7 Tips Belajar Efektif dan Menyenangkan di Rumah

Tips Belajar – Pernah nggak rasanya sudah belajar untuk waktu yang lama namun hasilnya masih saja tidak maksimal? Udah begadang semalaman tapi nggak ada materi yang masuk. Padahal rasanya kepala sudah sampai panas namun nilainya tak kunjung memuaskan.

.Wah, bisa jadi ada yang salah dengan cara belajar kamu. Misalnya kamu belajar terus menerus tanpa memberi jeda untuk istirahat. Atau misalnya kamu menggunakan sistem kebut semalam. Itu tanda-tanda cara belajar kamu tidak efektif.

Emangnya ada ya cara belajar yang efektif dan menyenangkan? Tentu saja ada! Bahkan faktanya cara belajar setiap orang bisa berbeda. Jadi untuk bisa belajar dengan cara yang efektif bisa berbeda-beda tiap orangnya.

Di tengah situasi yang serba sulit seperti ini, kamu dipaksa untuk harus bisa belajar sendiri di rumah. Apalagi kalau kamu yang biasa belajar di tengah pengawasan, bisa jadi kebiasaan baru ini membawa masalah untuk kamu.

Tapi nggak usah khawatir. Berikut ini adalah tips belajar efektif yang bisa kamu coba praktikan di rumah. 

Baca juga: Social Distancing? Simak 6 Tips Belajar Selama Masa Pandemi

Temukan Pola Belajar Yang Sesuai Untuk Kamu

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya. Setiap orang bisa memiliki pola belajar yang berbeda. Ada yang harus ditemani musik, ada yang harus bersama teman, namun juga ada yang harus belajar sendirian dan dalam keheningan.

Jadi, cara belajar efektif di rumah yang pertama adalah mengenali pola belajar yang sesuai untuk kamu sendiri. Misalnya kamu hanya bisa fokus saat suasana hening. Konsentrasi kamu bisa pecah kalau mendengar suara sedikitpun. Nah itu tandanya kamu harus belajar di tempat yang sunyi, dan jauh dari keramaian.

Namun kalau tipe belajar kamu harus bersama teman, maka carilah kelompok belajar yang pas. Ingat kelompok belajar, bukan kelompok belajar. Meski harus bersama teman-teman, ingatlah bahwa tujuan kamu adalah belajar, jadi kamu harus tetap fokus.

Kalau kamu belajar harus dengan pendampingan, mintalah orang tua untuk mendampingi kamu. Atau kamu bisa video call dengan guru les privat atau teman kamu. Ingat ya, meski kesannya santai dan boleh video call, kamu harus tetap fokus dengan tujuan awal untuk belajar.

Tentukan Waktu Belajar Yang Tepat

Tak hanya pola belajar, waktu juga bisa menentukan efektivitas belajar kamu. Misalnya kamu harus belajar dengan suasana tenang tanpa suara. Maka pilihlah waktu belajar pada malam hari atau dini hari saat orang-orang tak banyak beraktivitas.

Kamu bisa memasang alarm agar kamu bisa terjaga. Kalau takut nggak bangun, kamu bisa pasang banyak alarm sekaligus. Jangan sungkan minta tolong dibangunkan keluarga atau teman agar kamu bisa terjaga dan belajar.

Tips Belajar - Tentukan Waktu Belajar Yang Tepat

Kalau kamu bisa belajar tanpa harus dalam suasana hening, itu tandanya kamu hampir bisa belajar kapan saja. Namun ini bukan berarti kamu jadi menunda-nunda belajar. Buatlah jadwal belajar dan patuhilah jadwal tersebut.

Jauhkan Segala Jenis Godaan Belajar

Saat menentukan waktu yang tepat untuk belajar kamu harus berkomitmen 100% untuk belajar. Kamu tidak boleh mengatakan “hanya lima menit” karena ternyata 5 menit itu bisa menjadi 2 jam.

Jadi tips belajar di rumah selanjutnya adalah menjauhkan segala jenis godaan belajar. Kamu bisa pilih tempat belajar yang jauh dari tv maupun sanak saudara yang sedang menonton tv.

Kalau kamu belajar dengan menggunakan gawai, matikan dulu semua notifikasi selama kamu belajar. Hal ini untuk menghindarkan kamu dari godaan untuk membuka chat atau aplikasi tertentu selama kamu belajar. Selain itu, kamu juga bisa lebih fokus pada materi pelajaran yang ada di hadapan kamu.

Sempatkan Istirahat

Sama seperti ketika kamu belajar di sekolah, pasti ada jam istirahat. Begitu juga ketika kamu belajar di rumah. Menyempatkan waktu untuk istirahat merupakan tips belajar efektif saat pandemi yang nggak kalah penting.

Jangan paksakan belajar untuk waktu yang panjang tanpa istirahat. Bisa-bisa otak malah capek dan nggak ada materi yang terserap. Alhasil belajar kamu jadi nggak efektif dan cuma bikin capek.

Mainkan Musik Agar Pikiran Tenang

Tips belajar daring agar tidak bosan berikutnya adalah menyalakan musik. Nggak perlu keras-keras, cukup sayup-sayup yang penting bisa membantu kamu untuk rileks. Sebab faktanya, saat berada dalam kondisi rileks, akan lebih banyak informasi yang bisa tersampaikan ke otak. 

Tips Belajar - Mainkan Musik Agar Pikiran Tenang

Eits, tapi ingat, menyalakan lagu atau musik bukan berarti kamu bebas karokean ya. Selesaikan dulu agenda belajar kamu. Kalau sudah selesai dan capek, baru deh kamu bisa karokean untuk melepas penat.

Mencicil Belajar

Coba diingat lagi, pernahkah guru menyampaikan materi belajar satu semester dalam satu hari? Guru yang baik pastinya akan membagi materi tersebut dalam beberapa pertemuan. Penyamapaiannya pun dilakukan secara bertahap.

Nah, pola belajar di sekolah ini menjadi tips belajar di rumah selanjutnya. Kamu bisa praktikan belajar dengan cara bertahap atau dicicil.

Alasannya sederhana, yakni kamu tidak bisa menghabiskan seekor gajah dalam satu hari. Gajah harus dihabiskan secara bertahap, bagian demi bagian. Dengan begitu kamu nggak akan mengeluh sakit perut atau muak.

Sama seperti pelajaran yang harus kamu pelajari. Kamu harus mencicil belajar sedikit demi sedikit agar bisa memahami materi pelajaran secara menyeluruh. Dengan begitu, kamu bisa memahami materi tanpa harus pusing, capek, maupun muak belajar.

Sempatkan Waktu Untuk Berolahraga

Meski kedengarannya tidak berhubungan, rajin berolahraga bisa membantu proses belajar kamu menjadi semakin efektif. Sebab olahraga dapat membantu tubuh untuk melepas stres dan penat.

Nggak harus olahraga berat seperti kardio atau angkat beban. Kamu bisa senam-senam kecil maupun yoga. Atau kamu bisa workout 20 menit setiap harinya.

Jika stres dan penat hilang, kamu bisa menyerap materi pelajaran secara efektif. Dengan rutin berolahraga, kamu bisa sekalian bakar lemak yang tertimbun selama berdiam diri di rumah. Lumayan kan!

Nah itu dia tips belajar efektif dan menyenangkan yang bisa kamu praktikan di rumah. Jadikan belajar sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bukan ancaman yang menegangkan.

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

9 Tips Mengajarkan Bahasa Inggris kepada Anak Tersayang

Bahasa Inggris – Bahasa Inggris adalah bahasa yang telah menjadi bahasa internasional. Untuk berkomunikasi antar mancanegara dibutuhkan kemampuan berbahasa Inggris yang bagus dan benar. 

Kemampuan berbahasa Inggris sangat penting mengingat kita berada di masa globalisasi dan modern ini. Membekalkan anak kita dengan Bahasa Inggris akan sangat membantu mereka di masa depan. Baik untuk diri mereka sendiri atau untuk mencari pekerjaan di masa depan.

Memulai Belajar bahasa inggris sejak kecil sangat baik karena anak kecil lebih cepat menyerap kemampuan berbahasa. Selain itu kemampuan motorik oral anak masih berkembang sehingga memudahkan untuk melafalkan kata-kata.

Banyak orang dewasa yang terlambat belajar bahasa dan membuat mereka kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang asing ataupun untuk mendapatkan pekerjaan. 

Ada banyak cara mengajari anak belajar Bahasa Inggris. Ingin tau lebih lanjut? Yuk simak tips belajar bahasa inggris bersama anak berikut.

Baca juga: Personal Branding pada Anak

Belajar Setiap Hari

Belajar Bahasa Inggris setiap hari sangat penting karena semakin sering anak terekspos Bahasa Inggris, semakin mudah anak untuk mengenal dan menyukai bahasa tersebut. Belajar Bahasa Inggris tidak perlu lama, cukup 15 sampai 60 menit sehari. Yang penting  dalam belajar bahasa adalah secara teratur sehingga anak terbiasa dengan Bahasa Inggris.

Belajar Menggunakan Permainan

Mengajarkan anak belajar belajar Bahasa Inggris dasar dengan menyenangkan akan sangat membantu anak untuk menyukai Bahasa Inggris. Games dan Flash Card adalah salah satu belajar secara menyenangkan. Sambil bermain game, anak tidak merasa sedang belajar dan akan lebih semangat untuk belajar.

Bahasa Inggris - Lewat Permainan

Belajar Menggunakan Film Kartun

Anak kecil suka menonton kartun. Menonton film juga adalah salah satu cara belajar Bahasa Inggris. Ada banyak film kartun untuk anak, seperti Dora the Explorer, Blue’s Clues, dan seterusnya. Film kartun tersebut didesain khusus untuk membantu anak belajar.

Belajar Dengan Lagu

Belajar Bahasa Inggris melalui lagu adalah salah satu cara melatih pengucapan anak. Dan banyak lagu Bahasa Inggris untuk anak yang sangat populer dan membantu anak dalam mengenal kosakata baru, contohnya: Five Little Duck, Are You Sleeping, Five Little Monkeys, Twinkle Twinkle Little Stars, dan masih banyak lagi. 

Belajar Dengan Buku Gambar

Buku cerita anak dengan gambar sangat menarik perhatian anak. Selain anak tertarik dengan ceritanya, buku gambar membantu anak membayangkan  ceritanya dengan jelas di pikiran mereka.

Bahasa Inggris - Buku Gambar

Grammar Bukan Nomor Satu

Grammar atau tata bahasa adalah dasar dari Bahasa Inggris, akan tetapi grammar bukanlah nomor satu yang harus diutamakan pada anak. Kesalahan pada grammar wajar untuk anak kecil, bahkan untuk anak native speaker. 

Yang terpenting dalam belajar Bahasa Inggris adalah anak tidak takut untuk melakukan kesalahan dan tidak malu untuk berbicara dalam Bahasa Inggris. Jika kita sering membenarkan grammar mereka, mereka akan cenderung untuk menahan apa yang mereka lakukan karena takut salah.

Mengucapkan Dengan Benar

Pronunciation atau cara melafalkan malah sangat penting untuk diterapkan. Jika anak terlalu sering salah mengucapkan, maka itu akan menjadi kebiasaan dan mereka akan selalu salah dalam melafalkan kata.

Selain itu dengan mengucapkan dengan benar, otomatis lidah juga terlatih untuk mengucapkan kata tersebut. Banyak orang dewasa yang kesulitan melafalkan karena lidah mereka tidak terlatih atau tidak pernah mengucapkan kata tersebut.

Bahasa Inggris Dalam Keseharian

Membiasakan menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari adalah kebiasaan yang sangat baik untuk anak. Melalui kebiasaan ini, anak akan terbiasa berpikir dan menggunakan Bahasa Inggris.

Ada banyak cara untuk membiasakan anak, contohnya: melabelkan barang-barang di rumah dengan Bahasa Inggris, menyapa dalam Bahasa Inggris, menonton film Bahasa Inggris, mendengarkan lagu Bahasa Inggris, dan masih banyak lagi.

Belajar Bersama Teman

Belajar Bahasa Inggris dengan teman lebih menarik dan menyenangkan daripada belajar Bahasa Inggris sendiri. Orang tua atau teman sebaya atau sekolah mereka bisa menjadi teman belajar anak. Jika orang tua tidak bisa menemani, menyediakan mentor atau guru les bisa menjadi jalur alternatif.

Bahasa Inggris - Belajar Bersama Teman

Kamus Bahasa Inggris adalah salah satu teman anak untuk belajar. Kamus Indonesia-English atau English-Indonesia sangat cocok untuk anak. Dengan melatih anak untuk menggunakan kamus, mereka bisa mencari arti kata sendiri tanpa bantuan kita.

Ada juga aplikasi belajar Bahasa Inggris untuk anak di gadget anda, contohnya: Duolingo, LingoDeer, LingQ, Busuu, dan masih banyak lagi. 

Nah itu dia 9 tips mengajarkan anak belajar Bahasa Inggris. Selalu sabar dan semangat dalam mengajarkan anak kita. Bahasa Inggris telah dihapuskan sebagai bahasa wajib di sekolah. Tugas kita sebagai orang tua adalah untuk menyiapkan mereka demi masa depan mereka yang cerah.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Trik Jitu Mengatasi Stres Pada Balita

Social Distancing? Simak 6 Tips Belajar Selama Masa Pandemi

Tips Belajar – Masa pandemi Covid-19 membawa pengaruh besar pada banyak aspek dalam kehidupan. Siswa sekolah hingga tingkat universitas diminta untuk belajar di rumah demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Belajar dari rumah dengan sistem daring ini tentu saja membawa tantangan tersendiri untuk para siswa maupun pengajar. Khususnya untuk menghilangkan kesan liburan karena tak harus pergi ke sekolah. Selain itu, pengajar juga harus berpikir keras bagaimana membuat anak tetap fokus belajar.

Selain harus membangun suasana belajar yang nyaman, apalagi ya yang bisa orang tua lakukan? Tak perlu khawatir. Berikut ini adalah cara belajar efektif dan menyenangkan yang patut dicoba saat harus stay di rumah selama Pandemi.

Baca juga: Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Buat Area Khusus Belajar yang Nyaman

Tips belajar di rumah pertama ialah membuat satu area khusus untuk belajar dengan nyaman. Area khusus ini jadi penanda jika anak sedang berada di lokasi ini, maka anak hanya memiliki satu tujuan, yakni belajar.

Rasa  nyaman juga perlu dipupuk agar Anak bisa betah belajar sepanjang hari. Terutama untuk menghindarkan keluhan sakit punggung atau penglihatan yang mendadak lelah karena memandang layar gadget terlalu lama.

Untuk membangun tempat yang nyaman, usahakan agar area khusus belajar ini memiliki meja, kursi, dan stop kontak atau roll kabel. Perabot ini penting supaya anak bisa duduk tegak dan memudahkan mereka untuk berkonsentrasi.

Sedangkan rol kabel maupun stop kontak berfungsi sebagai penyalur listrik. Supaya anak tak harus repot pindah tempat saat tiba-tiba kehabisan daya.

Tetap Patuhi Jam Belajar

Meski di rumah dan tak pakai baju seragam, anak wajib menghadiri kelas daring yang diadakan gurunya. Oleh karena itu, meski hanya di rumah, buatlah jadwal harian khusus untuk anak selama masa pandemi.

Berdiskusilah dengan anak dan tentukan waktu untuk tidur, belajar, bermain, menonton tv, membaca buku, istirahat dan makan. Waktu belajar bisa disesuaikan dengan waktu yang diberikan pengajar. Sisanya bisa lebih fleksibel sesuai kebutuhan anak.

Tips Belajar - Patuhi Jam Belajar

Mintalah anak untuk tetap mematuhi jadwal tersebut. Ingatkan mereka bila waktu belajar maupun istirahat dimulai. Waktu belajar ini juga membantu anak untuk disiplin dan membantu mereka fokus saat waktunya belajar.

Jauhkan Aneka Camilan dan Minuman Manis

Tempat nyaman untuk belajar bukan berarti berdampingan dengan makanan dan minuman, ya. Justru agar anak konsentrasi dengan pelajaran, jauhkan dulu aneka makanan dan minuman tersebut dari mereka. Mereka boleh menyantap camilan bila memang waktunya beristirahat.

Salah-salah mereka malah lebih fokus makan daripada belajar. Belum lagi kalau tangan sampai kotor, berminyak, hingga menempel pada gawai. Malah anak yang kerepotan untuk memberisihkan jemari mereka sebelum menyentuh gawai.

Selain itu, menempatkan makanan dan minuman dekat gawai bisa berbahaya. Bagaimana jika makanan atau minuman tersebut tumpah sehingga merusak atau mengotori gadget? Belum lagi jika ada sisa makanan dan minuman yang tertinggal. Bisa mengundang semut dan serangga lainnya.

Tetap Penuhi Kebutuhan Cairan Harian

Meski harus menjauhkan aneka makanan dan minuman dari lokasi belajar, kebutuhan cairan dalam tubuh anak harus tetap terpenuhi. Terutama cairan dengan bersumber dari air putih.

Sehingga cara belajar efektif di rumah selanjutnya adalah dengan menyediakan air putih di dekat anak belajar. Biar nggak gampang tumpah, sediakan dalam botol yang mudah dibuka dan ditutup rapat.

Air putih sangat penting untuk tubuh. Ia memiliki fungsi untuk membantu menyegarkan pikiran. Jadi jika anak mulai kehilangan konsentrasi belajar, ingatkan mereka untuk minum air putih. Tetap hati-hati dan jangan sampai tumpah ya.

Tetap Aktif Mencatat Materi Penting

Saat belajar lewat metode daring, seringkali guru sudah menyediakan ringkasan materi dalam bentuk slide show. Meski guru akan membagikan materi, jangan sampai anak jadi abai dan tak lagi memperhatikan. Ingatkan mereka bahwa tampilan layar tersebut hanya ringkasan dari keseluruhan materi.

Bukan berarti anak harus mencatat tulisan pada slide show. Namun, sebaiknya anak mencatat poin-poin tambahan penting seperti contoh-contoh yang disampaikan pengajar.

Tips Belajar - Mencatat

Mencatat poin-poin ini akan memudahkan anak saat belajar. Yakni ketika membuka catatan, anak jadi mengingat penjelasan guru secara lebih menyeluruh, tak hanya sebagian yang tertuang dalam slide show.

Di samping itu, pada saat anak sedang membuat catatan tambahan, perhatian mereka menjadi lebih fokus dengan apa yang disampaikan guru. Terutama pada bagian contoh, anak jadi lebih mudah membayangkan praktik kejadian dan bukan lagi sekadar teori.

Matikan Semua Notifikasi

Pernahkah Anda melihat notifikasi pesan langsung dari Instagram. Anda berniat membalasnya sebentar lalu melanjutkan aktivitas lain. Namun pada akhirnya Anda malah menelusuri media sosial tersebut selama 2 jam.

Kondisi ini sangat mungkin terjadi pada anak. Fokus belajar mereka bisa terpecah saat melihat tampilan chat pada layer gadget. Oleh karenanya, tips belajar efektif saat pandemik selanjutnya adalah matikan semua notifikasi pada gadget yang memang digunakan untuk belajar.

Matikan notifikasi pada jam-jam tertentu dimana gadget memang sedang digunakan untuk belajar. Lalu aktifkan saat jam belajar sudah berakhir atau saat sedang istirahat.

Nah itu dia 5 tips belajar efektif di rumah saat masa pandemi. Pastikan anak bisa belajar dengan tenang dan jauhkan mereka dari gangguan seperti suara berisik. Berilah pengertian pada mereka bahwa meski tidak berangkat sekolah, mereka tetap harus belajar dengan giat.

Baca juga: Personal Branding pada Anak

Yuk Kita Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

Tumbuh Kembang – Seperti yang kita lihat pada umumnya, anak usia 6 tahun sudah disiapkan untuk masuk ke bangku sekolah. Bila sebelumnya anak sudah diikutkan paud, playgroup, maupun taman kanak-kanak, sekarang saatnya anak naik ke jenjang pendidikan yang lebih formal.

Apakah anak siap dilepas secara mandiri untuk sekolah? Dan apakah kita sebagai orang tua sudah siap untuk melepas anak kita?

Perasaan cemas dan khawatir seperti itu adalah hal yang wajar. Namun, sebagai orang tua, kita pun harus menyadari bahwa pendidikan formal juga membantu anak dalam memenuhi tahapan tumbuh kembang anak usia dini.

Sekolah juga mengajarkan anak untuk lebih disiplin serta berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Di samping itu, anak juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan padanya.

Lantas bagaimana dengan sikap yang harus diambil orang tua? Tentu saja Anda tidak bisa lepas tanggung jawab dan membebankan pada guru sepenuhnya. Justru memasuki usia sekolah, peran orang tua semakin penting dalam berikan perhatian dan dukungan.

Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak usia sekolah yang harus diperhatikan orang tua.

Baca juga: Hi Parents! Pastikan Anak Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang, Yuk

Usia 6 Tahun

Pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan koordinasi yang baik. Sehingga tak diragukan lagi bagaimana mereka aktif bermain dan menyukai olahraga. Anak juga akan mulai menunjukkan keterampilan menggunting, menulis, hingga menggunakan peralatan makan dengan benar.

Imajinasi anak yang sebelumnya terus berkembang liar, kini mulai berkurang. Anak sudah bisa mengenali temannya serta mengurangi intesnsitasnya bermain dengan teman imajinasinya. Namun demikian, imajinasi anak bukan lantas menghilang, imajinasi itu tetap melainkan tetap aktif untuk hal-hal yang nyata seperti warna.

Pada usia ini sebaiknya Anda mulai melatih kemampuan anak untuk menyelesaikan permasalahan sendiri. Meski tetap dengan pendampingan, mulailah mendorong anak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Ajari anak anda untuk peduli pada orang lain serta memahami konsep nilai kerja tim. Di samping itu, sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang bagaimana cara menyuarakan emosi dengan benar, tanpa selalu menangis maupun mengamuk.

Usia 7 Tahun

Anak usia 7 tahun sudah mulai menunjukkan minat belajar tertentu, baik belajar mandiri maupun bersama teman-teman. Pada usia ini pula anak sudah bisa melihat perbedaan dan persamaan dengan teman-teman sebayanya. Dari situ pula mereka sudah bisa menemukan kecocokan bermain dengan teman-temannya sehingga mengeratkan hubungan persahabatan.

Dari segi kemampuan berbahasa, anak usia 7 tahun sudah memiliki kemampuan membaca yang lancar. Mereka juga sudah bisa menyusun kalimat lengkap tanpa bantuan serta memahami bahwa pada kata atau kalimat tertentu dapat bermakna lain.

Tumbuh Kembang - 7 Year Old

Di samping itu mereka juga mulai menunjukkan minat pada bidang seni dan olah raga. Bersikaplah terbuka dengan segala kemungkinan minat bakat ini supaya anak bisa menyampaikan keinginan dan minatnya. Kemudian bantulah anak untuk memetakan bakat dan minatnya.

Apabila memungkinkan, libatkan anak dalam kegiatan berkelompok maupun les privat. Tak ada salahnya Anda mendampingi saat anak mengeksplorasi bakat dan minat tersebut. Jangan lupa abadikan proses belajar anak dan prestasinya. Anda bisa mencetak momen membanggakan itu dalam photobook unik di  ID Photobook.

Usia 8 Tahun

Setelah mulai merasakan empati pada orang lain, memasuki usia 8 tahun anak akan mulai memahami pola pikir orang lain. Dari situ anak akan mulai memahami apabila ada pendapat orang lain yang berbeda darinya. Namun demikian, cara berpikir mereka masih dipengaruhi perasaan dan emosinya.

Perkembangan berhitung mereka juga mulai meningkat. Begitu juga dengan kemampuan mereka untuk mengenal konsep uang. Berilah pengertian kepada anak untuk mengenal konsep menabung serta manfaatnya. Anda bisa melakukannya dengan memberikan contoh menabung sambil mengajak anak untuk menabung.

Mulailah mengajari anak tentang konsep benar atau salah. Sering-seringlah mengajak anak berbicara berbagai topik. Anda bisa mulai topik diskusi seperti persahabatan anak dan temannya, tekanan yang mungkin dirasakan, pemahaman tentang seks hingga kekerasan. Jangan sampai anak Anda merasa dirundung maupun merundung teman-temannya.

Usia 9 Tahun

Memasuki usia 9 tahun anak memiliki pemikiran yang lebih mandiri serta mampu mengambil keputusan sendiri. Nilai-nilai persahabatan yang dikenal dari teman-temannya pun akan semakin mengikat hubungan di antara mereka. Apalagi pada usia ini mereka sudah memiliki kepekaan rasa sehingga mampu berempati pada orang lain.

Jangan heran jika anak Anda tiba-tiba memiliki ketertarikan atau menyukai lawan jenisnya meski sebagian besar anak sering kali menyangkalnya. Beberapa di antara mereka juga sudah memasuki masa pubertas. Maka berikan pemahaman dan penjelasan lebih lanjut terkait edukasi seks serta persahabatan.

Perkembangan bahasa pada anak juga sudah mengalami perkembangan. Selain semakin mahir membaca dan menulis, anak sudah bisa menyalurkan emosinya melalui tulisan. Oleh karenanya sangat baik apabila orang tua mendukungnya dengan memberikan buku bacaan yang bervariasi.

Usia 10 Tahun

Pada usia 10 tahun anak-anak sudah memasuki usia pubertas. Seringkali anak perempuan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding anak laki-laki. Di samping itu, perubahan ciri-ciri fisik di antara mereka pun semakin tampak.

Sering kali perbedaan ini membuat anak merasa tidak nyaman dan bahkan malu. Oleh karenanya sangat penting bagi Anda untuk memahami serta memberikan pengertian tentang apa yang sedang dialami anak. Bantulah anak untuk mengolah emosi seperti rasa malu serta kecenderungan menjadi tidak percaya diri.

Tumbuh Kembang - 10 Year Old

Pubertas juga membuat emosi anak cepat berubah dan meledak-ledak. Anak bisa merasa senang dan bersemangat namun tiba-tiba down. Sangat penting apabila anak diberi ruang untuk berekspresi, namun jangan sampai anak bertindak semaunya. 

Usia sepuluh tahun menjadi penting bagi anak karena mereka dikenalkan dengan beragam emosi baru. Bantulah anak untuk mengerti perasaan yang mereka alami serta memahami bagaimana cara untuk menghadapi perasaan tersebut. 

Nah itulah tahapan tumbuh kembang anak usia 6 sampai 10 tahun yang harus dipahami anak. Mulai dari masuk sekolah hingga mulai memasuki usia remaja. Tentu saja akan ada banyak perubahan yang dihadapi orang tua. Namun, ingatlah bahwa anak Anda juga sedang menghadapi perubahan-perubahan baik dari fisik maupun emosionalnya.

Oleh karenanya sangat penting bagi orang tua untuk memahaminya dan tak terlalu melibatkan emosi negatif saat menghadapinya. Berikanlah ketegasan dan bukan kemarahan pada anak.

Baca juga: Momen Spesial Bersama Anak Ini Harus Abadi Dalam Photobook!

Hi Moms! Yuk Kita Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Balita!

Tumbuh Kembang – Kehadiran anak memang memberikan rona tersendiri dalam kehidupan berkeluarga. Tawanya, tangisannya, kelucuannya hingga kemarahan kecilnya selalu menghadirkan ragam perasaan yang berbeda.

Masa balita anak sering disebut sebagai periode emas. Dimana pada masa itu anak sedang mengalami pertumbuhan serta perkembangan pesat. Tak heran jika anak usia balita sedang aktif-aktifnya bergerak dan banyak berbicara.

Lalu bagaimana sikap yang harus diambil oleh kita sebagai orang tua supaya anak bisa terus tumbuh dan berkembang secara optimal?

Pertama-tama kita harus tau dulu apa yang dimaksud dengan tahapan tumbuh kembang anak usia dini yang sedang dialami anak kita. Baru setelah itu kita mendukung dengan memberi pendampingan yang bijak. 

Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak balita yang harus diketahui orang tua.

Baca juga: Hi Moms! Pastikan Bayi Anda Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang Ini, Yuk!

Usia 3 Tahun

Saat mencapai usia 3 tahun, anak sedang banyak-banyaknya mempelajari kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Mereka sudah bisa makan sendiri hingga memakai pakaian meski belum bisa mengancingkan baju. 

Kemampuan anak untuk mempelajari lingkungan sekitarnya juga semakin terasah. Sehingga pada usia 3 tahun, anak bisa menunjukkan bagian-bagian tubuh yang diminta serta menyebutkan dengan benar nama benda di sekelilingnya.

Sehingga pada masa ini penting bagi orang tua untuk menyebutkan objek sekitarnya dengan pelafalan yang benar. Anak usia tiga tahun seharusnya sudah bisa menyebut ‘kucing’ dan bukan lagi ‘puss’ atau ‘meong’, begitu pula dengan ‘anjing’ dan bukan lagi ‘guguk’.

Dari kemampuan berbahasa, anak usia 3 tahun sudah memiliki pemahaman yang baik tentang percakapan sehari-hari. Pada usia ini anak sudah bisa melakukan tanya jawab serta menerima penjelasan.

Mereka sedang aktif-aktifnya berjalan, berlari, bahan melompat. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mendampingi anak pada aktivitas tersebut. Misalnya, orang tua bisa mengajari cara melempar dan menangkap bola, serta mengendarai sepeda roda 3.

Pada usia ini anak sudah bisa berlatih menyusun puzzle, juga berfantasi dengan mainannya. Orang tua bisa mulai membantu anak menggambar dengan krayon, mengajari cara melipat dan memotong, dan bahkan melibatkan anak dalam pekerjaan-pekerjaan sederhana.

Usia 4 Tahun

Pada usia ini anak sudah mampu memahami rutinitas seperti bangun tidur, mandi, lalu makan. Mereka juga sudah mulai memahami konsep waktu seperti pagi, siang, malam dan juga kemarin, hari ini, besok, dan lusa.

Oleh karenanya secara bertahap, baiknya orang tua mula mengajarkan kedisiplinan dalam menjalankan rutinitas. Seperti menentukan jam bermain, membaca, makan, serta jam tidur malam. Lalu biarkan anak melakukan kegiatannya secara mandiri.

Tumbuh Kembang - 4 Year Old

Tumbuh kembang anak usia 4 tahun juga ditandai dengan kemampuan motorik yang lebih berkembang. Hal ini bisa terlihat lewat kemampuan anak naik turun tangga tanpa bantuan, menjaga keseimbangan tubuh hingga 2 detik, hingga membangun objek sederhana dari balok permainan.

Anak usia ini juga memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia akan bertanya hampir semua hal. Tugas orang tua adalah menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas sekaligus sederhana. Berikan jawaban yang jujur serta penjelasan yang sekiranya dapat dipahami oleh anak.

Di samping itu pastikan Anda menyimpan obat-obatan, obat semprot serangga, cairan pembersih, serta make up dari jangkauan anak-anak. Sebaiknya Anda menyimpan benda-benda tersebut pada lemari terkunci rapat. Hal ini untuk menjauhkan benda-benda tersebut dari jangkauan anak yang penasaran. Pastinya kita nggak mau kan kalau benda-benda tersebut tertelan oleh anak.

Usia 5 Tahun

Kalau sebelumnya Anda sudah lelah dengan pola tingkah anak, Anda harus lebih bersabar lagi. Sebab pada usia 5 tahun, tulang dan tubuh anak sudah terbentuk dengan sempurna. Hal ini akan membuat anak bergerak makin aktif.

Pada usia ini anak sudah bisa jungkir balik, melompat, memanjat, hingga menjaga keseimbangan tubuh lebih dari 5 detik. Anak juga sudah bisa membedakan dan menyebutkan 6 warna dasar.

Tumbuh Kembang - 5 Year Old

Mereka mulai bisa menggambar berbagai objek dengan bentuk yang makin jelas. Misalnya binatang, perabot rumah, hingga kendaraan. Mereka juga sudah sanggup menggambar anggota tubuh dengan lengkap seperti kepala, tangan, kaki, mata, hidung, mulut dan telinga. 

Dari segi kemampuan berbahasa, anak usia 5 tahun sudah mampu menceritakan kejadian yang dialaminya lengkap dengan perasaan serta karakteristik orang yang mereka temui. Ada baiknya orang tua mulai berpesan untuk ‘jangan mau ikut atau berbicara dengan orang asing’.

Mereka juga sudah mulai bisa menghafal nomor telepon, alamat rumah, dan sandi. Dengan begitu Anda dan anak bisa mulai membuat kesepakatan terkait keamanan. Misalnya pada kondisi Anda tidak bisa menjemput anak sepulang sekolah dan harus meminta orang lain untuk menjemput. Buatlah “kode” khusus supaya anak tahu apakah mereka dijemput oleh orang yang benar.

Cukup kode sederhana seperti “kicauan burung”. Anak harus bertanya pada orang yang mengaku menjemputnya, “apa suara paling merdu?”. Apabila tidak bisa menjawab atau jawabannya salah, mintalah anak untuk segera masuk kembali ke sekolah dan melapor pada guru.

Nah, itulah sedikit gambaran tentang tumbuh kembang anak usia balita. Pastikan anak Anda mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak IDAI untuk memastikan kesehatan mereka. 

Apabila ada keterlambatan atau kemampuan anak saat usianya mencukupi, segeralah berkunjung ke dokter. Pastikan anak dalam kondisi baik dan tak mengalami ketertinggalan.

Daripada hanya memperhatikan dan memandangi, jangan lupa abadikan kelincahan anak yang menggemaskan ini. Lalu gabungan foto menggemaskan anak dalam dan cetak dalam photobook unik. Urusan cetak photobook, jangan lupa gunakan jasa cetak foto ID Photobook, ya!

Baca juga: Cetak Foto Momen Spesial Bersama Anak Lewat Photobook Agar Lebih Mudah Dikenang