nutrisi terbaik.

Meski kadang mual dan muntah bisa menjadi penghilang selera makan, Moms harus memaksakan diri untuk memenuhi asupan nutrisi dengan menu makanan sehat dan bergizi dalam tubuh ya. Eits, tapi bukan berarti harus asal masuk semua, ya.

Nah, tanpa perlu bingung, berikut ini adalah daftar makan sehat untuk ibu hamil agar janin tetap sehat.

Baca juga: Cintai Jantungmu dengan Makan 6 Makanan Sehat Berikut Ini

Buah-Buahan Seperti Pisang dan Alpukat

Awal kehamilan sering ditandai dengan mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Padahal asupan nutrisi untuk bayi tak boleh berhenti. Sehingga diperlukan pola makan sehat untuk ibu hamil.

Nah konsumsi buah pisang dan alpukat dapat mengurangi rasa mual. Kandungan kalium pada pisang pun juga sangat baik untuk menjaga kadar elektrolit pada tubuh Moms agar tidak dehidrasi.

Kalium yang tinggi pada buah tersebut juga dapat mengurangi keluhan kram kaki. Padahal kram kaki sering menjadi masalah utama pada ibu hamil apalagi menjelang kelahiran.

Edamame

Tak sedikit pula ibu hamil mengalami keinginan makan yang tinggi. Daripada bingung mau makan atau ngemil aja, edamame bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sudah banyak artikel makanan sehat yang membahas manfaat edamame. Selain menyehatkan pencernaan, manfaat makanan sehat ini ialah menjaga berat badan. Edamame juga kaya vitamin C, mineral, serta antioksidan yang baik untuk tubuh.

Makan Sehat - Edamame

Nah, nggak ada salahnya Moms mengkonsumsi edamame. Baik saat dalam kondisi mengandung hingga setelah kelahiran bayi. Sebab edamame camilan sehat yang dapat menurunkan risiko sejumlah penyakit.

Sayuran Hijau Seperti Bayam dan Brokoli

Asam folat membantu mengembangkan otak, jalinan saraf, serta sumsum tulang belakang pada janin. Sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk rajin mengkonsumsi makanan tinggi asam folat.

Beberapa dokter dan bidan akan meresepkan multivitamin agar kebutuhan asam folat ini terpenuhi. Namun demikian, asam folat juga bisa ditemukan pada sayuran hijau. 

Nah, oleh karenanya ibu yang sedang hamil sebaiknya rutin mengkonsumsi sayuran hijau dengan kandungan folat yang tinggi. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan asparagus tentunya tak sulit ditemukan di pasar dan supermarket. Kreasikan menjadi sup ringan agar tidak mengakibatkan rasa mual.

Asupan Aneka Protein Seperti Telur, Ikan, dan Daging

Makanan dengan protein tinggi memiliki peran penting dalam memaksimalkan pertumbuhan jaringan. Baik jaringan tubuh hingga otak janin. Oleh karena itu, Moms harus memastikan asupan protein Moms cukup.

Protein dapat diperoleh dari telur, ikan, dan daging. Namun pastikan Moms memasak telur, daging, dan ikan sampai benar-benar matang, ya. Jangan sampai ada bagian yang masih mentah.

Makan Sehat - Protein Seperti Telur, Ikan, dan Daging

Selain protein hewani, protein juga bisa diperoleh dari konsumsi kacang-kacangan. Jadi selain ngemil edamame, jangan lupa konsumsi aneka kacang-kacangan lain.

Air Putih

Terakhir, jangan lupa untuk rutin mengonsumsi air putih. Saat Moms mual dan muntah, cairan tubuh pun ikut hilang bersama muntah tersebut. Nah, jangan sampai Moms kekurangan cairan, sebab efeknya bisa panjang sampai pada saat anak lahir nanti.

Usahakan untuk minum air putih secara rutin, dan bukan minuman ‘rasa-rasa’. Sebab pada dasarnya air putihlah yang penting untuk tubuh. Meski ada beberapa orang yang tidak menyukai air putih, ingatlah bahwa janin yang Moms kandung membutuhkannya.

Air putih sendiri mendatangkan banyak keuntungan bagi ibu hamil. Diantaranya adalah menjaga air ketuban dan plasenta. Tentunya Moms ingin persalinan lancar dan bayi lahir dengan sempurna, bukan?

Nah itulah 5 makanan sehat untuk ibu hamil, agar janin tetap sehat. Ubahlah pola makan Moms agar lebih sehat. Sehingga nutrisi yang diperlukan janin dapat seutuhnya terpenuhi.

Sembari menunggu momen kelahiran bayi, tak ada salahnya Moms melakukan foto masa kehamilan. Baik foto sederhana maupun dengan tema mewah, cetak foto masa kehamilan di ID Photobook, ya. Jasa cetak photobook satu ini menawarkan berbagai paket yang bisa disesuaikan dengan kantong.

Baca juga: 6 Makanan Sehat Yang Baik Untuk Dikonsumsi Ibu Menyusui

Apakah Dokter Kandungan Anda Sudah Tepat?

sumber: alodokter

Kalau mendengar kata ‘Dokter Kandungan’ sudah pasti hal pertama yang terlintas dalam benak kita adalah kehamilan. Ya benar, dokter yang satu ini memang erat kaitannya dengan kehamilan. Jauh sebelum memasuki fase kehamilan, dokter yang sering disebut sebagai Ahli Obgin ini pun sudah banyak membantu kita. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Dokter Kandungan adalah dokter spesialis yang menangani kita mulai dari perencanaan kehamilan, selama kehamilan, saat melahirkan, dan setelah melahirkan.

Namun, ternyata masih banyak bunda yang bingung dalam menentukan dokter kandungan yang tepat untuk mereka. Tak jarang dari mereka justru malas memeriksakan kehamilan mereka. Kebanyakan dari mereka merasa kurang cocok dengan dokter yang sekarang menangani mereka. Nah bunda, sebelum terlambat, coba cek tips cara memilih dokter kandungan yang tepat bagi bunda berikut ini ya!

Tips Memilih Dokter Kandungan yang Tepat

  1. Jenis kelamin dokter

Memang tidak ada penelitian yang mengatakan jika dokter kandungan perempuan itu tidak lebih baik dari dokter kandungan laki-laki maupun sebaliknya. Semua kembali lagi kepada kenyamanan bunda, apakah lebih nyaman dengan dokter laki-laki atau perempuan. Jika bunda seorang muslimah alangkah baiknya memilih dokter kandungan perempuan sebagai dokter bunda. Namun, dalam keadaan darurat, memilih dokter kandungan laki-laki juga diperbolehkan kok. Semua kembali pada kenyamanan bunda masing-masing ya. Jangan lupa diskusikan juga dengan suami dokter mana yang lebih baik.

2. Jarak tempuh dokter dan lama antrian

Hal ini juga perlu diperhatikan jika bunda ingin memilih dokter kandungan. Jarak tempuh yang jauh dan antrian yang panjang akan sangat menyita waktu dan tenaga. Perlu diperhatikan bahwa seorang wanita yang sedang hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah. Ia akan lebih cepat kelehahan yang nantinya akan berpengaruh pada emosi dan keadaan si bayi. Alangkah baiknya bunda mempertimbangan hal ini dengan matang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan nantinya, ya.

3. Komunikatif

Ada dokter yang cerewet, ada dokter yang langsung pada intinya. Ada pasien yang suka dengan keterangan mendetail dan ada yang tidak. Semua kembali pada apakah bunda senang dengan seseorang yang mudah membangun perbincangan atau tidak. Namun, untuk menghindari ketegangan dan rasa gugup, sebaiknya bunda memilih dokter kandungan yang komunikatif. Mereka bisa lebih membuat suasana menjadi lebih tenang sehingga bunda tidak terlalu panik dengan apa yang akan dilakukan.

Pengalaman dokter kandungan

4. Dokter muda atau dokter tua

Usia memang bukan acuan, namun hal ini berpengaruh pada pengalaman dari dokter itu. Semakin banyak pengalaman yang ia peroleh maka akan semakin baik dirinya dalam mengambil keputusan terhadap suatu hal.

5. Riwayat kesehatan diri

Ini sama dengan pengalaman dari sang dokter. Bunda bisa melihat sejarah sang dokter selama ini, jenis pasien seperti apa yang sudah pernah beliau tangani dan cocokan dengan riwayat kesehatan diri. Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan saat penanganan nantinya.

Nah bagaimana bunda, apakah sudah cukup membantu dalam menentukan dokter kandungan mana yang tepat bagi bunda nantinya? Selama proses pemeriksaan nanti bunda bisa loh mengambil momen-momen pentingnya untuk diabadikan dan dijadikan bahan cerita untuk si buah hati. Jangan lupa cetak momen itu di ID Photobook ya, bunda!

sumber:
http:// http://www.alodokter.com/bagaimana-memilih-dokter-kandungan-yang-tepat
https://family.fimela.com/seputar-kehamilan/hamil-sehat/pilih-dokter-kandungan-yang-senior-atau-masih-muda-130610m.html https://family.fimela.com/seputar-kehamilan/hamil-sehat/tips-memilih-dokter-kandungan-pertimbangkan-hal-berikut-ini-1312042-page6.html