Investasi: Ketahui Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Investasi – Sudah sering dengar namun tidak benar-benar paham dengan investasi? Wah, sayang banget. Padahal ada banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan penanaman modal.

Eh, tapi untuk memperoleh keuntungan, kamu menjadi investor yang cerdas. Sebab ada banyak jenis penanaman modal. Masing-masing pun memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Dimana jika kamu tidak berhati-hati, bukannya untung kamu malah rugi besar!

Baca juga: Hindari 7 Kesalahan ini dalam Mengatur Keuangan

Jadi, apa sih yang dimaksud investasi?

Menurut KBBI, yang dimaksud dengan investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dengan demikian penanaman modal juga dapat dikatakan sebagai langkah untuk mengembangkan jumlah uang yang sudah dimiliki saat ini.

Investasi terbagi dua yakni jangka panjang dan jangka pendek. Yang dimaksud dengan investasi jangka pendek adalah penanaman modal dengan jangka waktu yang relatif singkat, maksimal satu tahun.

Sedangkan investasi jangka panjang merupakan penanaman modal yang mengharapkan imbal balik atau keuntungan dalam jangka waktu panjang, yakni lebih dari 1 tahun hingga puluhan tahun.

Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misal pada investasi jangka pendek, keuntungan diperoleh lebih cepat namun memiliki risiko yang lebih besar serta rentan terhadap inflasi. Dengan demikian, permodalan ini cocok untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Penanaman modal jangka panjang memiliki kelebihan pada keuntungan yang lebih signifikan dibanding jangka pendek. Permodalan ini memungkinkan investor untuk mendapat pemasukan dalam jangka waktu panjang.

Kekurangannya, investor harus siap uangnya mengendap untuk waktu yang lama. Sehingga penanaman modal ini cocok untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang.

Jenis-jenis Investasi di Indonesia

Dewasa ini masing-masing individu dapat melakukan investasi dengan mudah dan cepat. Hal ini didukung dengan semakin banyak jenis penanaman modal yang telah dilegalkan di Indonesia dan didukung perkembangan teknologi.

Namun demikian, sebaiknya Anda mengetahui jenis penanaman modal sebelum menyalurkan dana Anda. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang jenis-jenis penanaman modal:

Saham

Jenis investasi ini semakin populer karena perkembangan teknologi, memudahkan akses bagi investor untuk menjangkau pasar saham.

Yang perlu diketahui, biasanya penanaman modal saham masuk dalam kategori permodalan jangka panjang. Sehingga Anda harus bersabar menunggu sebab ada beberapa instrumen yang menunjukan hasill setelah bertahun-tahun.

Sebenarnya penanaman modal saham bisa digunakan untuk permodalan jangka pendek, yakni dengan trading. Namun, bila Anda pemula, sebaiknya penanaman modal saham digunakan sebagai tabungan jangka panjang.

Reksadana

Meskipun teknologi telah berkembang, masih banyak orang yang pengetahuan investasinya terbatas. Sehingga meski mereka ingin berinvestasi, mereka takut atau tak punya waktu untuk melakukannya sendiri.

Di sini reksadana memberikan jawaban untuk masalah tersebut. Reksadana merupakan instrumen penanaman modal yang pengelolaannya dilakukan oleh Manajer Investasi. Biasanya MI bekerjasama dengan bank lain sebagai bank penjamin yang disebut Bank Kustodian.

Reksadana juga terbilang murah, Anda bisa mulai menabung dengan nilai 100.000 rupiah dan menambah saldo secara konsisten tiap bulan. Sehingga jenis penanaman modal ini sangat cocok untuk pemula.

Emas

Jenis investasi ini masuk salah satu jenis penanaman modal yang paling mudah untuk dilakukan. Yakni dimana investor menggunakan dananya untuk membeli fisik emas batangan.

Investasi emas semakin populer karena harga emas dinilai stabil. Emas bisa menjadi pilihan permodalan jangka panjang maupun pendek karena nilai emas terus naik seiring nilai inflasi.

Investasi - Investasi Emas

Yang perlu Anda ketahui sebelum berinvestasi emas adalah investasi emas tidak melulu dilakukan dengan pembelian fisik. Kini Anda bisa melakukan secara online yakni melalui aplikasi tabungan emas milik Pegadaian maupun Logam Mulia Antam.

Properti

Anda pastinya juga tak asing dengan penanaman modal jenis ini. Investasi properti masuk penanaman modal jangka panjang paling menguntungkan yang ada saat ini. 

Berbanding lurus dengan keuntungan yang besar, Anda harus memiliki dana atau modal yang besar untuk membeli properti yang ada. Namun dengan berinvestasi properti, Anda bisa memperoleh dua keuntungan.

Pertama, setelah membeli properti, Anda bisa menyewakannya sehingga anda mendapat passive income. Kedua, setelah menunggu beberapa tahun dan harga properti naik, Anda bisa menjual properti tersebut. Makanya penanaman modal properti sangat cocok untuk simpanan hari tua nanti.

Investasi Peer-To-Peer (P2P) Lending

Investasi p2p lending merupakan instrumen penanaman modal yang tepat untuk Anda yang memiliki dana namun belum tau dimana Anda ingin menginvestasikan uang tersebut. Sementara itu, ada banyak orang yang mempunyai usaha namun tidak memiliki dana.

Nah Anda dapat menyalurkan dana tersebut melalui layanan yang mempertemukan pendana dan peminjam. Selain bank, sudah banyak perusahaan membuka layanan tersebut.

Apalagi dengan adanya perkembangan teknologi, p2p lending menjadi salah satu investasi online yang mudah dilakukan. Tak heran jika sekarang ini banyak investor yang memilih penanaman modal p2p lending untuk mengembangkan uang.

Namun yang perlu diperhatikan adalah perusahan atau layanan tempat anda berinvestasi p2p lending harus terdaftar dan diakui di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu Anda harus pastikan perusahaan tersebut memiliki tingkat keberhasilan peminjam untuk mengembalikan uang dan bunga (TKB) yang tinggi. 

Baik pengakuan dari OJK maupun TKB membantu pemberi uang atau pemodal untuk memastikan uang yang diinvestasikan kembali. Bagaimana? Anda tertarik untuk melakukan penanaman modal jangka pendek dengan menjadi pemberi pinjaman di p2p lending?

Pentingnya Diversifikasi

Diversifikasi atau penganekaragaman adalah usaha untuk menghindari kerugian investasi dengan cara membagi modal yang dimiliki ke beberapa jenis investasi. Diversifikasi juga dapat dilakukan dalam satu jenis investasi.

Yaitu jika Anda memilih reksadana, maka Anda harus membagikan dana Anda ke beberapa jenis reksadana. Misal 20% reksadana saham, 50% reksadana pendapatan tetap. dan 30% ke reksadana pasar uang.

Tujuan diversifikasi adalah untuk meminimalisir kerugian. Misal reksadana saham anjlok, Anda tidak perlu khawatir karena reksadana pasar uang dan pendapatan tetap Anda masih stabil.

Manfaat dari Investasi

Nah setelah melihat pengertian dan jenis investasi, sekarang saatnya melihat keuntungan dari berinvestasi. Baik investasi online maupun offline, Anda akan memperoleh keuntungan. Dimana keuntungan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan biaya pernikahan maupun pendidikan anak Anda nanti.

Dengan berinvestasi anda dapat mencapai kestabilan finansial dan bahkan memperoleh pendapatan sampingan dari gaji Anda. Dengan demikian Anda pun dapat menabung lebih banyak terutama untuk mempersiapkan masa pensiun supaya tidak menjadi beban anak dan kerabat.

Nah itu dia sekilas tentang investasi. Setelah mengetahui pengertian, jenis serta manfaatnya, kini saatnya bagi Anda untuk mulai berinvestasi. Ingat, semakin cepat Anda memulai berinvestasi maka semakin cepat dan semakin besar pula keuntungan yang bisa Anda peroleh.

Baca juga: Investasikan Kenangan Indahmu Lewat Photobook Berkualitas