4 Cara Sederhana Untuk Mengatasi Stres Pada Ibu Rumah Tangga

Stres Pada Ibu Rumah Tangga – Menjadi ibu rumah tangga itu mudah? Kalau masih menjawab iya, ada baiknya Anda berpikir ulang. Faktanya tingkat stress ibu rumah tangga sama tingginya dnegan Anda yang bekerja. Malah jika para pekerja bisa mengajukan cuti, nyaris mustahil untuk ibu rumah tangga mengajukan cuti.

Untuk suami dan anak, coba deh ingat lagi, siapa yang bisa menjaga rumah agar tetap aman dan nyaman? Ketika Anda merasa nyaman di rumah, ternyata penyebab istri stress alias stressor malah berada di seputaran rumah loh. 

Kondisi dimana ibu rumah tangga berbenturan secara terus menerus dengan stressor dapat membuat ibu stress. Lantas apa yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi stres?

Tidak perlu khawatir! Ada banyak cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga. Nggak perlu ribet dan nggak perlu mahal, berikut ini adalah 4 cara sederhana untuk mengatasi stres ala ibu rumah tangga!

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Simak Penjelasannya Yuk!

Cari Tau Pemicu Stres

Sama seperti stres pada anak, stress pada ibu rumah tangga juga dapat diatasi dengan mencari tau pemicu stresnya. Maka renungkan kira-kira aktivitas apa yang paling membuat Moms merasa tertekan. Mengetahui stressor dapat membantu Moms mencari cara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Kemudian luangkanlah waktu untuk berdiskusi bersama pasangan. Suami pun sebaiknya kooperatif dan memahami bahwa siapapun dapat mengalami stres. Setelah itu, bersama-sama mencari cara untuk memecahkan masalah itu.

Misalnya saat memandikan anak, padahal Moms juga sedang memasak dan mencuci pakaian. Mungkin suami bisa mengambil salah satu tugas seperti memandikan anak supaya istri bisa fokus dengan memasak dan mencuci pakaian.

Sempatkan Waktu Berolahraga

Meskipun kegiatan membereskan rumah dan segala kebutuhan rumah tangga bisa membakar kalori, olahraga juga tak boleh terlewat. Nggak perlu olahraga berat, Moms bisa ikut gerakan senam pada video, yoga atau melakukan workout sederhana.

Stres Pada Ibu Rumah Tangga - Olahraga

Olahraga dapat menghilangkan stres dan membuat badan terasa lebih segar. Di samping itu, olahraga juga membuat kondisi fisik tubuh menjadi lebih sehat dan siap menjalankan hari-hari. Lagi pula, manfaat olahraga juga bisa dirasakan bertahun-tahun mendatang.

Mencari Stres Relief

Stres relief adalah suatu jenis kegiatan atau benda yang dapat dimanfaatkan untuk melepaskan tekanan dan stres. Wujudnya bisa bermacam-macam tergantung pada kebiasaan dan kesukaan Moms. Tujuannya utamanya adalah mencari hiburan untuk ibu rumah tangga yang sedang stres.

Misalnya dalam bentuk objek, stres relief bisa berwujud stres ball, bubble wrap, hingga fidget spinner. Pelepas stres juga bisa berwujud sebagai kegiatan. Misalnya senam bersama, menonton drama korea, bermain game, hingga menyalurkan hobi baru.

Yang jelas, luangkan waktu untuk diri sendiri dan melakukan aktivitas yang Moms sukai. Ingat, me time bukan berarti Anda bersikap egois, namun untuk menghindari kondisi-kondisi yang lebih buruk lagi.

Sikap Mental yang Kuat

Sering kali situasi rumah dan lingkungan sudah mendukung Moms sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun, tak jarang Moms sendiri yang memiliki tuntutan dan ketakutan tersendiri sebagai ibu rumah tangga yang baik.

Tarik napas, hitung sampai 3, lalu hembuskan. Ulangi sampai Moms merasa tenang. Sebagai elemen penting dalam keberlangsungan hidup keluarga, kesehatan mental ibu rumah tangga juga harus dijaga.

Stres Pada Ibu Rumah Tangga - Sikap Mental yang Kuat

Oleh karenanya, segera jauhkan pikiran negatif dan ketakutan yang ada. Bersikaplah tenang dan kurangi tuntutan pada diri Anda sendiri. Ingatlah anak dan suami, percayalah bahwa setiap masalah yang ada selalu memiliki jalan keluar.

Yakinkan bahwa Anda mampu menjadi ibu rumah tangga yang baik. Bahwa Anda bisa melakukan kesalahan sekaligus bisa memperbaikinya. Waktu terus berjalan dan Moms harus melanjutkan hidup. Moms harus kuat menjalani setiap prosesnya.

Nah Moms, itulah penyebab dan cara mengatasi stres pada ibu rumah tangga. Kalau memang benar-benar suntuk, jangan lupa agendakan liburan bersama keluarga! Ke Dieng atau Surabaya, seru nih! Jangan lupa abadikan momen seru liburan dalam kamera digital lalu cetak dalam photobook di ID Photobook, ya!

Baca juga: Kecenya 3 Destinasi Liburan Murah di Surabaya

Sering Bikin Orang Salah Paham, Yuk Kenali Apa Itu Stres!

Stres – Stres sering kali dikaitkan dengan gangguan kejiwaan kronis seseorang yang memerlukan bantuan pengobatan dan perawatan khusus. Namun sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan stres?

Stress adalah respon alami tubuh saat Anda mengalami perubahan tertentu maupun saat Anda mendapat ancaman. Utamanya stres muncul ketika tubuh menerima tekanan yang lebih besar dari kemampuan Anda.

Siapapun dapat mengalami atau merasakan stres. Baik orang dewasa dengan segudang permasalahannya, kakek nenek yang memasuki masa pensiun, hingga anak usia sekolah dan balita.

Baca juga: Destinasi Liburan Unik Ini Cuma Ada di Indonesia!

Penyebab Stress

Kondisi stress dapat disebabkan oleh pengaruh eksternal dan internal individu. Persoalan seperti masalah keluarga dan keuangan, kerenggangan pertemanan dan hubungan sosial, hingga patah hati dapat menjadi faktor eksternal penyebab stress.

Sedangkan faktor internal jauh lebih beragam dan jauh lebih sering memicu terjadinya kepenatan. Faktor internal antara lain adanya sakit menahun, patah hati, pengelolaan emosi yang kurang baik, hingga kepribadian serta motivasi dalam diri Anda sendiri.

Gejala Stres

Saat sedang tertekan, biasanya tubuh Anda akan menunjukkan gejala tertentu. Meski setiap orang belum tentu sama, tubuh tetap menunjukkan sinyal yang mengatakan bahwa Anda tidak sedang baik-baik saja.

Perubahan Emosi

Gejala stres dapat ditandai dengan perubahan emosi yang signifikan. Anda menjadi mudah gusar, frustasi, hingga perubahan suasana hati yang ekstrem (mood swing). Anda bisa menjadi sangat bersemangat namun kemudian merasa sangat lelah.

Tidak sedikit pula seseorang merasa kesepian, rendah diri, kebingungan, hingga bahkan depresi. Perubahan emosi ini pada akhirnya membuat orang menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Nah, akan lebih baik jika Anda mulai berhati-hatilah menilai perasaan Anda. Terutama bila Anda mulai merasakan emosi yang meledak-ledak, mungkin itu pertanda tubuh sedang memberikan sinyal bahwa Anda sedang tidak baik-baik saja.

Gangguan Pada Kemampuan Kognitif

Ciri-ciri stress selanjutnya adalah munculnya gangguan dan perubahan pada kemampuan kognitif seseorang. Apabila Anda merasa sulit berkonsentrasi dan berpikir positif, bisa jadi Anda sedang tertekan dan butuh hiburan.

Stress - Gejala Emosi

Tekanan dapat menimbulkan kondisi dimana daya ingat menurun. Daya ingat menurun dapat menimbulkan rasa rendah diri sebagaimana gambaran pada gejala perubahan emosi. 

Gangguan Pada Kondisi Fisik

Dibanding sebelumnya, gejala kepenatan berupa gangguan fisik biasanya lebih menonjol dan dapat dirasakan langsung oleh tubuh. Sebab gejala stress pada kondisi fisik ini menimbulkan rasa sakit yang mengganggu bagi penderita.

Gangguan tersebut antara lain nyeri pada kepala seperti migrain, pusing, dan kepala tegang. Gejala lain dapat timbul pada organ pencernaan dimana Anda bisa merasa mual dan juga sembelit.

Parahnya stress dapat memicu otot tubuh menjadi tegang sehingga Anda mudah lelah dan pegal. Di sisi lain, kondisi tertekan juga bisa membuat daya tahan tubuh menurun dan membuat Anda rentan terkena flu dan demam.

Perubahan Perilaku

Gejala berupa perubahan perilaku ini biasanya paling dirasakan oleh orang-orang sekitar. Tak hanya terkait pola makan yang menjadi tidak teratur, perubahan perilaku seseorang bisa berubah begitu drastis.

Perubahan perilaku ini terlihat dari sikap mencari pelampiasan untuk bisa melepaskan tekanan yang menghimpit. Di antaranya dapat berupa kebiasaan menggigit kuku, mondar-mandir, hingga menggerakkan bagian tubuh tertentu tanpa sadar. Pada kondisi yang semakin parah, seseorang dapat mengalami perubahan kebiasaan seperti mengkonsumsi rokok, alkohol, dan penyalahgunaan narkotika.

Cara Mengatasi Stress

Setelah memahami tekanan dan kepenatan beserta gejalanya, kini saatnya Anda mempelajari stress relief. Stress relief adalah cara mengatasi stress. Melihat pemicunya yang beragam maka cara untuk mengatasi tekanan itu juga beragam.

Untuk mengatasi ketegangan Anda bisa mengambil sikap rileks dan ‘menerima’ perubahan situasi yang ada. Mengatasi tekanan juga dapat dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat. Seperti rajin berolahraga, diet yang sehat, hingga latihan pernafasan dan relaksasi.

Yang jarang diketahui orang, mengurangi stress dapat dilakukan dengan cara mengatur pola tidur. Pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Meski rasanya mustahil pastikan Anda bisa tidur lebih dari 6 jam sehari.

Tidur merupakan saat bagi otak untuk beristirahat. Dengan tidur, tubuh Anda pun memiliki waktu untuk beristirahat. Tidur berkualitas juga membuat badan rileks dan siap menghadapi hari.

Stress - Fidget Cube

Cara lain untuk mengobati kepenatan juga bisa dengan memainkan stress relief toys. Stress relief toys merupakan objek yang dapat dimainkan untuk melepas dan meredakan kepenatan. Misalnya stress ball, fidget spinner, dan fidget cube. Namun beberapa orang mengaku memecahkan bubble wrap juga menjadi pelepas penat yang baik untuk mereka.

Melepas Penat dengan Liburan Seru

Terakhir, cara paling ampuh untuk melepas rasa penat adalah dengan berlibur. Mengambil waktu sejenak untuk me-time di rumah maupun tempat wisata yang tenang bisa menjadi pilihan. Luangkanlah waktu untuk melepas beban kerja dan masalah kantor dengan liburan ke Dieng maupun ke tempat seru lainnya.

Kemanapun tujuan liburan kamu untuk melepas lelah, jangan lupa abadikan momen spesial itu dalam kamera digital. Setelah kembali ke rumah, jangan lupa langsung cetak dalam album foto di ID Photobook!

Jasa cetak foto ini menyediakan layanan cetak photobook berkualitas. Gambar cetaknya dijamin lebih tajam dan awet. Pastinya kenangan serumu bisa terabadikan dengan sempurna. Mencetaknya dalam foto album memudahkan untuk mengenang momen berharga Anda di hari tua nanti.

Baca juga: Liburan Murah Ke  Luar Negeri? Bisa! Ikuti Tips dan Triknya!

Bisa Berujung Depresi! Yuk Pelajari Dampak Stres Pada Remaja

Stres Pada Remaja – Usia remaja adalah masa-masa paling indah. Pada masa ini anak mulai mengenal warna-warna indah. Tak hanya hitam dan putih, remaja juga mulai mengenal hal-hal seperti cinta, persahabatan sejati hingga mimpi-mimpi.

Namun para remaja yang sedang semangat ini belum memiliki emosi yang stabil. Masih sulit bagi mereka untuk mengendalikan diri. Sehingga tak heran jika mereka masih suka meledak-ledak. Misalnya terlalu bahagia, terlalu sedih, juga terlalu marah.

Lonjakan-lonjakan emosi ini diperparah dengan adanya tekanan dari lingkungan sekitar. Baik dari teman, pendidikan, orang tua, hingga pacar atau gebetan.

Tekanan tersebut semakin nyata dengan adanya media sosial, dimana praktik perundungan makin sering terjadi. Akibatnya stres pada remaja adalah persoalan yang sering muncul dewasa ini.

Jangan anggap remeh kondisi stres pada remaja. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan emosional yang akhirnya dapat berujung pada depresi. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang dampak stres pada remaja

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!

Memicu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan stres pada anak. Misalnya perundungan, minimnya komunikasi, hingga hubungan asmara yang tak berjalan lancar. Taukah Anda bahwa stres berat dapat memicu post traumatic stress disorder (PTSD)?

PTSD merupakan akibat yang dirasakan seseorang setelah mengalami suatu kondisi traumatis. Misalnya kecelakaan, bencana alam, kekerasan dan penyiksaan, hingga tindak kriminal sadis. Termasuk kasus perundungan dan kekerasan dalam bentuk apapun. 

Menjadi catatan penting ialah remaja tak perlu mengalami kekerasan untuk bisa trauma. Bisa saja mereka hanya sekilas melihat tindak kekerasan, baik di rumah maupun di di sekolah, lalu mengalami trauma. Kondisi ini marak terjadi terutama pada kasus yang melibatkan orang-orang terdekat.

Memang tidak semua anak yang mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan akan mengalami gangguan ini. Namun, orang tua perlu waspada agar bisa memberikan bantuan yang tepat bagi anak.

Penderita PTSD biasanya menunjukkan gejala seperti sering gelisah, mimpi buruk, hingga sulit tidur. Kadang kala kondisi ini dibarengi dengan serangan panik. Nah, Parents, berkonsultasi dengan psikolog menjadi pilihan yang tepat saat anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda stress pada remaja semacam ini.

Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Kondisi stres dapat mengganggu kinerja hipotalamus selaku bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Terganggunya hipotalamus menyebabkan hormon dalam tubuh perempuan menjadi tidak seimbang. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

Stres Pada Remaja - Siklus Menstruasi Menjadi Tidak Teratur

Hal utama untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan meredakan stres. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Sebab baik mengkonsumsi sayuran dan buah dapat menghasilkan hormon kristosol yang dapat mengendalikan stres. 

Selain itu orang tua bisa membantu sejak anak mulai menunjukkan gejala stres pada remaja. Jadi Ketika anak mulai terlihat jenuh, kesulitan tidur dan berkonsentrasi, bermimpi buruk hingga mudah cemas, carilah cara untuk meredakan stres.

Misalnya dengan mengajak anak untuk berolahraga ringan seperti senam dan yoga. Apabila memang diperlukan, tak ada salahnya untuk mengajak anak berkonsultasi dengan psikolog. Ingat, konsultasi dapat menjadi pilihan yang tepat jika stres pada anak tak kunjung reda.

Melewatkan Kesempatan Karena Psikosomatis

Stres menempatkan tubuh pada kondisi tegang setiap saat. Oleh karenanya anak remaja yang sedang stres akan sering mengeluh badannya pegal dan merasa lelah meski tak banyak aktivitas.

Kondisi tertekan juga dapat memanipulasi otak untuk merasakan sakit pada bagian-bagian tertentu. Rasa sakit fisik yang diakibatkan stres dapat disebut psikosomatis. Rasa sakit ini dapat berpindah-pindah namun biasanya seputar organ pencernaan dan kepala.

Kedengarannya memang sederhana, namun jangan sampai mewajarkan kondisi ini. Jika psikosomatis terus menerus kambuh, kondisi ini bisa dibawa sampai mereka dewasa. Bisa jadi anak malah melewatkan kesempatan emas karena terlalu tegang.

Misalnya kesempatan untuk mengerjakan soal ujian dengan maksimal namun karena harus menahan rasa sakit, anak jadi sulit berkonsentrasi. Sayang kan kalau sampai benar-benar kejadian.

Gangguan Kecemasan dan Depresi

Stres memiliki pengaruh langsung pada kondisi kesehatan mental anak. Terutama pada kasus dimana anak remaja kesulitan mencari tempat untuk bercerita. Baik karena tak memiliki teman dekat yang nyaman maupun karena orang tua yang tidak bersahabat.

Minimnya komunikasi ini akan membuat anak merasa kesepian dan sendirian. Akhirnya mereka hanya bisa memendam tanpa tau bagaimana cara yang tepat untuk mengolah emosi dan stres. Kondisi stres yang berlarut-larut ini akan memicu stres berat yang kemudian berujung pada depresi.

Stres Pada Remaja - Gangguan Kecemasan

Stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda. Jika stres masih bisa diolah dan dijadikan motivasi, depresi menjadi titik terendah manusia. Pada kondisi depresi seorang remaja dapat merasa sedih selama berminggu-minggu tanpa ada gairah untuk melakukan sesuatu.

Selanjutnya depresi dapat menghilangkan rasa percaya diri dan penghargaan diri. Penderita depresi memiliki pemikiran negatif yang konstan dan dapat menghasilkan dorongan untuk melukai diri sendiri hingga bunuh diri.

Oleh karenanya, orang tua perlu waspada jika anak remaja mulai menunjukkan tanda stres berat dan depresi. Jangan sungkan dan segera konsultasikan kondisi anak ke psikolog maupun psikiater agar dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat.

Nah itu dia dampak stres pada remaja. Baik kondisi fisik maupun mental, keduanya perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus.

Menjadi orang tua saat menghadapi anak yang sedang stres memang tidak mudah. Penuh kekhawatiran sekaligus kesabaran ekstra. Namun ingatlah bahwa komitmen Anda yang membawa anak lahir dan menjalani hidup di dunia. Sudah selayaknya Anda bersikap dewasa dengan berusaha memahami kondisi anak.

Baca juga: Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Harus Lebih Peka, Yuk Kenali Tanda Stres Pada Anak!

Stres Pada Anak – Masa kanak-kanak biasanya diisi dengan berbagai kegiatan mengasyikan. Bermain bersama teman-teman, menari, melompat, hingga membangun hubungan persahabatan yang erat.

Namun sama seperti orang dewasa ternyata anak kita pun bisa stres. Sebab ternyata kehidupan seputar sekolah, rumah, dan teman sepermainan bisa membuat mereka tertekan. Misalnya tuntutan untuk selalu mendapat nilai yang baik, minimnya komunikasi dengan orang tua, hingga penolakan dari teman-teman.

Tentunya kita tak ingin masa kanak-kanak yang bahagia harus diisi dengan duka dan tekanan. Sehingga sebaiknya orang tua lebih peka dengan kondisi anak, amati perilaku mereka, siapa tau ada yang berubah. Hal ini penting agar orang tua bisa memberikan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

Nah berikut ini adalah tanda-tanda stres pada anak usia sekolah yang perlu orang tua ketahui.

Baca juga: Parents, Yuk Bantu Mengatasi Stres Pada Anak Usia Sekolah!

Gelisah dan Tidak Nyaman

Terkadang meski sudah sekolah bahkan memasuki usia remaja, anak masih kesulitan mengungkapkan perasaannya. Namun sebagai orang tua, sebaiknya kita lebih peka menangkap tanda stres pada anak remaja.

Misalnya saat tiba-tiba anak bersikap tidak nyaman dan gelisah saat berada di lingkungan tertentu seperti sekolah atau taman bermain. Jika melihat perubahan sikap ini, Anda tidak perlu langsung ‘menodong’ anak dengan pertanyaan-pertanyaan.

Saat mereka gelisah, bantulah anak untuk kembali tenang. Berikan kata-kata yang mampu menenangkan mereka. Yakinkan bahwa situasinya akan segera membaik. Ketika Anda dan anak sudah berada di rumah atau di lingkungan yang bisa membuat anak terlihat lebih tenang, barulah pancing anak untuk bercerita.

Ingat, jangan dipaksa. Meski Anda juga gelisah dan penasaran setengah mati, tugas Anda adalah untuk menyediakan tempat yang nyaman sampai mereka bersedia untuk cerita.

Mimpi Buruk dan Gangguan Tidur

Meski sering dianggap bunga tidur, ternyata mimpi tertentu bisa jadi alarm saat tubuh sedang stres. Misalnya saat mimpi dikejar-kejar sesuatu, bertengkar, mencari benda yang hilang, hingga ketinggalan moda transportasi tertentu.

Adanya mimpi buruk dapat mengganggu kualitas tidur anak. Mereka terjaga tengah malam dan kesulitan untuk kembali tidur. Parahnya anak bisa menolak untuk tidur karena terlalu cemas dan takut mimpi buruk datang lagi.

Gangguan tidur semacam ini dapat mengacaukan konsentrasi anak dalam belajar. Mereka jadi lebih mudah marah karena sulit untuk istirahat. Nah, Parents, ketika anak terjaga pada malam hari dan bermimpi buruk, tanyakan apakah anak sedang memiliki masalah.

Konsentrasi Belajar Terganggu

Nilai anak di sekolah mendadak turun? Eits, jangan langsung dimarahi, ya! Sebab tanda stres pada anak sekolah dapat berupa terganggunya konsentrasi saat belajar. Akibatnya performanya di sekolah ikut meredup.

Salah satu cara mengatasi stres pada anak sekolah adalah dengan menanyakan apakah ada yang kira-kira mengganggu konsentrasi belajarnya. Kemudian berpikiran terbuka dengan apa yang menjadi jawaban anak.

Stres Pada Anak - Konsentrasi Belajar Tergangu

Introspeksilah, jangan-jangan selama ini Anda yang membuat anak stres. Mungkin Anda tak sadar namun tindakan seperti membanding-bandingkan nilai anak dengan teman dan bahkan saudaranya sendiri bisa menjadi pemicu stres pada anak.

Oleh karenanya, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan tersebut. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing yang tak bisa dipaksakan. Misalnya si kakak pandai pada bidang matematika, adiknya pandai pada bidang bahasa. Begitu juga dengan teman-temannya. Jadikan sekolah sebagai tempat untuk belajar, bukan berkompetisi.

Tiba-tiba Mengompol

Para ahli menyebutkan bawah kondisi stres memiliki pengaruh terhadap kandung kemih seseorang. Hal ini menimbulkan tubuh sulit untuk menahan kencing dan sering ngompol. Begitu juga dengan anak yang sedang stres.

Orang tua perlu waspada saat anak usia sekolah yang sudah tidak ngompol, tiba-tiba mengompol. Sebab bisa jadi gejala stres pada anak remaja.

Jadi jangan buru-buru ngomel ya, Parents. Sebab anak juga tidak sadar kenapa mereka bisa ngompol saat tidur. Lebih baik tanyakan apakah mereka ada masalah lalu bantu agar mereka bisa segera menyelesaikan masalah.

Anak Sering Sakit Tanpa Penyebab yang Jelas

Tanda anak sedang stres lainnya adalah sering sakit tanya ada penyebab yang jelas. Sakitnya pun bisa beragam, mulai dari sakit perut seperti diare dan kembung, hingga sakit kepala seperti migrain.

Karena tidak adanya kejelasan tentang penyebab dari sakit ini, orang tua juga jadi kebingungan mencari obat. Padahal rasa sakit ini bisa sangat mengganggu anak saat menjalani aktivitasnya.

Coba amati kapan anak mulai mengeluhkan sakit dan kapan rasa sakit itu mereda. Sebab biasanya rasa sakit tersebut hanya muncul saat anak sedang stres dan hilang lagi saat anak sudah kembali tenang. Misalnya saat hendak berangkat sekolah, nah bisa jadi rasa sakit ini tanda anak stres sekolah.

Perilaku Negatif dan Agresif

Anak yang sedang stres memiliki banyak energi negatif di dalam tubuhnya, sehingga tak jarang mereka justru banyak bergerak. Jika tidak diolah dengan benar, sikap aktif mereka ini bisa disalurkan menjadi hal-hal negatif.

Misalnya dengan memukul, menendang, hingga berteriak-teriak. Mereka juga cenderung lebih jahil dan mengganggu teman-temannya.

Stres Pada Anak - Perilaku Negatif dan Agresif

Tentu saja Anda tidak ingin anak dijauhi teman-temannya karena terlalu nakal dan agresif. Di sisi lain, Anda juga tidak boleh langsung memarahi mereka, bisa-bisa anak malah semakin menjauh.

Salah satu cara mengatasi anak yang tertekan adalah dengan mengajak mereka melampiaskan tekanan mereka. Anda bisa mengajak anak untuk berolahraga bersama, misalnya berenang atau main sepeda. Setelah itu ajak mereka ngobrol dan pancing untuk mereka bercerita.

Nah itu dia 6 tanda anak sedang stres, ya Parents. Kesannya sih mereka hanya berulah padahal mereka sedang tertekan.

Komunikasi adalah kunci untuk mengatasi stres pada anak. Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk menyediakan waktu untuk ngobrol dengan anak. Cobalah untuk memahami cerita dari sudut pandang anak.

Jika stres berlanjut, tak ada salahnya untuk konsultasi dengan psikolog anak. Sediakan waktu juga untuk liburan bareng anak dan keluarga. Abadikan momen seru liburan dalam kamera digital. Lalu jangan lupa cetak fotonya bersama ID Photobook, ya!

Baca juga: Destinasi Liburan Unik Ini Cuma Ada di Indonesia!

Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Simak Penjelasannya Yuk!

Stres – Hi Moms! Pastinya masih banyak orang yang beranggapan menjadi ibu rumah tangga merupakan pekerjaan yang mudah. Tak perlu keluar rumah, hanya perlu memasak dan membersihkan rumah, lalu tinggal mengurus anak dan suami, pokoknya enak banget deh!

Eits, tidak semudah itu loh. Nyatanya ibu rumah tangga juga rentan stres. Bahkan tingkat stres pada ibu rumah tangga juga terbilang tinggi. Hal ini terjadi karena ibu rumah tangga bertanggung jawab secara penuh atas keluarga dan rumah tangganya.

Stres bisa menyerang siapapun bahkan ibu rumah tangga yang kelihatannya asyik di rumah. Justru karena mereka di rumah, stresor justru kerap muncul di tempat yang biasanya dianggap nyaman dan berlindung bagi kebanyakan orang.

Parahnya lagi, tidak semua orang memahami kemungkinan stres pada ibu rumah tangga. Mereka masih menganggap sepele permasalah yang Moms hadapi. Akhirnya Moms harus terus berduel dengan pemicu stres sendirian.

Nah, yuk Moms, kita simak penyebab stress pada ibu rumah tangga berikut ini. Biar lebih waspada dan bisa menghindari stressor yang ada!

Baca juga: Cermati 6 Tanda Stres Pada Balita, Parents Harus Tau!

Minimnya Pengakuan dari Masyarakat

Masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mudah. Hanya mengurus rumah, hanya bersih-bersih rumah, hanya memasak dan menyiapkan bekal, dan lain sebagainya. Belum lagi jika suami sendiri ikut beranggapan demikian.

Padahal, meski hanya di rumah, istri bertanggung jawab penuh dengan keadaan rumah. Jadi ketika ada sesuatu yang kurang beres, pastinya istri lagi yang kena. Semuanya menjadi salah istri.

Nah, minimnya pengakuan akan peran serta tanggung jawab yang besar dapat menimbulkan rasa rendah diri pada ibu rumah tangga. Penghargaan diri yang rendah ini membuat ibu rumah tangga menjadi lebih mudah tertekan hingga akhirnya stres.

Melakukan Aktivitas Berat Secara Terus-menerus 

Kegiatan bersih-bersih rumah seperti memasak, menyapu, mencuci dan menjemur pakaian ternyata membutuhkan tenaga besar. Belum lagi kalau harus extra bersih-bersih rumah karena mau ada tamu. Duh bisa bikin badan pegal.

Belum lagi kalau anak rewel atau minta bantuan untuk mengerjakan PR. Sebagai ibu yang baik, nggak mungkin dong kita menolak anak tersayang. Mau tak mau kita jadi ikut berpikir bahkan harus mempelajari semuanya agar bisa membantu anak.

Stress - Melakukan Aktivitas Berat Secara Terus-menerus

Aktivitas fisik maupun berpikir ini bisa berlangsung lebih dari 12 jam. Sebab berbeda dengan pekerja kantoran yang punya jam pulang, ibu rumah tangga tak memiliki waktu pulang kantor. Biasanya hanya berhenti saat tidur pada malam hari. Itupun kalau bisa tidur.

Menjadi ibu rumah tangga pun tidak bisa cuti. Jadi, bayangkan rasa lelah yang menumpuk akibat aktivitas tersebut. Masih mau anggap remeh ibu rumah tangga?

Minimnya Hiburan dan Waktu Untuk Me-Time

Karena tinggal di rumah, keseharian istri hanya di rumah. Hiburan yang ada hanya sebatas televisi, radio, dan sosial media. Kalau hiburan di luar rumah, paling untuk belanja bulanan, ke pasar atau mengantar anak sekolah. 

Pekerjaan yang banyak juga membuat jadwal ibu padat. Sehingga sulit untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Rutinitas padat, minimnya hiburan, dan kurangnya waktu untuk diri sendiri membuat Moms mudah merasa jenuh. 

Jangan salah, meski sudah berumah tangga, Moms juga perlu waktu untuk sendiri. Me time ini bisa diisi dengan aktivitas bersantai di rumah, ke salon, belanja, maupun tidur siang tanpa interupsi.

Menjadi ‘Tong Sampah’ Emosi

Sebagai seorang ibu, memang disarankan meluangkan waktu untuk anak dan mendengar cerita mereka sepulang sekolah. Begitu pula saat suami lelah dan baru pulang kerja. Kebiasaan ini memang penting untuk menjalin komunikasi sekaligus mengatasi stres pada anak dan suami.

Stres - Menjadi Tong Sampah

Namun meski seharian di rumah, ibu rumah tangga juga memiliki cerita! Moms juga ingin didengar, bukan? Dan sama seperti bercerita untuk mengurangi stres, Moms juga butuh tempat bercerita untuk mengurangi stres.

Wah, ternyata ada banyak hal-hal yang dapat memicu stres pada ibu rumah tangga, ya. Nggak kalah banyaknya dengan mereka yang seharian bekerja.

Tapi Moms nggak perlu khawatir, ya. Ada banyak cara mengatasi stres yang bisa Moms lakukan di rumah. Misalnya dengan berolahraga ringan, bermain dengan stres ball maupun sres relief lainnya, menekuni hobi baru, juga meluangkan waktu untuk diri sendiri. Yang nggak kalah penting, jangan lupa untuk berdamai dengan diri sendiri, ya Moms.

Ingatlah bahwa meski sering diremehkan, percayalah Moms begitu berharga dan tak akan terganti. Maafkan kesalahan yang mom perbuat, ingat pula keberadaan anak yang masih bergantung pada Moms, dan jangan pernah memaksakan diri.

Kalau penat nggak kunjung hilang, mungkin saatnya Moms pergi liburan! Agendakan acara sweet escape bersama keluarga maupun sendiri bareng sahabat. Pilih destinasi wisata yang tenang agar pikiran ikut tenang.

Jangan lupa abadikan momen melepas penat ini dengan kamera digital. Lalu cetak foto kenangan dalam album foto bersama ID Photobook. Biar kenanganmu makin abadi dan bisa dikenang dengan mudah di kemudian hari!

Baca juga: Stres Pada Remaja: Kenali Tanda, Penyebab, dan Solusinya!