Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Stres Pada Anak – Masa kanak-kanak biasanya diisi dengan berbagai kegiatan mengasyikan. Bermain bersama teman-teman, menari, melompat, hingga membangun hubungan persahabatan yang erat.

Namun sama seperti orang dewasa ternyata anak kita pun bisa stres. Sebab ternyata kehidupan seputar sekolah, rumah, dan teman sepermainan bisa membuat mereka tertekan. Misalnya tuntutan untuk selalu mendapat nilai yang baik, minimnya komunikasi dengan orang tua, hingga penolakan dari teman-teman.

Tentunya kita tak ingin masa kanak-kanak yang bahagia harus diisi dengan duka dan tekanan. Sehingga sebaiknya orang tua lebih peka dengan kondisi anak, amati perilaku mereka, siapa tau ada yang berubah. Hal ini penting agar orang tua bisa memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

Nah berikut ini adalah tanda-tanda stres pada anak usia sekolah yang perlu orang tua ketahui.

Baca juga: Parents, Yuk Bantu Mengatasi Stres Pada Anak Usia Sekolah!

Gelisah dan Tidak Nyaman

Terkadang meski sudah sekolah bahkan memasuki usia remaja, anak masih kesulitan mengungkapkan perasaannya. Namun sebagai orang tua, sebaiknya kita lebih peka menangkap tanda stres pada anak remaja.

Misalnya saat tiba-tiba anak bersikap tidak nyaman dan gelisah saat berada di lingkungan tertentu seperti sekolah atau taman bermain. Jika melihat perubahan sikap ini, Anda tidak perlu langsung ‘menodong’ anak dengan pertanyaan-pertanyaan.

Saat mereka gelisah, bantulah anak untuk kembali tenang. Berikan kata-kata yang mampu menenangkan mereka. Yakinkan bahwa situasinya akan segera membaik. Ketika Anda dan anak sudah berada di rumah atau di lingkungan yang bisa membuat anak terlihat lebih tenang, barulah pancing anak untuk bercerita.

Ingat, jangan dipaksa. Meski Anda juga gelisah dan penasaran setengah mati, tugas Anda adalah untuk menyediakan tempat yang nyaman sampai mereka bersedia untuk cerita.

Mimpi Buruk dan Gangguan Tidur

Meski sering dianggap bunga tidur, ternyata mimpi tertentu bisa jadi alarm saat tubuh sedang stres. Misalnya saat mimpi dikejar-kejar sesuatu, bertengkar, mencari benda yang hilang, hingga ketinggalan moda transportasi tertentu.

Adanya mimpi buruk dapat mengganggu kualitas tidur anak. Mereka terjaga tengah malam dan kesulitan untuk kembali tidur. Parahnya anak bisa menolak untuk tidur karena terlalu cemas dan takut mimpi buruk datang lagi.

Gangguan tidur semacam ini dapat mengacaukan konsentrasi anak dalam belajar. Mereka jadi lebih mudah marah karena sulit untuk istirahat. Nah, Parents, ketika anak terjaga pada malam hari dan bermimpi buruk, tanyakan apakah anak sedang memiliki masalah.

Konsentrasi Belajar Terganggu

Nilai anak di sekolah mendadak turun? Eits, jangan langsung dimarahi, ya! Sebab tanda stres pada anak sekolah dapat berupa terganggunya konsentrasi saat belajar. Akibatnya performanya di sekolah ikut meredup.

Salah satu cara mengatasi stres pada anak sekolah adalah dengan menanyakan apakah ada yang kira-kira mengganggu konsentrasi belajarnya. Kemudian berpikiran terbuka dengan apa yang menjadi jawaban anak.

Stres Pada Anak - Konsentrasi Belajar Tergangu

Introspeksilah, jangan-jangan selama ini Anda yang membuat anak stres. Mungkin Anda tak sadar namun tindakan seperti membanding-bandingkan nilai anak dengan teman dan bahkan saudaranya sendiri bisa menjadi pemicu stres pada anak.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan tersebut. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang tak bisa dipaksakan. Misalnya si kakak pandai pada bidang matematika, adiknya pandai pada bidang bahasa. Begitu juga dengan teman-temannya. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk belajar, bukan berkompetisi.

Tiba-tiba Mengompol

Para ahli menyebutkan bawah kondisi stres memiliki pengaruh terhadap kandung kemih seseorang. Hal ini menimbulkan tubuh sulit untuk menahan kencing dan sering ngompol. Begitu juga dengan anak yang sedang stres.

Orang tua perlu waspada saat anak usia sekolah yang sudah tidak ngompol, tiba-tiba mengompol. Sebab bisa jadi gejala stres pada anak remaja.

Jadi jangan buru-buru ngomel ya, Parents. Sebab anak juga tidak sadar kenapa mereka bisa ngompol saat tidur. Lebih baik tanyakan apakah mereka ada masalah lalu bantu agar mereka bisa segera menyelesaikan masalah.

Anak Sering Sakit Tanpa Penyebab yang Jelas

Tanda anak sedang stres lainnya adalah sering sakit tanya ada penyebab yang jelas. Sakitnya pun bisa beragam, mulai dari sakit perut seperti diare dan kembung, hingga sakit kepala seperti migrain.

Karena tidak adanya kejelasan tentang penyebab dari sakit ini, orang tua juga jadi kebingungan mencari obat. Padahal rasa sakit ini bisa sangat mengganggu anak saat menjalani aktivitasnya.

Coba amati kapan anak mulai mengeluhkan sakit dan kapan rasa sakit itu mereda. Sebab biasanya rasa sakit tersebut hanya muncul saat anak sedang stres dan hilang lagi saat anak sudah kembali tenang. Misalnya saat hendak berangkat sekolah, nah bisa jadi rasa sakit ini tanda anak stres sekolah.

Perilaku Negatif dan Agresif

Anak yang sedang stres memiliki banyak energi negatif di dalam tubuhnya, sehingga tak jarang mereka justru banyak bergerak. Jika tidak diolah dengan benar, sikap aktif mereka ini bisa disalurkan menjadi hal-hal negatif.

Misalnya dengan memukul, menendang, hingga berteriak-teriak. Mereka juga cenderung lebih jahil dan mengganggu teman-temannya.

Stres Pada Anak - Perilaku Negatif dan Agresif

Tentu saja Anda tidak ingin anak dijauhi teman-temannya karena terlalu nakal dan agresif. Di sisi lain, Anda juga tidak boleh langsung memarahi mereka, bisa-bisa anak malah semakin menjauh.

Salah satu cara mengatasi anak yang tertekan adalah dengan mengajak mereka melampiaskan tekanan mereka. Anda bisa mengajak anak untuk berolahraga bersama, misalnya berenang atau main sepeda. Setelah itu ajak mereka ngobrol dan pancing untuk mereka bercerita.

Nah itu dia 6 tanda anak sedang stres, ya Parents. Kesannya sih mereka hanya berulah padahal mereka sedang tertekan.

Komunikasi adalah kunci untuk mengatasi stres pada anak. Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu untuk ngobrol dengan anak. Cobalah untuk memahami cerita dari sudut pandang anak.

Jika stres berlanjut, tak ada salahnya untuk konsultasi dengan psikolog anak. Sediakan waktu juga untuk liburan bareng anak dan keluarga. Abadikan momen seru liburan dalam kamera digital. Lalu jangan lupa cetak fotonya bersama ID Photobook, ya!

Baca juga: Destinasi Liburan Unik Ini Cuma Ada di Indonesia!

Parents, Yuk Bantu Mengatasi Stres Pada Anak Usia Sekolah!

Stres Pada Anak – Jangan karena masih muda Anda mengatakan bahwa anak tidak bisa stres. Faktanya stres bisa menyerang siapa saja termasuk anak usia sekolah. Bahkan faktanya sekolah menjadi lingkungan paling banyak stressor (pemicu stress) di kalangan anak usia dini.

Lantas apa yang dimaksud dengan stress pada anak usia dini? Seperti pengertian umumnya, stres pada anak adalah respon yang ditunjukkan saat anak menghadapi tekanan, perubahan apapun maupun situasi mengancam. Sehingga secara umum penyebab stres pada anak usia dini tekanan, perubahan maupun ancaman.

Nah, lantas sitasi seperti apa yang dapat memicu stress pada anak sekolah? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca juga: Sering Bikin Orang Salah Kira, Yuk Kenali Apa itu Stres!

Stres yang Sering Muncul Pada Anak Sekolah

Masalah stress pada anak yang terjadi di sekolah biasanya disebabkan oleh kemampuan bidang akademik serta lingkungan pertemanan. Namun stres pada anak usia sekolah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti perceraian orang tua dan paparan konten dewasa.

Bahkan beberapa kasus, permasalahan sederhana bisa membuat anak stres sebab mereka belum memahami cara mengelola perasaan dan permasalahan yang mereka alami. Berikut ini adalah penjelasan penyebab stres pada anak usia dini.

Lingkungan Pertemanan

Sekolah merupakan tempat bagi anak untuk menerima pendidikan secara formal. Namun tak hanya belajar, di sekolah pun menjadi tempat bagi anak untuk menjalin persahabatan.

Faktanya banyak kasus stress pada anak akibat tidak memiliki teman yang ‘klik’. Pertemanan yang lekat juga menjadi kunci mengekspresikan diri. Apabila mereka tidak memiliki teman, mereka akan kesepian dan merasa dikucilkan.

Intimidasi dan Perundungan

Persoalan lain yang mungkin muncul dalam lingkup sekolah adalah adanya intimidasi atau perundungan dari teman-teman. Perundungan ini dapat menyebabkan anak rendah diri sehingga menyebabkan mereka tak lagi aktif.

Di sisi lain, perhatikan bagaimana sikap anak terhadap teman-temannya. Jangan sampai anak menjadi pelaku perundungan. Anda bisa mengetahui kondisi ini dengan berbincang dengan guru maupun sesama orang tua murid.

Aktivitas Terlalu Padat

Memasuki usia sekolah, anak memang sedang aktif-aktifnya. Mereka juga mulai menunjukkan bakat dan minatnya pada bidang tertentu. Pada saat yang sama mereka juga ikut les tambahan.

Nah parents, coba bayangkan bagaimana kegiatan anak seharian. Sepulang sekolah, mereka harus ikut kegiatan ekstrakurikuler, istirahat sebentar lalu les privat.

Memang sih tujuan kita ingin mengembangkan kemampuan mereka. Namun aktivitas yang terlalu banyak dan jadwal yang terlalu padat malah membuat anak mudah jenuh dan stres.

Paparan Konten Dewasa Pada Anak Belum Cukup Umur

Usia anak adalah waktu yang tepat untuk bermain. Namun perkembangan teknologi yang semakin maju dan kemudahan akses informasi membuat anak terpapar konten dewasa.

Stres Pada Anak - Paparan Konten Dewasa

Bisa saja mereka mendengar atau membaca berita mengerikan seperti video kekerasan, kecelakaan maut, maupun pornografi. Padahal, peristiwa di atas bisa membuat anak merasa tertekan, takut, hingga akhirnya stres.

Perceraian Orang Tua

Tahukah Anda bahwa stres pada anak akibat perceraian orang tua juga menghilangkan rasa percaya anak pada orang-orang di sekitarnya? Sebab figur orang tua merupakan terdekat dan yang paling mereka percayai.

Meski belum sepenuhnya memahami perceraian, aktivitas pra dan pasca perceraian bisa membuat anak tertekan. Misalnya pertengkaran, suasana rumah yang tak lagi hangat, maupun saat akhirnya kedua orang tua pisah rumah.

Cara Menyembuhkan Stress Pada Anak

Nah, lantas apa yang bisa dilakukan orang tua saat anak sedang stres? Bagaimana cara menyembuhkan stress pada anak usia sekolah?

Pancing Untuk Bercerita

Hal sederhana ini bisa membantu anak meluapkan perasaan dan emosinya. Sebagai orang tua, Anda juga bisa menilai apakah anak sedang lelah atau telah mencapai tahap stres.

Dengarkan cerita mereka sampai selesai. Jangan dipenggal kecuali bila Anda ingin memastikan apa yang mereka sampaikan. Tempatkan diri dari sudut pandang anak untuk lebih memahami perasaan mereka.

Berilah afirmasi sederhana atas perasaan mereka, seperti ‘pantas kakak merasa kesal’. Setelah itu bantulah anak untuk memahami perasaan mereka sendiri lalu ajaklah mereka memahami situasi yang membuat mereka tertekan.

Beri Penjelasan Sederhana dan Mencari Solusi

Bantulah anak untuk lebih memahami situasi di sekitar mereka, utamanya situasi yang membuat mereka stres. Berikan penjelasan singkat yang sederhana agar mereka dapat memahami keadaan.

Dari situ, bantulah anak untuk mencari penyelesaian dari masalah yang mereka alami. Berikan pengertian bahwa apa yang mereka rasakan itu wajar asal bisa dikelola dengan benar.

Batasi Penggunaan Internet

Internet memang tempat untuk mencari informasi. Namun, hal-hal negatif juga dapat bersumber dari internet. Misalnya kasus perundungan di sosial media, video kekerasan, pornografi, dan juga para ‘influencer’ tak bertanggung jawab.

Stres Pada Anak - Batasi Penggunaan Internet

Dengan membatasi penggunaan internet dan sosial media membuat anak tak banyak menghabiskan waktu di depan gawai. Mereka bisa berinteraksi dengan orang-orang di sekitar. Gantilah aktivitas anak dengan bermain board game, berlatih alat musik, membaca buku, maupun berolahraga.

Beri Ruang Untuk Mengekspresikan Diri

Memasuki usia sekolah, anak memiliki kemampuan yang lebih besar untuk berekspresi. Tak hanya melompat atau menari, mereka bisa  menggambar, bernyanyi, dan juga memainkan alat musik. 

Nah, jadikan kemampuan ini untuk melampiaskan emosi serta rasa penat yang menghimpit. Ajak mereka bernyanyi atau menggambar. Jika anak sudah terampil, Anda bisa mengajak mereka untuk stress relief lewat tulisan. Misalnya tuangkan dalam jurnal atau diary

Terapkan Usaha Lebih Berarti Dari Hasil

Ajaklah anak untuk memahami konsep usaha lebih penting dari hasil. Bukan berarti hasil seperti nilai itu tidak penting, namun beri pengertian bahwa Anda juga menghargai usaha dan kerja keras anak.

Hal ini tidak lantas membebaskan anak untuk memiliki standar nilai yang rendah. Berilah pengertian bahwa nilai juga penting untuk melanjutkan pendidikan. Namun proses seperti usaha, kerja keras dan kerja cerdas juga tak kalah penting. Begitu pula dengan nilai kejujuran pada anak kita.

Kurangi Aktivitas

Untuk mengatasi stress pada anak akibat aktivitas yang terlalu padat, maka kurangilah kegiatan mereka. Ganti waktu tersebut dengan waktu bermain bagi anak. Misalnya waktu untuk bermain dengan teman, dengan papan permainan, maupun menonton film dengan pendampingan Anda.

Stres Pada Anak - Kurangi Aktivitas

Selanjutnya Anda juga mengagendakan waktu khusus untuk berlibur! Nggak harus jauh liburan ke luar negeri, Anda bisa liburan ke Malang bersama anak. Saat berlibur, abadikan liburan seru bersama anak dalam foto lalu cetak dalam photobook ya. Jangan lupa cetak foto liburan di ID Photobook!

Nah parents, itu dia cara sederhana yang bisa orang tua lakukan untuk mengatasi stres pada anak. Baiknya pahami setiap penyebab stres lalu tentukan solusinya. Bila memang diperlukan, jangan sungkan untuk mengkonsulkan anak ke psikolog supaya kita bisa benar-benar mengetahui kondisi anak dan bisa menyiapkan kebutuhan mereka.

Baca juga: Yang Perlu Parents Tau Tentang Perkembangan Emosi Pada Anak