Kenali Penyebab dan Trik Jitu Mengatasi Stres Pada Balita

Stres Pada Balita – Masa balita menjadi periode penting dalam tahapan tumbuh kembang anak. Dalam kurun waktu ini balita sedang memiliki rasa penasaran yang tinggi dan sedang aktif-aktifnya mencari informasi.

Di samping itu anak usia bayi di bawah lima tahun juga sedang semangat-semangatnya membangun relasi dengan teman sebaya. Teman bermain dan persahabatan mulai berkembang pada masa ini.

Namun tahukah Anda pada periode ini pula anak mulai bisa merasa kesepian dan mengalami penolakan. Bahwa bertemu dengan orang di luar lingkungan keluarga memungkinkan balita menerima banyak tekanan.

Stres atau tekanan yang dialami balita biasanya bersumber dari keharusan menunggu lama, rasa bosan, serta tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Perthatian yang terpecah mapun tidak diperhatikan sama sekali dapat menimbulkan stres.

Seperti stres pada umumnya, penyebab stress pada bayi di bawah lima tahun pun dapat bermacam-macam. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak apa saja penyebab stres pada bayi di bawah usia lima tahun serta cara mengatasinya.

Baca juga: Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Kurangnya Waktu Tidur

Pada umumnya anak usia balita memiliki waktu tidur hingga 12 jam sehari. Waktu tidur itu terbagi menjadi tidur siang maupun tidur malam. Meski kelihatannya durasi yang lama, kurangnya waktu tidur membuat cranky atau mudah marah.

Menangani stres pada balita akibat kurang tidur bisa dilakukan dengan menerapkan waktu tidur yang tepat. Anda bisa memulainya dengan menetapkan jam malam dan juga jam tidur siang. Misalnya sepulang sekolah setelah makan, maupun pada malam hari saat pukul 09.00.

Jauhkan anak dari segala jenis gangguan menjelang jam tidur yang telah disepakati. Jauhkan segala jenis gawai dan gunakan lampu tidur agar balita lebih nyaman. Jika kondisi balita tidak membaik, tanyakan apa yang membuat anak kurang tidur.

Bisa jadi karena mereka takut tidur sendirian maupun takut tidur dalam gelap. Maka nyalakan lebih banyak lampu meski bukan lampu utama maupun temani anak sebelum mereka tidur. Kondisi lain saat anak takut hantu atau monster, ajarkan mereka untuk mengalahkan rasa takut dengan berdoa sebelum tidur

Tidak Mendapatkan Apa yang Diinginkan

Penyebab stress pada balita yang paling umum adalah tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan. Balita tertentu masih terlalu muda untuk memahami konsep berbagi dan meminjam.

Padahal ketika berinteraksi dengan teman sebaya, ada kemungkinan mereka mendapatkan penolakan. Misalnya, tidak dipinjami mainan, tidak mendapat bagian, tidak diajak bermain, dan juga tidak mendapat giliran.

Stres Pada Balita - Tidak Mendapatkan Apa yang Diinginkan

Bila di lingkup keluarga biasanya semua perhatian berpusat pada anak, hal itu belum tentu terjadi di lingkungan bermain. Bila biasanya mereka boleh memainkan semua mainan boleh sesuka hati, kali ini belum tentu temannya mengijinkan. Menerima penolakan semacam ini dapat membuat anak terkejut dan stres.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan mereka penjelasan dan pengertian tentang kepemilikan barang. Jelaskan tentang arti meminjam dan meminjamkan serta konsep berbagi. Jelaskan dengan cara sesederhana mungkin serta gunakan contoh agar anak Anda dapat memahaminya.

Kurang Aktivitas Menyenangkan

Balita memiliki energi yang besar. Namun bila energi ini tidak diimbangi dengan aktivitas menyenangkan, energi ini bisa berbalik menjadi tumpukan tekanan. Solusinya, Anda bisa menambahkan kegiatan di luar sekolah untuk anak.

Pada usia balita juga, anak sudah bisa menunjukkan bakat dan minatnya pada bidang tertentu. Nah tidak ada salahnya bila Anda mengikutkan anak pada ekstrakurikuler maupun les tertentu sesuai minat mereka.

Bila memungkinkan, biarkan anak mencoba segala hal yang mereka inginkan. Hal ini juga membantu perkembangan mereka. Baru setelah mencoba, tanyakan kegiatan mana yang paling mereka sukai, maka fokuskan anak untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Eh tapi ingat, anak juga tidak bisa untuk terus beraktivitas. Mereka juga membutuhkan waktu untuk istirahat dan bermain sesuka mereka. Oleh karena itu tetap sediakan waktu bagi mereka untuk bermain.

Minimnya Komunikasi dengan Orang Tua

Minimnya komunikasi dengan orang tua dapat membuat balita merasa stress karena kesepian. Meskipun pada usia ini mereka telah aktif mencari teman dan menjalin persahabatan, orang tua tetap menjadi yang nomor satu.

Maka jangan heran jika anak balita Anda masih suka bermanja-manja dan minta perhatian dari Anda. Bila tanda-tanda ini sudah muncul, maka Anda harus meluangkan waktu untuk anak. Ajaklah anak bermain mainan yang mereka suka atau menonton film favorit.

Stres Pada Balita - Minimnya Komunikasi Dengan Orang Tua

Dengan menghabiskan waktu bersama anak, orang tua bisa menyadari adanya memahami ketidaknyamanan yang balita rasakan. Misalnya keluhan pusing dan sakit perut saat harus melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai. Sebab sangat mungkin stres pada balita berakar dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Menghadapi Rasa Bosan

Anak usia balita biasanya cenderung aktif dan sukar berdiam diri. Mereka juga mudah bosan terutama saat harus menunggu lama. Padahal beberapa hal tidak bisa diburu-buru sesuai kemauan anak.

Menghadapi stress pada balita akibat bosan bisa dilakukan dengan bermain. Jadi ketika harus pergi ke tempat ramai dan harus menunggu lama, pastikan Anda membawa satu atau dua mainan favoritnya. Selain itu sediakan snack sebab mereka juga mudah lapar.

Anda juga bisa mengajak anak Anda untuk mengamati sekeliling dan memperhatikan hal-hal menarik. Sembari menunggu, tidak ada salahnya Anda menjelaskan situasi di sekitar Anda pada si anak. Misalnya profesi, bagaimana sesuatu beroperasi, serta objek-objek di sekitar.

Ekspresi Yang Terkekang

Anak usia balita menjadi periode anak suka melakukan aktivitas fisik. Jika balita stres, biasanya mereka akan mengurangi aktifitas ini. Padahal, kegiatan seperti bermain dan menari menjadi salah satu bentuk mengekspresikan diri.

Sebagai orang tua bijak, doronglah anak untuk bermain, menari, dan melompat sebebas mungkin. Ajari anak untuk bernyanyi, meski masih kesulitan menentukan nada maupun melafalkan kalimat. Menyanyi juga menjadi obat stres paling mujarab.

Stres Pada Balita - Ajak Untuk Bernyanyi

Puji mereka dengan bijak, dan dorong mereka untuk bercerita. Mulailah dengan menceritakan hari Anda, lalu tanya aktivitas apa yang mereka lakukan hari ini. Pastikan Anda memberikan perhatian khusus saat anak bercerita, supaya mereka merasa dihargai. Siapa tau, Anda bisa menemukan penyebab stres pada anak lewat cerita itu.

Suasana Rumah

Selanjutnya, cara mengatasi stress pada balita yang bisa dilakukan orang tua adalah dengan menciptakan suasana rumah yang nyaman. Rumah menjadi lingkungan terdekat anak. Maka sebisa mungkin ciptakanlah suasana yang nyaman bagi anak.

Tempat yang nyaman akan membuat anak merasa aman. Dengan begitu anak akan menganggap rumah sebagai tempat berlindung dan tempat di mana ia bebas berekspresi.

Sebagai orang yang lebih dewasa, bersikap tenang saat anak membuat masalah. Ingat, anak balita sedang banyak meniru sikap orang di sekitarnya, termasuk saat mengelola stres. Jadi berusahalah untuk sabar menghadapi anak Anda.

Baca Juga: Parents, Yuk Bantu Mengatasi Stres Pada Anak Usia Sekolah!

Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Stres Pada Balita – Hi Parents! Tahukah Anda bahwa stres bisa menyerang siapapun? Orang dewasa dengan segudang masalahnya, juga anak-anak kita yang masih usia dini.

Balita mana mungkin stres! Eits, bisa loh. Kemampuan anak berinteraksi serta kondisi lingkungan di sekitar anak ternyata bisa menimbulkan tekanan-tekanan tertentu yang akhirnya menimbulkan stress pada balita.

Padahal kita sendiri tau bahaya yang timbul akibat stres. Stres bisa membuat kemampuan memecahkan masalah menurun, kesehatan dan kepercayaan diri pun ikut menurun. Nggak mau kan kalau sampai anak kesayangan harus stres?

Baca juga: Sering Bikin Orang Salah Kira, Yuk Kenali Apa itu Stres!

Apa Itu Stres?

Stres adalah suatu bentuk respon alami tubuh saat kita merasakan tekanan, ancaman serta perubahan situasi yang tidak diantisipasi tubuh. Kondisi-kondisi ini dapat memburuk dengan pengaruh lingkungan, jeleknya komunikasi dengan sesama, serta penghargaan diri yang rendah.

Seperti yang dijelaskan di atas, stres dapat menurunkan tingkat kesehatan, kepercayaan diri, hingga kemampuan untuk memecahkan masalah. Pada kondisi yang parah, stres dapat mendorong terjadinya perubahan tingkah laku pada anak.

Namun tak hanya berdampak negatif, dalam beberapa kondisi, stres dapat memberikan dampak positif. Yakni stres dapat membuat anak menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk meraih sesuatu. Untuk itu pengelolaan stres pada bayi di bawah lima tahun juga sangat penting.

Apa Sih yang Menyebabkan Stress Pada Balita?

Penyebab stress pada bayi di bawah lima tahun dapat bermacam-macam. Bisa jadi balita stres karena kurang tidur, lapar, bosan, dan kesepian. Persoalan yang kelihatan sepele ini ternyata berarti untuk balita, terutama karena belum tentu mereka bisa menentukan perasaan mereka.

Kurang tidur membuat balita cranky dan memicu tantrum. Oleh karenanya, tanyakan apa yang membuat anak kurang tidur. Bisa jadi karena mereka takut dan kesulitan tidur, hingga bermimpi buruk.

Kesepian pada balita bisa terjadi karena minimnya komunikasi dengan orang tua. Sebab meski mereka telah memiliki teman sepermainan dan mulai menjalin persahabatan, orang tua tetap menjadi yang utama bagi anak. Maka jangan heran jika anak balita bersikap manja dan membutuhkan perhatian Anda.

Balita biasanya juga akan mengalami stres saat pengasuhnya berganti. Sebab, mereka harus menyamankan diri dengan wajah asing. Belum lagi jika perlakukan yang mereka terima berbeda, alhasil balita harus beradaptasi lagi.

Lantas, Apa Tanda-Tanda Stres Pada Balita?

Masuk ke bagian pokok, tanda-tanda stres pada balita bisa beragam. Namun yang paling mencolok adalah sikap anak yang mendadak mudah meledak marah. Selain itu, tanda stres pada balita juga dapat dilihat dari:

Stres Pada Balita - Mimpi Buruk

Sulit Tidur dan Bermimpi Buruk

Waktu tidur menjadi momen penting dalam jam tubuh manusia. Baik dewasa, muda, kakek-nenek maupun balita memerlukan waktu tidur yang cukup. Pada balita, rata-rata waktu tidur mencapai 12 jam sehari yang terbagi atas tidur siang dan tidur malam. Apabila mereka sulit tidur, bisa jadi mereka sedang stres.

Balita Melakukan Gerakan Berulang

Tanda stres pada balita juga bisa terlihat dari munculnya kebiasaan baru seperti melakukan gerakan berulang. Misalnya menarik-narik rambut, mengedipkan mata maupun batuk. Biasanya tanda-tanda ini juga akan dibarengi dengan rasa cemas pada anak,

Ledakan Tantrum

Periode balita memang dikenal dengan beragam emosi yang meledak-ledak. Mereka baru saja mengenali emosi-emosi tertentu dan belum bisa mengendalikannya. Kondisi ini akan diperparah bila anak sedang stres.

Balita bisa saja tiba-tiba meledak marah, menangis, lalu merengek tanpa alasan yang jelas. Kemudian, mereka tidak bisa menjelaskan alasan mereka bisa marah dan kesal. Nah, untuk itu sebaiknya orang tua senantiasa sabar menghadapi ledakan-ledakan itu dan memberi anak waktu.

Ketakutan dan Kecemasan Ekstrem

Sangat wajar bila balita merasa takut dan cemas saat melihat wajah-wajah baru. Namun, orang tua patut mempertanyakan bila hal ini terjadi terus-menerus. Cermati apakah mereka selalu takut dan cemas saat mendatangi lokasi tertentu, atau saat mereka bertemu dengan orang-orang tertentu.

Stres Pada Balita - Takut atau Cemas

Sikap Balita Terhadap Orang Lain

Sikap balita pada orang-orang di sekitarnya juga bisa menjadi petunjuk apakah balita sedang stres atau tidak. Yang perlu diperhatikan, balita bisa mengisolasi diri dari lingkungan dan keluarga saat stres. Namun, pada kasus lain, balita bisa memiliki kecenderungan untuk terus bergantung pada pengasuh dan orang tua.

Psikosomatis

Psikosomatis merupakan gangguan penyakit fisik seperti sakit perut dan kepala yang disebabkan oleh pikiran. Yang dimaksud dengan pikiran di sini adalah kondisi stres atau tertekan yang kemudian berubah menjadi sakit fisik.

Jadi orang tua perlu waspada jika anak mengalami sakit atau nyeri tersebut. Apakah benar-benar sakit atau bentuk lain dari stres, 

Cara Mengatasi Stress Pada Balita

Menangani stres pada balita dapat dilakukan dengan banyak cara. Semua itu tergantung pada pandai-pandainya orang tua menyampaikan maksudnya pada balita. Namun yang menjadi langkah awal untuk mengatasi stres pada balita adalah dengan meningkatkan Komunikasi dengan anak,

Orang tua bisa meningkatkan komunikasi dengan menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak. Bermain, memasak, bahkan membuat prakarya bersama. Komunikasi dengan anak juga bisa dilakukan dengan sentuhan lembut dan kata-kata menenangkan.

Stres Pada Anak - Cara Mengatasi Stres

Membebaskan anak untuk berekspresi menjadi cara mengatasi stres pada balita selanjutnya. Ajaklah anak untuk bercerita dengan memberi contoh menceritakan sedikit hari Anda. Lalu doronglah anak untuk menceritakan pengalaman hari itu dengan bertanya.

Stres pada balita juga bisa diekspresikan dengan kegiatan bersama seperti menggambar dan bernyanyi. Berikan pujian yang bijak serta dorongan yang kuat agar mereka semakin percaya diri.

Nah parents, itu dia tanda-tanda stres pada balita dan sedikit gambaran untuk mengatasinya. Pastikan Anda dan pasangan bekerja sama untuk membangun suasana rumah yang nyaman dan mendukung kemampuan anak mengelola emosi dan stres.

Jangan lupa ajak keluarga liburan untuk meredakan tekanan yang menghimpit. Anda bisa berkunjung ke Bandung, Bogor maupun Korea untuk melepas stres! Setelah liburan, jangan lupa cetak foto di ID Photobook ya. Supaya kenangan seru melepas penat bisa diabadikan dan nantinya bisa dikenang dengan mudah!

Baca juga: Yuk, Bikin Photobook Unik di 4 Spot Wisata Kota Bandung Ini!