Inilah 7 Tips Penting Untuk Jaga Kesehatan Mental

Kesehatan Mental Kesehatan mental di Indonesia masih belum banyak mendapat perhatian. Namun demikian, pentingnya kesehatan mental sudah mulai digaungkan baik melalui media lisan maupun tulisan.

Tak hanya kesehatan mental orang dewasa, kesehatan mental remaja juga perlu mendapat perhatian. Khususnya dengan seiring berkembangnya teknologi yang akhirnya membawa kemudahan akses pada media sosial.

Padahal, citra yang belum tentu 100% benar itu sedikit banyak mengganggu kesehatan mental penikmatnya. Nah berikut ini adalah 7 tips yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan mental kamu.

Baca juga: Masih Sering Dianggap Remeh, Apa Itu Kesehatan Mental?

Hargai Diri Sendiri

Tips paling ampuh untuk menjaga kesehatan mental adalah menghargai diri sendiri. Kamu bisa jadikan menghargai diri sendiri sebagai kebiasaan di pagi hari.

Saat bangun, bergegaslah ke kaca dan pandanglah dia yang ada di hadapanmu. Cobalah untuk tersenyum. Perlahan, bisikkan pada diri sendiri bahwa kamu berharga.

Sekalipun kamu merasa ‘kecil’ dibandingkan dengan teman-teman di sosial media, ingatlah bahwa kamu berarti. Percayalah bahwa ini bukan area balap dan segalanya butuh proses.

Yakinkan hatimu, sekalipun melakukan kesalahan, kamu tetap termaafkan. Katakan bahwa kamu telah memaafkan kesalahan di masa lalu dan siap menjalani hari ini.

Putuskan Pertemanan Beracun

Tak kalah penting, tips menjaga kesehatan mental satu ini juga wajib dilakukan. Sebab kesehatan mental dipengaruhi oleh kondisi di sekitar lingkungan Individu.

Perhatikan lagi lingkungan pertemananmu. Apakah mereka suportif atau tipikal yang datang ketika butuh? Apakah mereka terlalu sering membully dan mengatakan kamu ‘baperan’ dibanding meminta maaf?

Jika kondisi ini terjadi, sayang sekali, kamu berada dalam lingkungan pertemanan beracun. Yang sama seperti racun, mereka bisa membunuh kamu secara perlahan.

Ketika lingkungan di sekitar kamu tidak sehat, kamu cenderung untuk tidak berkembang dan malah meragukan diri sendiri. Akhirnya, bisa jadi kehilangan jati dirimu yang sesungguhnya.

Ingat, kamu bisa mencari teman di mana pun sementara kamu ya cuma kamu. Jika masih merasa sayang untuk memutuskan pertemanan, tak ada salahnya untuk mengurangi intensitas pertemanan.

Jalin Pertemanan Yang Solid

Sebagai ganti perteman beracun, jalinlah ikatan pertemanan yang solid. Cobalah bersikap lebih terbuka dan berusaha menjalin relasi dengan orang-orang baru.

Meski awalnya terasa sulit, berinteraksi dengan banyak orang juga turut menjaga kesehatan mental. Yakni ketika kamu bertemu dengan orang-orang sepemikiran atau beda pikiran namun masih saling mendukung.

Kesehatan Mental - Jalin Pertemanan Yang Solid

Jangan ragu untuk berteman dengan mereka yang terang-terangan mengatakan kamu salah daripada bergosip soal kamu di belakang punggungmu. Pertahankan mereka yang ada di sampingmu saat kamu berduka dan tetaplah setia pada mereka saat mereka sedih.

Jaga Kesehatan Tubuh dengan Makanan Bergizi

Kesehatan mental juga dipengaruhi oleh asupan gizi pada tubuh. Maka aturlah asupan gizi agar tetap berimbang dan sehat.

Biasakan sarapan sehat dengan porsi yang cukup. Sebab konsumsi karbohidrat bisa membangung suasana hati yang positif. Namun jika terlalu banyak malah bisa membuat kamu mengantuk. Akhirnya kamu malah tidak produktif.

Pastikan kamu rutin mengkonsumsi air putih. Tak hanya kopi atau minuman manis lainnya, ibangi juga dengan air putih. Terakhir, jangan lupa lengkapi dengan asupan ikan dan kacang yang kaya protein dan lemak sehat.

Tetap Rajin Berolahraga

Selain atur pola makan, menjaga kesehatan tubuh sebaiknya juga diibangi dengan olahraga teratur. Tak harus olahraga berat seperti kardio, kamu bisa mulai dengan olahraga ringan.

Kamu bisa praktikan senam, gerakan yoga, dan workout secara rutin. Cukup 15-30 menit per hari, tubuh kamu akan terasa lebih ringan dan segar.

Kesehatan Mental - Tetap Rajin Berolahraga

Dengan berkeringat, tubuh akan melepaskan endorfin yang mana membantu menyingkirkan perasaan tertekan. Jika rutin dilakukan setiap hari, suasana hatimu akan lebih positif.

Akhirnya kesehatan mental kamu terjaga, tubuh pun menjadi sehat!

Pola Tidur Yang Baik

Aktivitas fisik sehari-hari harus diimbangi dengan pola tidur dan istirahat yang baik. Sebab seperti mesin, tidak baik jika tubuh kita terus difungsikan tanpa henti. Oleh karena itu, sediakanlah waktu untuk istirahat sejenak.

Di siang hari, ambil waktu 15 menit untuk memejamkan mata tanpa memikirkan apapun. Jangan gunakan waktu ini untuk berselancar di media sosial, ya. Lebih baik fokuskan untuk beristirahat. Jika takut kebablasan, atur pengingat 15 menit di ponselmu.

Saat malam hari, hindari kebiasaan begadang. Lebih baik ubah kebiasaan menjadi tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Jangan lupa pasang alarm. Dengan begitu, kamu bisa bangun dan fokus mengerjakan tugas-tugas.

Agendakan Liburan Seru!

Tips menjaga kesehatan mental terakhir ini tak kalah penting! Sebab salah satu cara menjaga kesehatan mental adalah dengan menghindari kondisi stres berat.

Salah satu obat stres yang mujarab adalah berlibur. Nah, jika kamu memang benar-benar lelah, tak ada salahnya untuk mengagendakan waktu liburan seru. Baik itu sendirian maupun bersama orang tersayang, jadikan momen liburan untuk melepas penat.

Kesehatan Mental - Vacation

Pilih destinasi yang tidak terlalu jauh agar kamu tidak kelelahan di jalan. Pilih juga lokasi-lokasi liburan murah dengan harga relatif terjangkau. Kamu bisa liburan tanpa harus bikin kantong kering!

Jangan lupa simpan kenanganmu dalam bentuk foto! Lalu cetak foto liburanmu lewat ID Photobook. Jasa cetak photobook berkualitas ini nggak diragukan lagi kualitasnya. Nggak perlu ribet, nggak perlu lama!

Nah itu dia 7 tips menjaga kesehatan mental yang perlu kamu tau. Meski kelihatannya sepele, jangan remehkan kondisi mental.

Jika kamu merasa terlalu berat dan kesulitan mengatasinya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog maupun dengan psikiater.

Baca juga: Sering Bikin Orang Salah Kira, Yuk Kenali Apa itu Stres!

Masih Sering Dianggap Remeh, Apa Itu Kesehatan Mental?

Kesehatan Mental – Sama seperti kesehatan fisik, kamu juga perlu menjaga kesehatan mental. Jika olahraga dan makan makanan sehat membantu menjaga kesehatan fisik, lantas bagaimana dengan kesehatan mental?

Kesehatan mental seseorang sangat berkaitan dengan diri sendiri dan nantinya berkaitan dengan kemampuan individu untuk memaksimalkan potensi. Kesehatan mental tercermin dari kemampuan individu beradaptasi pada lingkungan baru, kepercayaan diri, serta menghadapi masalah.

Meski sudah banyak artikel kesehatan mental yang beredar, namun topik ini tak pernah habis untuk dibahas. Pentingnya kesehatan mental menjadi alasan seringnya topik ini dibahas.

Baca juga: Bisa Berujung Depresi! Yuk Pelajari Akibat Stres Pada Remaja

Apa yang Dimaksud Kesehatan Mental?

Sebelum membahas lebih lanjut, ada baiknya mengenali apa yang dimaksud dengan kesehatan mental. Kesehatan mental adalah kondisi dimana mental seseorang merasa tenang, nyaman, dan dapat memaksimalkan potensinya.

Dengan demikian, orang dengan kesehatan mental yang baik dapat mengatasi tekanan dan berfungsi secara produktif. Sebaliknya, ketidaksehatan mental berhubungan dengan kondisi seseorang yang merasa tidak nyaman untuk melakukan sesuatu.

Seringkali terminologi kesehatan mental masih digunakan untuk menyebut orang-orang dengan gangguan atau kondisi ketidaksehatan mental. Padahal penggunaan istilah ini kurang tepat untuk menyebut adanya gangguan atau masalah pada kesehatan mental.

Apa Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental?

Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental akan sulit berkomunikasi dan terhubung’ dengan dunia di sekelilingnya. Ia cenderung menjadi tidak produktif, bahkan kesulitan untuk merawat diri.

Bak dua sisi koin, kesehatan fisik dan kesehatan mental harus dijaga dengan baik. Selain makan makanan sehat dan olahraga teratur, penting juga untuk tidur yang cukup serta menjaga interaksi positif.

Sayangnya, kesadaran tentang kesehatan mental di Indonesia masih sangat rendah, utamanya kesehatan mental remaja. Lebih sering orang yang tidak sehat mental justru dianggap lemah dan sedang ‘mencari perhatian’.

Hal-hal Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental

Setelah mengetahui arti pentingnya, ada baiknya memahami hal-hal yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Kesehatan mental dipengaruhi oleh kondisi sekitar individu, faktor genetik, stress, serta riwayat yang dimiliki.

Kondisi sekitar individu bermakna adanya masalah yang berlarut-larut seperti masalah kehilangan pekerjaan, kondisi keuangan, merawat orang sakit, dan juga diskriminasi. Sedangkan faktor genetik dapat berupa kelainan pada senyawa otak.

Kesehatan Mental - Hal-hal Yang Mempengaruhi Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental juga dapat dipengaruhi oleh adanya riwayat kekerasan maupun penggunaan narkotika terlarang. Perasaan terisolasi, trauma pasca peperangan dan kecelakaan juga dapat mempengaruhi kondisi seseorang.

Pencegahaan Adalah Langkah Awal Yang Penting

Bagaimanapun juga, mencegah lebih baik dari mengobati. Oleh karenanya sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan mental. Pertama, mulailah untuk memaafkan diri sendiri dan melakukan aktifitas olahraga. Berpikiran positif dan kelilingi diri dengan orang-orang berpikiran positif.

Namun demikian, jangan sampai terjebak dalam lingkaran toxic positivity. Yakni kondisi dimana seseorang berada dalam lingkungan positif yang berlebihan. Dimana apapun yang berlebihan juga tak baik.

Jangan lupa belajar untuk lebih memahami diri sendiri. Jangan mengandalkan orang lain untuk mengerti, namun jadilah sosok yang paling mengerti diri sendiri.

Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental

Masih ada harapan untuk penderita gangguan kesehatan mental. Dengan perawatan khusus yang intensif, sangat mungkin bagi mereka untuk kembali sehat seperti sedia kala.

Salah satunya adalah dengan melakukan terapi rutin. Lakukan konsultasi rutin dengan psikolog atau psikiater. Konsultasi ini diharapkan dapat membantu individu mencari jalan keluar dari permasalahan mereka.

Kesehatan Mental - Cara Mengatasi Gangguan Kesehatan Mental

Selain itu dapat dilakukan dengan konsumsi obat dan mengikuti support group. Secara pribadi orang dengan gangguan kesehatan mental juga dapat menyusun target-target kecil agar kembali memiliki tujuan.

Nah itu dia gambaran singkat tentang kesehatan mental dan gangguan kesehatan mental. Semoga cukup mudah dipahami, ya.

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

4 Cara Sederhana Untuk Mengatasi Stres Pada Ibu Rumah Tangga

Stres Pada Ibu Rumah Tangga – Menjadi ibu rumah tangga itu mudah? Kalau masih menjawab iya, ada baiknya Anda berpikir ulang. Faktanya tingkat stress ibu rumah tangga sama tingginya dnegan Anda yang bekerja. Malah jika para pekerja bisa mengajukan cuti, nyaris mustahil untuk ibu rumah tangga mengajukan cuti.

Untuk suami dan anak, coba deh ingat lagi, siapa yang bisa menjaga rumah agar tetap aman dan nyaman? Ketika Anda merasa nyaman di rumah, ternyata penyebab istri stress alias stressor malah berada di seputaran rumah loh. 

Kondisi dimana ibu rumah tangga berbenturan secara terus menerus dengan stressor dapat membuat ibu stress. Lantas apa yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi stres?

Tidak perlu khawatir! Ada banyak cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga. Nggak perlu ribet dan nggak perlu mahal, berikut ini adalah 4 cara sederhana untuk mengatasi stres ala ibu rumah tangga!

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Simak Penjelasannya Yuk!

Cari Tau Pemicu Stres

Sama seperti stres pada anak, stress pada ibu rumah tangga juga dapat diatasi dengan mencari tau pemicu stresnya. Maka renungkan kira-kira aktivitas apa yang paling membuat Moms merasa tertekan. Mengetahui stressor dapat membantu Moms mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kemudian luangkanlah waktu untuk berdiskusi bersama pasangan. Suami pun sebaiknya kooperatif dan memahami bahwa siapapun dapat mengalami stres. Setelah itu, bersama-sama mencari cara untuk memecahkan masalah itu.

Misalnya saat memandikan anak, padahal Moms juga sedang memasak dan mencuci pakaian. Mungkin suami bisa mengambil salah satu tugas seperti memandikan anak supaya istri bisa fokus dengan memasak dan mencuci pakaian.

Sempatkan Waktu Berolahraga

Meskipun kegiatan membereskan rumah dan segala kebutuhan rumah tangga bisa membakar kalori, olahraga juga tak boleh terlewat. Nggak perlu olahraga berat, Moms bisa ikut gerakan senam pada video, yoga atau melakukan workout sederhana.

Stres Pada Ibu Rumah Tangga - Olahraga

Olahraga dapat menghilangkan stres dan membuat badan terasa lebih segar. Di samping itu, olahraga juga membuat kondisi fisik tubuh menjadi lebih sehat dan siap menjalankan hari-hari. Lagi pula, manfaat olahraga juga bisa dirasakan bertahun-tahun mendatang.

Mencari Stres Relief

Stres relief adalah suatu jenis kegiatan atau benda yang dapat dimanfaatkan untuk melepaskan tekanan dan stres. Wujudnya bisa bermacam-macam tergantung pada kebiasaan dan kesukaan Moms. Tujuannya utamanya adalah mencari hiburan untuk ibu rumah tangga yang sedang stres.

Misalnya dalam bentuk objek, stres relief bisa berwujud stres ball, bubble wrap, hingga fidget spinner. Pelepas stres juga bisa berwujud sebagai kegiatan. Misalnya senam bersama, menonton drama korea, bermain game, hingga menyalurkan hobi baru.

Yang jelas, luangkan waktu untuk diri sendiri dan melakukan aktivitas yang Moms sukai. Ingat, me time bukan berarti Anda bersikap egois, namun untuk menghindari kondisi-kondisi yang lebih buruk lagi.

Sikap Mental yang Kuat

Sering kali situasi rumah dan lingkungan sudah mendukung Moms sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun, tak jarang Moms sendiri yang memiliki tuntutan dan ketakutan tersendiri sebagai ibu rumah tangga yang baik.

Tarik napas, hitung sampai 3, lalu hembuskan. Ulangi sampai Moms merasa tenang. Sebagai elemen penting dalam keberlangsungan hidup keluarga, kesehatan mental ibu rumah tangga juga harus dijaga.

Stres Pada Ibu Rumah Tangga - Sikap Mental yang Kuat

Oleh karenanya, segera jauhkan pikiran negatif dan ketakutan yang ada. Bersikaplah tenang dan kurangi tuntutan pada diri Anda sendiri. Ingatlah anak dan suami, percayalah bahwa setiap masalah yang ada selalu memiliki jalan keluar.

Yakinkan bahwa Anda mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik. Bahwa Anda bisa melakukan kesalahan sekaligus bisa memperbaikinya. Waktu terus berjalan dan Moms harus melanjutkan hidup. Moms harus kuat menjalani setiap prosesnya.

Nah Moms, itulah penyebab dan cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga. Kalau memang benar-benar suntuk, jangan lupa agendakan liburan bersama keluarga! Ke Dieng atau Surabaya, seru nih! Jangan lupa abadikan momen seru liburan dalam kamera digital lalu cetak dalam photobook di ID Photobook, ya!

Baca juga: Kecenya 3 Destinasi Liburan Murah di Surabaya

Sering Bikin Orang Salah Paham, Yuk Kenali Apa Itu Stres!

Stres – Stres sering kali dikaitkan dengan gangguan kejiwaan kronis seseorang yang memerlukan bantuan pengobatan dan perawatan khusus. Namun sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan stres?

Stress adalah respon alami tubuh saat Anda mengalami perubahan tertentu maupun saat Anda mendapat ancaman. Utamanya stres muncul ketika tubuh menerima tekanan yang lebih besar dari kemampuan Anda.

Siapapun dapat mengalami atau merasakan stres. Baik orang dewasa dengan segudang permasalahannya, kakek nenek yang memasuki masa pensiun, hingga anak usia sekolah dan balita.

Baca juga: Destinasi Liburan Unik Ini Cuma Ada di Indonesia!

Penyebab Stress

Kondisi stress dapat disebabkan oleh pengaruh eksternal dan internal individu. Persoalan seperti masalah keluarga dan keuangan, kerenggangan pertemanan dan hubungan sosial, hingga patah hati dapat menjadi faktor eksternal penyebab stress.

Sedangkan faktor internal jauh lebih beragam dan jauh lebih sering memicu terjadinya kepenatan. Faktor internal antara lain adanya sakit menahun, patah hati, pengelolaan emosi yang kurang baik, hingga kepribadian serta motivasi dalam diri Anda sendiri.

Gejala Stres

Saat sedang tertekan, biasanya tubuh Anda akan menunjukkan gejala tertentu. Meski setiap orang belum tentu sama, tubuh tetap menunjukkan sinyal yang mengatakan bahwa Anda tidak sedang baik-baik saja.

Perubahan Emosi

Gejala stres dapat ditandai dengan perubahan emosi yang signifikan. Anda menjadi mudah gusar, frustasi, hingga perubahan suasana hati yang ekstrem (mood swing). Anda bisa menjadi sangat bersemangat namun kemudian merasa sangat lelah.

Tidak sedikit pula seseorang merasa kesepian, rendah diri, kebingungan, hingga bahkan depresi. Perubahan emosi ini pada akhirnya membuat orang menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Nah, akan lebih baik jika Anda mulai berhati-hatilah menilai perasaan Anda. Terutama bila Anda mulai merasakan emosi yang meledak-ledak, mungkin itu pertanda tubuh sedang memberikan sinyal bahwa Anda sedang tidak baik-baik saja.

Gangguan Pada Kemampuan Kognitif

Ciri-ciri stress selanjutnya adalah munculnya gangguan dan perubahan pada kemampuan kognitif seseorang. Apabila Anda merasa sulit berkonsentrasi dan berpikir positif, bisa jadi Anda sedang tertekan dan butuh hiburan.

Stress - Gejala Emosi

Tekanan dapat menimbulkan kondisi dimana daya ingat menurun. Daya ingat menurun dapat menimbulkan rasa rendah diri sebagaimana gambaran pada gejala perubahan emosi. 

Gangguan Pada Kondisi Fisik

Dibanding sebelumnya, gejala kepenatan berupa gangguan fisik biasanya lebih menonjol dan dapat dirasakan langsung oleh tubuh. Sebab gejala stress pada kondisi fisik ini menimbulkan rasa sakit yang mengganggu bagi penderita.

Gangguan tersebut antara lain nyeri pada kepala seperti migrain, pusing, dan kepala tegang. Gejala lain dapat timbul pada organ pencernaan dimana Anda bisa merasa mual dan juga sembelit.

Parahnya stress dapat memicu otot tubuh menjadi tegang sehingga Anda mudah lelah dan pegal. Di sisi lain, kondisi tertekan juga bisa membuat daya tahan tubuh menurun dan membuat Anda rentan terkena flu dan demam.

Perubahan Perilaku

Gejala berupa perubahan perilaku ini biasanya paling dirasakan oleh orang-orang sekitar. Tak hanya terkait pola makan yang menjadi tidak teratur, perubahan perilaku seseorang bisa berubah begitu drastis.

Perubahan perilaku ini terlihat dari sikap mencari pelampiasan untuk bisa melepaskan tekanan yang menghimpit. Di antaranya dapat berupa kebiasaan menggigit kuku, mondar-mandir, hingga menggerakkan bagian tubuh tertentu tanpa sadar. Pada kondisi yang semakin parah, seseorang dapat mengalami perubahan kebiasaan seperti mengkonsumsi rokok, alkohol, dan penyalahgunaan narkotika.

Cara Mengatasi Stress

Setelah memahami tekanan dan kepenatan beserta gejalanya, kini saatnya Anda mempelajari stress relief. Stress relief adalah cara mengatasi stress. Melihat pemicunya yang beragam maka cara untuk mengatasi tekanan itu juga beragam.

Untuk mengatasi ketegangan Anda bisa mengambil sikap rileks dan ‘menerima’ perubahan situasi yang ada. Mengatasi tekanan juga dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat. Seperti rajin berolahraga, diet yang sehat, hingga latihan pernafasan dan relaksasi.

Yang jarang diketahui orang, mengurangi stress dapat dilakukan dengan cara mengatur pola tidur. Pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Meski rasanya mustahil pastikan Anda bisa tidur lebih dari 6 jam sehari.

Tidur merupakan saat bagi otak untuk beristirahat. Dengan tidur, tubuh Anda pun memiliki waktu untuk beristirahat. Tidur berkualitas juga membuat badan rileks dan siap menghadapi hari.

Stress - Fidget Cube

Cara lain untuk mengobati kepenatan juga bisa dengan memainkan stress relief toys. Stress relief toys merupakan objek yang dapat dimainkan untuk melepas dan meredakan kepenatan. Misalnya stress ball, fidget spinner, dan fidget cube. Namun beberapa orang mengaku memecahkan bubble wrap juga menjadi pelepas penat yang baik untuk mereka.

Melepas Penat dengan Liburan Seru

Terakhir, cara paling ampuh untuk melepas rasa penat adalah dengan berlibur. Mengambil waktu sejenak untuk me-time di rumah maupun tempat wisata yang tenang bisa menjadi pilihan. Luangkanlah waktu untuk melepas beban kerja dan masalah kantor dengan liburan ke Dieng maupun ke tempat seru lainnya.

Kemanapun tujuan liburan kamu untuk melepas lelah, jangan lupa abadikan momen spesial itu dalam kamera digital. Setelah kembali ke rumah, jangan lupa langsung cetak dalam album foto di ID Photobook!

Jasa cetak foto ini menyediakan layanan cetak photobook berkualitas. Gambar cetaknya dijamin lebih tajam dan awet. Pastinya kenangan serumu bisa terabadikan dengan sempurna. Mencetaknya dalam foto album memudahkan untuk mengenang momen berharga Anda di hari tua nanti.

Baca juga: Liburan Murah Ke  Luar Negeri? Bisa! Ikuti Tips dan Triknya!

Bisa Berujung Depresi! Yuk Pelajari Dampak Stres Pada Remaja

Stres Pada Remaja – Usia remaja adalah masa-masa paling indah. Pada masa ini anak mulai mengenal warna-warna indah. Tak hanya hitam dan putih, remaja juga mulai mengenal hal-hal seperti cinta, persahabatan sejati hingga mimpi-mimpi.

Namun para remaja yang sedang semangat ini belum memiliki emosi yang stabil. Masih sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri. Sehingga tak heran jika mereka masih suka meledak-ledak. Misalnya terlalu bahagia, terlalu sedih, juga terlalu marah.

Lonjakan-lonjakan emosi ini diperparah dengan adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Baik dari teman, pendidikan, orang tua, hingga pacar atau gebetan.

Tekanan tersebut semakin nyata dengan adanya media sosial, dimana praktik perundungan makin sering terjadi. Akibatnya stres pada remaja adalah persoalan yang sering muncul dewasa ini.

Jangan anggap remeh kondisi stres pada remaja. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan emosional yang akhirnya dapat berujung pada depresi. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang dampak stres pada remaja

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

Memicu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan stres pada anak. Misalnya perundungan, minimnya komunikasi, hingga hubungan asmara yang tak berjalan lancar. Taukah Anda bahwa stres berat dapat memicu post traumatic stress disorder (PTSD)?

PTSD merupakan akibat yang dirasakan seseorang setelah mengalami suatu kondisi traumatis. Misalnya kecelakaan, bencana alam, kekerasan dan penyiksaan, hingga tindak kriminal sadis. Termasuk kasus perundungan dan kekerasan dalam bentuk apapun. 

Menjadi catatan penting ialah remaja tak perlu mengalami kekerasan untuk bisa trauma. Bisa saja mereka hanya sekilas melihat tindak kekerasan, baik di rumah maupun di di sekolah, lalu mengalami trauma. Kondisi ini marak terjadi terutama pada kasus yang melibatkan orang-orang terdekat.

Memang tidak semua anak yang mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan akan mengalami gangguan ini. Namun, orang tua perlu waspada agar bisa memberikan bantuan yang tepat bagi anak.

Penderita PTSD biasanya menunjukkan gejala seperti sering gelisah, mimpi buruk, hingga sulit tidur. Kadang kala kondisi ini dibarengi dengan serangan panik. Nah, Parents, berkonsultasi dengan psikolog menjadi pilihan yang tepat saat anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda stress pada remaja semacam ini.

Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Kondisi stres dapat mengganggu kinerja hipotalamus selaku bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Terganggunya hipotalamus menyebabkan hormon dalam tubuh perempuan menjadi tidak seimbang. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Stres Pada Remaja - Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Hal utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan meredakan stres. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Sebab baik mengkonsumsi sayuran dan buah dapat menghasilkan hormon kristosol yang dapat mengendalikan stres. 

Selain itu orang tua bisa membantu sejak anak mulai menunjukkan gejala stres pada remaja. Jadi Ketika anak mulai terlihat jenuh, kesulitan tidur dan berkonsentrasi, bermimpi buruk hingga mudah cemas, carilah cara untuk meredakan stres.

Misalnya dengan mengajak anak untuk berolahraga ringan seperti senam dan yoga. Apabila memang diperlukan, tak ada salahnya untuk mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog. Ingat, konsultasi dapat menjadi pilihan yang tepat jika stres pada anak tak kunjung reda.

Melewatkan Kesempatan Karena Psikosomatis

Stres menempatkan tubuh pada kondisi tegang setiap saat. Oleh karenanya anak remaja yang sedang stres akan sering mengeluh badannya pegal dan merasa lelah meski tak banyak aktivitas.

Kondisi tertekan juga dapat memanipulasi otak untuk merasakan sakit pada bagian-bagian tertentu. Rasa sakit fisik yang diakibatkan stres dapat disebut psikosomatis. Rasa sakit ini dapat berpindah-pindah namun biasanya seputar organ pencernaan dan kepala.

Kedengarannya memang sederhana, namun jangan sampai mewajarkan kondisi ini. Jika psikosomatis terus menerus kambuh, kondisi ini bisa dibawa sampai mereka dewasa. Bisa jadi anak malah melewatkan kesempatan emas karena terlalu tegang.

Misalnya kesempatan untuk mengerjakan soal ujian dengan maksimal namun karena harus menahan rasa sakit, anak jadi sulit berkonsentrasi. Sayang kan kalau sampai benar-benar kejadian.

Gangguan Kecemasan dan Depresi

Stres memiliki pengaruh langsung pada kondisi kesehatan mental anak. Terutama pada kasus dimana anak remaja kesulitan mencari tempat untuk bercerita. Baik karena tak memiliki teman dekat yang nyaman maupun karena orang tua yang tidak bersahabat.

Minimnya komunikasi ini akan membuat anak merasa kesepian dan sendirian. Akhirnya mereka hanya bisa memendam tanpa tau bagaimana cara yang tepat untuk mengolah emosi dan stres. Kondisi stres yang berlarut-larut ini akan memicu stres berat yang kemudian berujung pada depresi.

Stres Pada Remaja - Gangguan Kecemasan

Stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Jika stres masih bisa diolah dan dijadikan motivasi, depresi menjadi titik terendah manusia. Pada kondisi depresi seorang remaja dapat merasa sedih selama berminggu-minggu tanpa ada gairah untuk melakukan sesuatu.

Selanjutnya depresi dapat menghilangkan rasa percaya diri dan penghargaan diri. Penderita depresi memiliki pemikiran negatif yang konstan dan dapat menghasilkan dorongan untuk melukai diri sendiri hingga bunuh diri.

Oleh karenanya, orang tua perlu waspada jika anak remaja mulai menunjukkan tanda stres berat dan depresi. Jangan sungkan dan segera konsultasikan kondisi anak ke psikolog maupun psikiater agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

Nah itu dia dampak stres pada remaja. Baik kondisi fisik maupun mental, keduanya perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus.

Menjadi orang tua saat menghadapi anak yang sedang stres memang tidak mudah. Penuh kekhawatiran sekaligus kesabaran ekstra. Namun ingatlah bahwa komitmen Anda yang membawa anak lahir dan menjalani hidup di dunia. Sudah selayaknya Anda bersikap dewasa dengan berusaha memahami kondisi anak.

Baca juga: Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!