Jaga Kesehatan: 6 Tips Hidup Sehat Di Rumah Selama Covid-19

Kesehatan – Virus Corona atau bisa juga disebut dengan severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Nama penyakit yang disebabkan oleh  infeksi virus Corona disebut COVID-19. 

Indonesia adalah salah satu negara yang terkena virus Corona. Sudah banyak korban Covid-19 di Indonesia. Banyak yang sudah sembuh, atau pun meninggal dunia. Pemerintah Indonesia  menerapkan social distancing dan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Corona.

Walaupun kamu di rumah, kamu harus tetap hidup sehat. Menjaga kesehatan itu penting karena virus Corona lebih sulit untuk menular jika kamu sehat. Ingin tahu tips hidup sehat di rumah? Yuk simak tips berikut ini guys.

Baca Juga : Bukan Alasan Malas Gerak, Ini 7 Tips Olahraga Saat Pandemi

Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan adalah salah satu cara untuk hidup sehat di rumah. Kebersihan adalah kunci utama kesehatan. Ini berlaku tidak hanya pada saat Covid-19 saja, tapi pada hari biasa juga.

Selain kebersihan rumah, kebersihan badan kamu juga harus dijaga. Mencuci tangan dan kaki secara teratur dapat meningkatkan kebersihan kamu. Tambah juga mencuci muka jika kamu baru saja keluar.

Kesehatan - Menjaga Kebersihan

Jangan lupa juga desinfektan. Semprotkan barang-barangmu yang sering kamu bawa keluar dan sentuh di rumah. Selalu bawa desinfektan untuk tangan selama kamu keluar untuk proteksi lebih.

Pola Tidur Teratur

Pola tidur juga adalah salah satu cara untuk hidup sehat. Tidur malam hari dan bangun pada pagi hari adalah pola tidur yang teratur. Tidur 6 jam sampai 8 jam adalah waktu yang ideal.

Kalau kamu kurang tidur atau kelebihan tidur itu tidak baik buat kesehatan. Keletihan bisa membuat badan tidak fit dan kamu rentan akan penyakit.

Memakan Makanan Sehat

Memakan makanan yang sehat juga salah satu tips hidup sehat di rumah. Mengkonsumsi banyak sayur-sayuran sangat baik untuk kamu. Jangan lupa juga buah-buahan.

Kesehatan - Makan Makanan Sehat

Menjaga makanan kamu saat corona itu penting. Jangan terlalu sering memesan makanan junk food. Pesanlah bahan makanan dan masak sendiri kalau kamu bisa. Kalau tidak bisa, pesan makanan yang sehat.

Tetap Beraktifitas 

Terkurung di rumah bukan jadi alasan untuk bermalas-malasan. Ada banyak kegiatan yang kamu bisa lakukan di rumah. Carilah kegiatan yang kamu senangi dan tekuni.

Selain itu kamu juga bisa mencari hobi baru, seperti membaca, menari, atau kegiatan menarik lainnya. Ini saatnya yang tepat untuk kamu mengeksplor dirimu sendiri. Kamu punya banyak waktu untuk lebih mengenal dirimu.

Olahraga

Olahraga membantu kamu untuk menjaga kesehatan. Walaupun di rumah saja, ada banyak olahraga yang bisa kamu lakukan loh. Senam, yoga, sit up, push up, mengangkat barbel, dan masih banyak lagi.

Kesehatan - Tetap Olah Raga

Olahraga secukupnya saja, jangan terlalu banyak yang penting teratur. Olahraga yang berlebihan bisa membuat badan kamu lelah dan malah membuatmu jatuh sakit. Yang penting kamu olahraga teratur, tidak banyak tapi konsisten setiap hari.

Menjaga Kesehatan Mental

Selain kesehatan badan, kesehatan mental jangan dilupakan. Stress yang berlebih dapat mempengaruhi kesehatan anda. Jagalah kesehatan mental anda dengan mengisi waktu luang kamu. Jangan terlalu berpikir berlebihan.

Social distancing membuat kamu tidak bisa bertemu dengan teman atau keluarga di luar. Sering-sering telpon atau berkomunikasi dengan mereka. Selain menjaga tali hubungan, tetap berkomunikasi dengan mereka juga membantu kesehatan mental kamu.

Nah itulah tips-tips untuk hidup sehat di rumah. Jangan lupa selalu menjaga kesehatanmu di rumah. Kalau kamu keluar jangan lupa pakai masker dan menjaga jarak dengan orang lain.

Kita memang sedang dalam masa yang sulit tapi tetap yakin dan percaya jika masa ini akan kita lewati dengan bersama.

Baca juga: Nggak Bisa Ke Gym Saat Pandemi? Yuk Jaga Kesehatan Di Rumah

Nggak Bisa Ke Gym Saat Pandemi? Yuk Jaga Kesehatan Di Rumah

Kesehatan – Meskipun kamu di rumah saja selama pandemi, hidup sehat tidak boleh dilupakan. Menjaga kesehatan sangat penting di masa pandemi ini. Tubuh yang sehat dan kuat dapat mengurangi resiko kamu untuk terkena virus Corona.

Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap kuat dan bugar. Selama pandemi banyak tempat-tempat berolahraga dan gym tutup, begitu juga tempat-tempat umum seperti taman.

Kamu bingung mau olahraga dimana? Tidak usah bingung, kamu bisa loh olahraga di rumah kamu sendiri. Berolahraga di rumah menjadi pilihan untuk tetap menjaga kesehatan selama pandemi. Tidak usah perlu keluar, cukup di dalam rumah atau di halaman rumah kamu sudah bisa berolahraga.

Mau tau olahraga apa saja yang bisa kamu lakukan di rumah? Yuk simak tips olahraga di rumah berikut. 

Baca juga: Bukan Alasan Malas Gerak, Ini 7 Tips Olahraga Saat Pandemi

Yoga

Olahraga yang aman untuk dilakukan adalah yoga. Kamu tidak usah keluar rumah, bisa di dalam rumah atau di halaman rumah. Cukup sediakan tempat datar dan alas untuk yoga.

Yoga bisa mengurangi nyeri sendi, melatih otot, menurunkan berat badan, meningkatkan kekebalan tubuh, memperlancar peredaran darah, melangsingkan perut, mengurangi stres, dan masih banyak lagi.

Yoga tidak hanya untuk wanita, tetapi juga pria. Kamu bisa memulai dari yoga dasar dan terus sampai tingkat yang lebih lanjut, sesuai dengan kemampuan kamu. Kamu bisa cari video di youtube untuk lebih lanjut.

Plank

Kamu semua pasti tahu plank. Plank kelihatan simple tapi sulit untuk dilakukan. Kamu butuh usaha lebih untuk melakukan olahraga ini. 

Kesehatan - Plank

Manfaat dari plank adalah memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas badan, dan juga memperkuat otot.

Untuk melakukan plank kamu cuma butuh alas matras atau tanpa alas pun bisa. Yang penting lantai rata. Ada macam-macam variasi plank, kamu bisa memilih yang nyaman untuk dilakukan sesuai dengan yang kamu suka. 

Senam Aerobik 

Senam aerobik adalah salah satu olahraga yang kamu bisa lakukan di rumah. Tidak perlu alat apapun, hanya badan kamu sendiri. Tapi kamu bisa juga memutar lagu untuk menambah semangat senam.

Senam aerobik juga bisa dilakukan bersama anggota keluarga lainnya. Aktivitas olahraga kamu pun semakin menyenangkan bersama keluarga. Selain sehat, kamu juga semakin dekat dengan keluargamu.

Untuk cara senam aerobik, kamu bisa mencari di youtube instruksi-instruksi senam. Kamu bisa memilih salah satu video dan mengikuti gerakan dari instruktur senam tersebut.

Lompat Tali

Olahraga lompat tali atau lebih dikenal dengan nama skipping adalah olahraga yang cocok dilakukan di rumah. Olahraga ini hampir mirip dengan jumping jack, tapi kamu membutuhkan alat bantu tali untuk melompat.

Kesehatan - Lompat Tali

Manfaat dari lompat tali adalah memperkuat otot kaki, memperkuat jantung , meningkatkan koordinasi badan.

Jumping Jack

Jumping jack juga cara berolahraga di rumah yang aman untuk dilakukan. Kamu cukup punya sepatu olahraga yang nyaman dan kamu bisa melakukannya.

Manfaat dari jumping jack adalah mengurangi resiko penyakit jantung, memperkuat otot paha, otot betis, bokong, dan bahu.

Cara melakukan jumping jack adalah kamu melompat di tempat. Olahraga ini sangat simpel. Untuk cara melakukan jumping jack lebih lanjut kamu bisa melihat video di youtube.

Sit Up

Sit up juga merupakan olahraga sederhana yang bisa kamu lakukan. Ada beberapa cara melakukan sit up tapi kamu bisa pilih yang sesuai dengan yang kamu suka.

Kesehatan - Sit Up

Manfaat dari sit up adalah memperkuat otot perut, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur badan.

Push Up

Selain sit up, ada juga olahraga push up. Olahraga ini hampir sama dengan sit up, kamu tidak perlu alat bantu, hanya alas atau lantai datar.

Ada banyak manfaat dari push up, yaitu: melatih otot, memperbaiki postur tubuh, mencegah cedera bahu, meningkatkan sistem kardiovaskular, dan masih banyak lagi.

Selalu ingat jangan berlebihan push up dan sit up. Push up yang berlebihan dapat mengakibatkan nyeri otot. Mulailah dari jumlah yang kecil dan bertahap tambah jumlah push up kalian. 

Nah itulah tips berolahraga di rumah, tidak perlu keluar rumah kamu bisa melakukan olahraga tersebut. Tidak perlu alat-alat bantu olahraga yang mahal atau berat, semua olahraga yang telah kita kasih tahu bisa kamu lakukan.

Jangan malas untuk berolahraga, kesehatan adalah kunci utama mengurangi resiko terjangkit virus Corona. Kita semua pasti bisa tetap sehat dan melewati masa-masa pandemi ini. Tetap semangat dan jaga kesehatan kalian ya guys!

Baca juga: Bisa Berujung Depresi! Yuk Pelajari Dampak Stres Pada Remaja

Bukan Alasan Malas Gerak, Ini 7 Tips Olahraga Saat Pandemi

Olahraga Saat Pandemi – Pandemi Covid-19 memang membawa banyak perubahan kepada kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari, salah satunya perubahan kita terhadap kebiasaan olahraga.

Tidak sedikit orang yang takut untuk olahraga saat pandemi covid, padahal ada beberapa manfaat olahraga saat pandemi virus corona seperti halnya menjaga tubuh kita agar tetap sehat.

Untuk kamu yang ingin berolahraga saat pandemi, yuk simak 7 tips olahraga saat pandemi berikut.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Simak Penjelasannya Yuk!

Olahraga di Rumah

Pandemi Covid-19 bukan menjadi alasanmu untuk mengurangi aktivitas olahraga. Kamu malah bisa mencoba untuk memulai berolahraga di rumah loh. Olahraga saat pandemi di rumah mungkin jauh lebih aman dibandingkan berolahraga di tempat umum. Sebab kamu tidak perlu bertemu dengan banyak orang.

Olahraga Saat Pandemi - Olahraga di Rumah

Berolahraga di rumah juga dapat kamu lakukan dengan berbagai cara untuk membuatnya lebih menyenangkan. Kamu dapat berolahraga bersama teman melalui video call, berolahraga sambil menonton, atau bahkan kamu dapat berolahraga bersama keluargamu seperti senam bersama.

Periksa Kondisi Badanmu Sebelum Berolahraga

Bagi sebagian orang, pandemi Covid-19 bukan menjadi halangan untuk berolahraga di luar rumah. Nah, bagi kamu yang berolahraga di luar rumah lebih baik periksa kondisimu sebelum keluar rumah, ya!

Sebelum keluar rumah ada baiknya kamu memeriksa kondisi badanmu sendiri. Mulai dari suhu tubuh dan apakah kamu mengalami gangguan seperti batuk, sakit tenggorokan, atau sesak nafas.

Jika kamu merasa kurang enak badan atau mengalami gejala sakit, lebih baik berolahraga di rumah atau beristirahat saja. Selain mencegah dirimu tertular, kamu juga dapat mencegah kondisi badanmu makin memburuk. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, bukan?

Hindari Olahraga dengan Banyak Kontak Fisik

Olahraga tim dengan banyak orang memang menyenangkan, terutama olahraga permainan yang memiliki kontak fisik seperti bermain futsal, sepak bola, bola basket, dan lainnya. Selama pandemi Covid-19 tidak ada salahnya untuk mengurangi olahraga yang memiliki banyak kontak fisik.

Olahraga saat pandemi - Jauhi Kerumunan pandemi - Jauhi Kerumunan

Meskipun menyenangkan, namun olahraga dengan banyak kontak fisik juga berisiko selama musim pandemi ini. Bukan berarti kamu tidak bisa berolahraga secara kelompok loh. Kamu juga bisa berolahraga kelompok yang tidak terlalu banyak mengharuskanmu kontak fisik loh, seperti berlari, bersepeda, bermain bulu tangkis, bermain tenis, atau mungkin bermain tenis meja.

Bawa Peralatan Pribadi

Saat berolahraga terkadang kamu memerlukan beberapa peralatan untuk menunjangmu. Selama pandemi Covid-19, lebih baik kamu membawa peralatan pribadi yang kamu bawa dari rumah untuk menghindari meminjam dari orang lain.

Contoh kecilnya adalah kamu dapat membawa minum sendiri rumah. Dengan membawa minum dari rumah, kamu menghindari kontak fisik dengan orang lain yang biasanya kamu lakukan saat membeli minuman dan bahkan kamu dapat membantu mengurangi sampah plastik jika kamu menggunakan tempat minuman yang dapat dipakai berulang kali.

Patuhi Protokol Kesehatan

Selama berolahraga di luar terutama di tempat umum saat pandemi, sudah pasti kamu harus mematuhi protokol kesehatan untuk menjaga diri sendiri dan juga orang lain.

Kamu dapat menggunakan masker saat berolahraga jika melakukan olahraga yang cukup ringan hingga sedang seperti saat bersepeda santai atau berjalan santai.

Olahraga saat pandemi - Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Selain menggunakan masker, jangan lupa mencuci tanganmu. Kamu dapat mencuci tangan sebelum dan juga setelah olahraga agar mengurangi risiko dari adanya penularan.

Jangan lupa juga untuk menjaga jarakmu selama berolahraga di tempat umum. Menjaga jarak tidak hanya dilakukan saat kamu berolahraga saja, tetapi juga saat istirahat atau makan bersama setelah usai berolahraga.

Jangan Menyentuh Wajah!

Terkadang kita secara tiba-tiba akan mengusap wajah kita ketika berolahraga, terutama untuk mengelap keringat. Hal tersebut sebaiknya tidak kamu lakukan saat berolahraga di masa pandemi ini.

Sebaiknya gunakan lah sesuatu yang bersih seperti handuk bersih dan tisu yang bersih untuk mengelap keringat dari wajahmu usai atau saat berolahraga. Kamu juga bisa terlebih dahulu mencuci tangan sebelum mengusap wajahmu.

Bersihkan Diri Usai Berolahraga

Setelah berolahraga terutama saat berolahraga di luar rumah, bersihkan dirimu terlebih dahulu sebelum melakukan hal lain.

Membersihkan dirimu bisa kamu lakukan dengan cuci tangan, mandi, dan langsung mengganti pakaianmu. Hal tersebut membantu kamu mengurangi risiko membawa virus ke rumah.

Olahraga saat pandemi - Bersihkan Diri

Berolahraga memang penting bagi kesehatan tubuhmu, tapi mematuhi protokol kesehatan jauh lebih penting di tengah pandemi Covid-19 ini agar pandemi ini cepat usai.

Semoga 7 tips olahraga saat pandemi di atas dapat membantumu ya! Tetaplah jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan!

Baca Juga: 4 Cara Sederhana Untuk Mengatasi Stres Pada Ibu Rumah Tangga

Bisa Berujung Depresi! Yuk Pelajari Dampak Stres Pada Remaja

Stres Pada Remaja – Usia remaja adalah masa-masa paling indah. Pada masa ini anak mulai mengenal warna-warna indah. Tak hanya hitam dan putih, remaja juga mulai mengenal hal-hal seperti cinta, persahabatan sejati hingga mimpi-mimpi.

Namun para remaja yang sedang semangat ini belum memiliki emosi yang stabil. Masih sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri. Sehingga tak heran jika mereka masih suka meledak-ledak. Misalnya terlalu bahagia, terlalu sedih, juga terlalu marah.

Lonjakan-lonjakan emosi ini diperparah dengan adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Baik dari teman, pendidikan, orang tua, hingga pacar atau gebetan.

Tekanan tersebut semakin nyata dengan adanya media sosial, dimana praktik perundungan makin sering terjadi. Akibatnya stres pada remaja adalah persoalan yang sering muncul dewasa ini.

Jangan anggap remeh kondisi stres pada remaja. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan emosional yang akhirnya dapat berujung pada depresi. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang dampak stres pada remaja

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

Memicu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan stres pada anak. Misalnya perundungan, minimnya komunikasi, hingga hubungan asmara yang tak berjalan lancar. Taukah Anda bahwa stres berat dapat memicu post traumatic stress disorder (PTSD)?

PTSD merupakan akibat yang dirasakan seseorang setelah mengalami suatu kondisi traumatis. Misalnya kecelakaan, bencana alam, kekerasan dan penyiksaan, hingga tindak kriminal sadis. Termasuk kasus perundungan dan kekerasan dalam bentuk apapun. 

Menjadi catatan penting ialah remaja tak perlu mengalami kekerasan untuk bisa trauma. Bisa saja mereka hanya sekilas melihat tindak kekerasan, baik di rumah maupun di di sekolah, lalu mengalami trauma. Kondisi ini marak terjadi terutama pada kasus yang melibatkan orang-orang terdekat.

Memang tidak semua anak yang mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan akan mengalami gangguan ini. Namun, orang tua perlu waspada agar bisa memberikan bantuan yang tepat bagi anak.

Penderita PTSD biasanya menunjukkan gejala seperti sering gelisah, mimpi buruk, hingga sulit tidur. Kadang kala kondisi ini dibarengi dengan serangan panik. Nah, Parents, berkonsultasi dengan psikolog menjadi pilihan yang tepat saat anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda stress pada remaja semacam ini.

Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Kondisi stres dapat mengganggu kinerja hipotalamus selaku bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Terganggunya hipotalamus menyebabkan hormon dalam tubuh perempuan menjadi tidak seimbang. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Stres Pada Remaja - Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Hal utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan meredakan stres. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Sebab baik mengkonsumsi sayuran dan buah dapat menghasilkan hormon kristosol yang dapat mengendalikan stres. 

Selain itu orang tua bisa membantu sejak anak mulai menunjukkan gejala stres pada remaja. Jadi Ketika anak mulai terlihat jenuh, kesulitan tidur dan berkonsentrasi, bermimpi buruk hingga mudah cemas, carilah cara untuk meredakan stres.

Misalnya dengan mengajak anak untuk berolahraga ringan seperti senam dan yoga. Apabila memang diperlukan, tak ada salahnya untuk mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog. Ingat, konsultasi dapat menjadi pilihan yang tepat jika stres pada anak tak kunjung reda.

Melewatkan Kesempatan Karena Psikosomatis

Stres menempatkan tubuh pada kondisi tegang setiap saat. Oleh karenanya anak remaja yang sedang stres akan sering mengeluh badannya pegal dan merasa lelah meski tak banyak aktivitas.

Kondisi tertekan juga dapat memanipulasi otak untuk merasakan sakit pada bagian-bagian tertentu. Rasa sakit fisik yang diakibatkan stres dapat disebut psikosomatis. Rasa sakit ini dapat berpindah-pindah namun biasanya seputar organ pencernaan dan kepala.

Kedengarannya memang sederhana, namun jangan sampai mewajarkan kondisi ini. Jika psikosomatis terus menerus kambuh, kondisi ini bisa dibawa sampai mereka dewasa. Bisa jadi anak malah melewatkan kesempatan emas karena terlalu tegang.

Misalnya kesempatan untuk mengerjakan soal ujian dengan maksimal namun karena harus menahan rasa sakit, anak jadi sulit berkonsentrasi. Sayang kan kalau sampai benar-benar kejadian.

Gangguan Kecemasan dan Depresi

Stres memiliki pengaruh langsung pada kondisi kesehatan mental anak. Terutama pada kasus dimana anak remaja kesulitan mencari tempat untuk bercerita. Baik karena tak memiliki teman dekat yang nyaman maupun karena orang tua yang tidak bersahabat.

Minimnya komunikasi ini akan membuat anak merasa kesepian dan sendirian. Akhirnya mereka hanya bisa memendam tanpa tau bagaimana cara yang tepat untuk mengolah emosi dan stres. Kondisi stres yang berlarut-larut ini akan memicu stres berat yang kemudian berujung pada depresi.

Stres Pada Remaja - Gangguan Kecemasan

Stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Jika stres masih bisa diolah dan dijadikan motivasi, depresi menjadi titik terendah manusia. Pada kondisi depresi seorang remaja dapat merasa sedih selama berminggu-minggu tanpa ada gairah untuk melakukan sesuatu.

Selanjutnya depresi dapat menghilangkan rasa percaya diri dan penghargaan diri. Penderita depresi memiliki pemikiran negatif yang konstan dan dapat menghasilkan dorongan untuk melukai diri sendiri hingga bunuh diri.

Oleh karenanya, orang tua perlu waspada jika anak remaja mulai menunjukkan tanda stres berat dan depresi. Jangan sungkan dan segera konsultasikan kondisi anak ke psikolog maupun psikiater agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

Nah itu dia dampak stres pada remaja. Baik kondisi fisik maupun mental, keduanya perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus.

Menjadi orang tua saat menghadapi anak yang sedang stres memang tidak mudah. Penuh kekhawatiran sekaligus kesabaran ekstra. Namun ingatlah bahwa komitmen Anda yang membawa anak lahir dan menjalani hidup di dunia. Sudah selayaknya Anda bersikap dewasa dengan berusaha memahami kondisi anak.

Baca juga: Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Yuk Kita Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

Tumbuh Kembang – Seperti yang kita lihat pada umumnya, anak usia 6 tahun sudah disiapkan untuk masuk ke bangku sekolah. Bila sebelumnya anak sudah diikutkan paud, playgroup, maupun taman kanak-kanak, sekarang saatnya anak naik ke jenjang pendidikan yang lebih formal.

Apakah anak siap dilepas secara mandiri untuk sekolah? Dan apakah kita sebagai orang tua sudah siap untuk melepas anak kita?

Perasaan cemas dan khawatir seperti itu adalah hal yang wajar. Namun, sebagai orang tua, kita pun harus menyadari bahwa pendidikan formal juga membantu anak dalam memenuhi tahapan tumbuh kembang anak usia dini.

Sekolah juga mengajarkan anak untuk lebih disiplin serta berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Di samping itu, anak juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan padanya.

Lantas bagaimana dengan sikap yang harus diambil orang tua? Tentu saja Anda tidak bisa lepas tanggung jawab dan membebankan pada guru sepenuhnya. Justru memasuki usia sekolah, peran orang tua semakin penting dalam berikan perhatian dan dukungan.

Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak usia sekolah yang harus diperhatikan orang tua.

Baca juga: Hi Parents! Pastikan Anak Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang, Yuk

Usia 6 Tahun

Pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan koordinasi yang baik. Sehingga tak diragukan lagi bagaimana mereka aktif bermain dan menyukai olahraga. Anak juga akan mulai menunjukkan keterampilan menggunting, menulis, hingga menggunakan peralatan makan dengan benar.

Imajinasi anak yang sebelumnya terus berkembang liar, kini mulai berkurang. Anak sudah bisa mengenali temannya serta mengurangi intesnsitasnya bermain dengan teman imajinasinya. Namun demikian, imajinasi anak bukan lantas menghilang, imajinasi itu tetap melainkan tetap aktif untuk hal-hal yang nyata seperti warna.

Pada usia ini sebaiknya Anda mulai melatih kemampuan anak untuk menyelesaikan permasalahan sendiri. Meski tetap dengan pendampingan, mulailah mendorong anak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Ajari anak anda untuk peduli pada orang lain serta memahami konsep nilai kerja tim. Di samping itu, sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang bagaimana cara menyuarakan emosi dengan benar, tanpa selalu menangis maupun mengamuk.

Usia 7 Tahun

Anak usia 7 tahun sudah mulai menunjukkan minat belajar tertentu, baik belajar mandiri maupun bersama teman-teman. Pada usia ini pula anak sudah bisa melihat perbedaan dan persamaan dengan teman-teman sebayanya. Dari situ pula mereka sudah bisa menemukan kecocokan bermain dengan teman-temannya sehingga mengeratkan hubungan persahabatan.

Dari segi kemampuan berbahasa, anak usia 7 tahun sudah memiliki kemampuan membaca yang lancar. Mereka juga sudah bisa menyusun kalimat lengkap tanpa bantuan serta memahami bahwa pada kata atau kalimat tertentu dapat bermakna lain.

Tumbuh Kembang - 7 Year Old

Di samping itu mereka juga mulai menunjukkan minat pada bidang seni dan olah raga. Bersikaplah terbuka dengan segala kemungkinan minat bakat ini supaya anak bisa menyampaikan keinginan dan minatnya. Kemudian bantulah anak untuk memetakan bakat dan minatnya.

Apabila memungkinkan, libatkan anak dalam kegiatan berkelompok maupun les privat. Tak ada salahnya Anda mendampingi saat anak mengeksplorasi bakat dan minat tersebut. Jangan lupa abadikan proses belajar anak dan prestasinya. Anda bisa mencetak momen membanggakan itu dalam photobook unik di  ID Photobook.

Usia 8 Tahun

Setelah mulai merasakan empati pada orang lain, memasuki usia 8 tahun anak akan mulai memahami pola pikir orang lain. Dari situ anak akan mulai memahami apabila ada pendapat orang lain yang berbeda darinya. Namun demikian, cara berpikir mereka masih dipengaruhi perasaan dan emosinya.

Perkembangan berhitung mereka juga mulai meningkat. Begitu juga dengan kemampuan mereka untuk mengenal konsep uang. Berilah pengertian kepada anak untuk mengenal konsep menabung serta manfaatnya. Anda bisa melakukannya dengan memberikan contoh menabung sambil mengajak anak untuk menabung.

Mulailah mengajari anak tentang konsep benar atau salah. Sering-seringlah mengajak anak berbicara berbagai topik. Anda bisa mulai topik diskusi seperti persahabatan anak dan temannya, tekanan yang mungkin dirasakan, pemahaman tentang seks hingga kekerasan. Jangan sampai anak Anda merasa dirundung maupun merundung teman-temannya.

Usia 9 Tahun

Memasuki usia 9 tahun anak memiliki pemikiran yang lebih mandiri serta mampu mengambil keputusan sendiri. Nilai-nilai persahabatan yang dikenal dari teman-temannya pun akan semakin mengikat hubungan di antara mereka. Apalagi pada usia ini mereka sudah memiliki kepekaan rasa sehingga mampu berempati pada orang lain.

Jangan heran jika anak Anda tiba-tiba memiliki ketertarikan atau menyukai lawan jenisnya meski sebagian besar anak sering kali menyangkalnya. Beberapa di antara mereka juga sudah memasuki masa pubertas. Maka berikan pemahaman dan penjelasan lebih lanjut terkait edukasi seks serta persahabatan.

Perkembangan bahasa pada anak juga sudah mengalami perkembangan. Selain semakin mahir membaca dan menulis, anak sudah bisa menyalurkan emosinya melalui tulisan. Oleh karenanya sangat baik apabila orang tua mendukungnya dengan memberikan buku bacaan yang bervariasi.

Usia 10 Tahun

Pada usia 10 tahun anak-anak sudah memasuki usia pubertas. Seringkali anak perempuan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding anak laki-laki. Di samping itu, perubahan ciri-ciri fisik di antara mereka pun semakin tampak.

Sering kali perbedaan ini membuat anak merasa tidak nyaman dan bahkan malu. Oleh karenanya sangat penting bagi Anda untuk memahami serta memberikan pengertian tentang apa yang sedang dialami anak. Bantulah anak untuk mengolah emosi seperti rasa malu serta kecenderungan menjadi tidak percaya diri.

Tumbuh Kembang - 10 Year Old

Pubertas juga membuat emosi anak cepat berubah dan meledak-ledak. Anak bisa merasa senang dan bersemangat namun tiba-tiba down. Sangat penting apabila anak diberi ruang untuk berekspresi, namun jangan sampai anak bertindak semaunya. 

Usia sepuluh tahun menjadi penting bagi anak karena mereka dikenalkan dengan beragam emosi baru. Bantulah anak untuk mengerti perasaan yang mereka alami serta memahami bagaimana cara untuk menghadapi perasaan tersebut. 

Nah itulah tahapan tumbuh kembang anak usia 6 sampai 10 tahun yang harus dipahami anak. Mulai dari masuk sekolah hingga mulai memasuki usia remaja. Tentu saja akan ada banyak perubahan yang dihadapi orang tua. Namun, ingatlah bahwa anak Anda juga sedang menghadapi perubahan-perubahan baik dari fisik maupun emosionalnya.

Oleh karenanya sangat penting bagi orang tua untuk memahaminya dan tak terlalu melibatkan emosi negatif saat menghadapinya. Berikanlah ketegasan dan bukan kemarahan pada anak.

Baca juga: Momen Spesial Bersama Anak Ini Harus Abadi Dalam Photobook!