Yuk Kita Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

Tumbuh Kembang – Seperti yang kita lihat pada umumnya, anak usia 6 tahun sudah disiapkan untuk masuk ke bangku sekolah. Bila sebelumnya anak sudah diikutkan paud, playgroup, maupun taman kanak-kanak, sekarang saatnya anak naik ke jenjang pendidikan yang lebih formal.

Apakah anak siap dilepas secara mandiri untuk sekolah? Dan apakah kita sebagai orang tua sudah siap untuk melepas anak kita?

Perasaan cemas dan khawatir seperti itu adalah hal yang wajar. Namun, sebagai orang tua, kita pun harus menyadari bahwa pendidikan formal juga membantu anak dalam memenuhi tahapan tumbuh kembang anak usia dini.

Sekolah juga mengajarkan anak untuk lebih disiplin serta berinteraksi dengan teman-teman seusianya. Di samping itu, anak juga diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan padanya.

Lantas bagaimana dengan sikap yang harus diambil orang tua? Tentu saja Anda tidak bisa lepas tanggung jawab dan membebankan pada guru sepenuhnya. Justru memasuki usia sekolah, peran orang tua semakin penting dalam berikan perhatian dan dukungan.

Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak usia sekolah yang harus diperhatikan orang tua.

Baca juga: Hi Parents! Pastikan Anak Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang, Yuk

Usia 6 Tahun

Pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan koordinasi yang baik. Sehingga tak diragukan lagi bagaimana mereka aktif bermain dan menyukai olahraga. Anak juga akan mulai menunjukkan keterampilan menggunting, menulis, hingga menggunakan peralatan makan dengan benar.

Imajinasi anak yang sebelumnya terus berkembang liar, kini mulai berkurang. Anak sudah bisa mengenali temannya serta mengurangi intesnsitasnya bermain dengan teman imajinasinya. Namun demikian, imajinasi anak bukan lantas menghilang, imajinasi itu tetap melainkan tetap aktif untuk hal-hal yang nyata seperti warna.

Pada usia ini sebaiknya Anda mulai melatih kemampuan anak untuk menyelesaikan permasalahan sendiri. Meski tetap dengan pendampingan, mulailah mendorong anak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Ajari anak anda untuk peduli pada orang lain serta memahami konsep nilai kerja tim. Di samping itu, sangat penting untuk mengajarkan pada anak tentang bagaimana cara menyuarakan emosi dengan benar, tanpa selalu menangis maupun mengamuk.

Usia 7 Tahun

Anak usia 7 tahun sudah mulai menunjukkan minat belajar tertentu, baik belajar mandiri maupun bersama teman-teman. Pada usia ini pula anak sudah bisa melihat perbedaan dan persamaan dengan teman-teman sebayanya. Dari situ pula mereka sudah bisa menemukan kecocokan bermain dengan teman-temannya sehingga mengeratkan hubungan persahabatan.

Dari segi kemampuan berbahasa, anak usia 7 tahun sudah memiliki kemampuan membaca yang lancar. Mereka juga sudah bisa menyusun kalimat lengkap tanpa bantuan serta memahami bahwa pada kata atau kalimat tertentu dapat bermakna lain.

Tumbuh Kembang - 7 Year Old

Di samping itu mereka juga mulai menunjukkan minat pada bidang seni dan olah raga. Bersikaplah terbuka dengan segala kemungkinan minat bakat ini supaya anak bisa menyampaikan keinginan dan minatnya. Kemudian bantulah anak untuk memetakan bakat dan minatnya.

Apabila memungkinkan, libatkan anak dalam kegiatan berkelompok maupun les privat. Tak ada salahnya Anda mendampingi saat anak mengeksplorasi bakat dan minat tersebut. Jangan lupa abadikan proses belajar anak dan prestasinya. Anda bisa mencetak momen membanggakan itu dalam photobook unik di  ID Photobook.

Usia 8 Tahun

Setelah mulai merasakan empati pada orang lain, memasuki usia 8 tahun anak akan mulai memahami pola pikir orang lain. Dari situ anak akan mulai memahami apabila ada pendapat orang lain yang berbeda darinya. Namun demikian, cara berpikir mereka masih dipengaruhi perasaan dan emosinya.

Perkembangan berhitung mereka juga mulai meningkat. Begitu juga dengan kemampuan mereka untuk mengenal konsep uang. Berilah pengertian kepada anak untuk mengenal konsep menabung serta manfaatnya. Anda bisa melakukannya dengan memberikan contoh menabung sambil mengajak anak untuk menabung.

Mulailah mengajari anak tentang konsep benar atau salah. Sering-seringlah mengajak anak berbicara berbagai topik. Anda bisa mulai topik diskusi seperti persahabatan anak dan temannya, tekanan yang mungkin dirasakan, pemahaman tentang seks hingga kekerasan. Jangan sampai anak Anda merasa dirundung maupun merundung teman-temannya.

Usia 9 Tahun

Memasuki usia 9 tahun anak memiliki pemikiran yang lebih mandiri serta mampu mengambil keputusan sendiri. Nilai-nilai persahabatan yang dikenal dari teman-temannya pun akan semakin mengikat hubungan di antara mereka. Apalagi pada usia ini mereka sudah memiliki kepekaan rasa sehingga mampu berempati pada orang lain.

Jangan heran jika anak Anda tiba-tiba memiliki ketertarikan atau menyukai lawan jenisnya meski sebagian besar anak sering kali menyangkalnya. Beberapa di antara mereka juga sudah memasuki masa pubertas. Maka berikan pemahaman dan penjelasan lebih lanjut terkait edukasi seks serta persahabatan.

Perkembangan bahasa pada anak juga sudah mengalami perkembangan. Selain semakin mahir membaca dan menulis, anak sudah bisa menyalurkan emosinya melalui tulisan. Oleh karenanya sangat baik apabila orang tua mendukungnya dengan memberikan buku bacaan yang bervariasi.

Usia 10 Tahun

Pada usia 10 tahun anak-anak sudah memasuki usia pubertas. Seringkali anak perempuan mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dibanding anak laki-laki. Di samping itu, perubahan ciri-ciri fisik di antara mereka pun semakin tampak.

Sering kali perbedaan ini membuat anak merasa tidak nyaman dan bahkan malu. Oleh karenanya sangat penting bagi Anda untuk memahami serta memberikan pengertian tentang apa yang sedang dialami anak. Bantulah anak untuk mengolah emosi seperti rasa malu serta kecenderungan menjadi tidak percaya diri.

Tumbuh Kembang - 10 Year Old

Pubertas juga membuat emosi anak cepat berubah dan meledak-ledak. Anak bisa merasa senang dan bersemangat namun tiba-tiba down. Sangat penting apabila anak diberi ruang untuk berekspresi, namun jangan sampai anak bertindak semaunya. 

Usia sepuluh tahun menjadi penting bagi anak karena mereka dikenalkan dengan beragam emosi baru. Bantulah anak untuk mengerti perasaan yang mereka alami serta memahami bagaimana cara untuk menghadapi perasaan tersebut. 

Nah itulah tahapan tumbuh kembang anak usia 6 sampai 10 tahun yang harus dipahami anak. Mulai dari masuk sekolah hingga mulai memasuki usia remaja. Tentu saja akan ada banyak perubahan yang dihadapi orang tua. Namun, ingatlah bahwa anak Anda juga sedang menghadapi perubahan-perubahan baik dari fisik maupun emosionalnya.

Oleh karenanya sangat penting bagi orang tua untuk memahaminya dan tak terlalu melibatkan emosi negatif saat menghadapinya. Berikanlah ketegasan dan bukan kemarahan pada anak.

Baca juga: Momen Spesial Bersama Anak Ini Harus Abadi Dalam Photobook!

Hi Moms! Yuk Kita Kenali Tahapan Tumbuh Kembang Balita!

Tumbuh Kembang – Kehadiran anak memang memberikan rona tersendiri dalam kehidupan berkeluarga. Tawanya, tangisannya, kelucuannya hingga kemarahan kecilnya selalu menghadirkan ragam perasaan yang berbeda.

Masa balita anak sering disebut sebagai periode emas. Dimana pada masa itu anak sedang mengalami pertumbuhan serta perkembangan pesat. Tak heran jika anak usia balita sedang aktif-aktifnya bergerak dan banyak berbicara.

Lalu bagaimana sikap yang harus diambil oleh kita sebagai orang tua supaya anak bisa terus tumbuh dan berkembang secara optimal?

Pertama-tama kita harus tau dulu apa yang dimaksud dengan tahapan tumbuh kembang anak usia dini yang sedang dialami anak kita. Baru setelah itu kita mendukung dengan memberi pendampingan yang bijak. 

Berikut ini adalah tahapan tumbuh kembang anak balita yang harus diketahui orang tua.

Baca juga: Hi Moms! Pastikan Bayi Anda Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang Ini, Yuk!

Usia 3 Tahun

Saat mencapai usia 3 tahun, anak sedang banyak-banyaknya mempelajari kebiasaan orang-orang di sekitarnya. Mereka sudah bisa makan sendiri hingga memakai pakaian meski belum bisa mengancingkan baju. 

Kemampuan anak untuk mempelajari lingkungan sekitarnya juga semakin terasah. Sehingga pada usia 3 tahun, anak bisa menunjukkan bagian-bagian tubuh yang diminta serta menyebutkan dengan benar nama benda di sekelilingnya.

Sehingga pada masa ini penting bagi orang tua untuk menyebutkan objek sekitarnya dengan pelafalan yang benar. Anak usia tiga tahun seharusnya sudah bisa menyebut ‘kucing’ dan bukan lagi ‘puss’ atau ‘meong’, begitu pula dengan ‘anjing’ dan bukan lagi ‘guguk’.

Dari kemampuan berbahasa, anak usia 3 tahun sudah memiliki pemahaman yang baik tentang percakapan sehari-hari. Pada usia ini anak sudah bisa melakukan tanya jawab serta menerima penjelasan.

Mereka sedang aktif-aktifnya berjalan, berlari, bahan melompat. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk mendampingi anak pada aktivitas tersebut. Misalnya, orang tua bisa mengajari cara melempar dan menangkap bola, serta mengendarai sepeda roda 3.

Pada usia ini anak sudah bisa berlatih menyusun puzzle, juga berfantasi dengan mainannya. Orang tua bisa mulai membantu anak menggambar dengan krayon, mengajari cara melipat dan memotong, dan bahkan melibatkan anak dalam pekerjaan-pekerjaan sederhana.

Usia 4 Tahun

Pada usia ini anak sudah mampu memahami rutinitas seperti bangun tidur, mandi, lalu makan. Mereka juga sudah mulai memahami konsep waktu seperti pagi, siang, malam dan juga kemarin, hari ini, besok, dan lusa.

Oleh karenanya secara bertahap, baiknya orang tua mula mengajarkan kedisiplinan dalam menjalankan rutinitas. Seperti menentukan jam bermain, membaca, makan, serta jam tidur malam. Lalu biarkan anak melakukan kegiatannya secara mandiri.

Tumbuh Kembang - 4 Year Old

Tumbuh kembang anak usia 4 tahun juga ditandai dengan kemampuan motorik yang lebih berkembang. Hal ini bisa terlihat lewat kemampuan anak naik turun tangga tanpa bantuan, menjaga keseimbangan tubuh hingga 2 detik, hingga membangun objek sederhana dari balok permainan.

Anak usia ini juga memiliki rasa penasaran yang tinggi. Ia akan bertanya hampir semua hal. Tugas orang tua adalah menjawab pertanyaan tersebut dengan jelas sekaligus sederhana. Berikan jawaban yang jujur serta penjelasan yang sekiranya dapat dipahami oleh anak.

Di samping itu pastikan Anda menyimpan obat-obatan, obat semprot serangga, cairan pembersih, serta make up dari jangkauan anak-anak. Sebaiknya Anda menyimpan benda-benda tersebut pada lemari terkunci rapat. Hal ini untuk menjauhkan benda-benda tersebut dari jangkauan anak yang penasaran. Pastinya kita nggak mau kan kalau benda-benda tersebut tertelan oleh anak.

Usia 5 Tahun

Kalau sebelumnya Anda sudah lelah dengan pola tingkah anak, Anda harus lebih bersabar lagi. Sebab pada usia 5 tahun, tulang dan tubuh anak sudah terbentuk dengan sempurna. Hal ini akan membuat anak bergerak makin aktif.

Pada usia ini anak sudah bisa jungkir balik, melompat, memanjat, hingga menjaga keseimbangan tubuh lebih dari 5 detik. Anak juga sudah bisa membedakan dan menyebutkan 6 warna dasar.

Tumbuh Kembang - 5 Year Old

Mereka mulai bisa menggambar berbagai objek dengan bentuk yang makin jelas. Misalnya binatang, perabot rumah, hingga kendaraan. Mereka juga sudah sanggup menggambar anggota tubuh dengan lengkap seperti kepala, tangan, kaki, mata, hidung, mulut dan telinga. 

Dari segi kemampuan berbahasa, anak usia 5 tahun sudah mampu menceritakan kejadian yang dialaminya lengkap dengan perasaan serta karakteristik orang yang mereka temui. Ada baiknya orang tua mulai berpesan untuk ‘jangan mau ikut atau berbicara dengan orang asing’.

Mereka juga sudah mulai bisa menghafal nomor telepon, alamat rumah, dan sandi. Dengan begitu Anda dan anak bisa mulai membuat kesepakatan terkait keamanan. Misalnya pada kondisi Anda tidak bisa menjemput anak sepulang sekolah dan harus meminta orang lain untuk menjemput. Buatlah “kode” khusus supaya anak tahu apakah mereka dijemput oleh orang yang benar.

Cukup kode sederhana seperti “kicauan burung”. Anak harus bertanya pada orang yang mengaku menjemputnya, “apa suara paling merdu?”. Apabila tidak bisa menjawab atau jawabannya salah, mintalah anak untuk segera masuk kembali ke sekolah dan melapor pada guru.

Nah, itulah sedikit gambaran tentang tumbuh kembang anak usia balita. Pastikan anak Anda mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak IDAI untuk memastikan kesehatan mereka. 

Apabila ada keterlambatan atau kemampuan anak saat usianya mencukupi, segeralah berkunjung ke dokter. Pastikan anak dalam kondisi baik dan tak mengalami ketertinggalan.

Daripada hanya memperhatikan dan memandangi, jangan lupa abadikan kelincahan anak yang menggemaskan ini. Lalu gabungan foto menggemaskan anak dalam dan cetak dalam photobook unik. Urusan cetak photobook, jangan lupa gunakan jasa cetak foto ID Photobook, ya!

Baca juga: Cetak Foto Momen Spesial Bersama Anak Lewat Photobook Agar Lebih Mudah Dikenang

Yang Perlu Parents Tau Tentang Perkembangan Emosi Pada Anak

Emosi Pada Anak – Dalam tahapan tumbuh kembangnya, si kecil juga mengalami perkembangan emosional. Berbeda dengan perkembangan dari segi fisik, perkembangan emosional anak tak akan langsung terlihat dengan mata.

Namun demikian, perkembangan dari segi emosional ini sama pentingnya dengan tahapan tumbuh kembang anak lainnya. Perkembangan emosi si kecil sangat berpengaruh pada sikapnya hingga dewasa nanti.

Baca juga: Cetak Foto 5 Momen Spesial Anak Agar Lebih Mudah Dikenang 

Mengenali Perkembangan Emosional Pada Anak

Perkembangan emosional adalah salah satu tahap dalam rangkaian tumbuh kembang anak. Perkembangan ini mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain serta bagaimana cara anak mengendalikan emosinya sendiri.

Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk memahami tahap perkembangan emosi pada anak ini. Sebab bagaimanapun juga, seorang anak  harus belajar menjalin hubungan sosial dengan teman dan lingkungan.

Mengenali perkembangan dapat membantu anak mengendalikan emosi. Dimana saat berinteraksi dengan orang lain, sangat mungkin bagi anak untuk tidak selalu mendapat apa yang diinginkannya. Di samping itu, anak juga perlu belajar untuk berbagi dan berbicara dengan teman sepermainannya.

Yang Bisa Orang Tua Lakukan Dalam Mendampingi Perkembangan Emosi Anak

Ajak Anak Bercerita dan Mengekspresikan Diri

Cara mengatasi emosi anak yang meledak-ledak bisa dilakukan dengan meminta anak untuk menceritakan apa yang sedang mereka rasakan. Jadi sebagai yang lebih dewasa, usahakan Anda tidak ikut terbawa emosi saat anak sedang tantrum.

Ingat, anak dalam tahapan tumbuh kembanganya akan meniru sikap orang-orang di sekitarnya. Termasuk bagaimana cara menghadapi orang yang sedang emosi. Sehingga ketika emosi anak sedang meledak-ledak, mintalah mereka untuk menjelaskan apa yang membuat mereka tidak nyaman, marah, dan tidak sabar.

Pahami Sudut Pandang Anak

Mendengarkan cerita anak membuat Anda secara tidak langsung memberikan waktu bagi anak untuk meluapkan emosi. Hal ini secara tidak langsung membantu anak untuk menjadi lebih tenang.

Di sisi lain, mendengarkan cerita anak juga membantu orang tua untuk memahami sudut pandang anak. Dengan begitu mereka jadi lebih memahami dan berempati dengan apa yang mereka rasakan. Dari situ, tunjukkanlah sikap bahwa orang tua memahami mereka.

Emosi Pada Anak - Ajak Mereka Bicara

Ajari Anak Cara Memecahkan Masalah

Setelah tenang, anak jadi lebih terbuka dengan saran dan lebih siap untuk memecahkan masalah. Di sini orang tua bisa memberi pengertian kepada anak tentang emosi yang mereka rasakan.

Berikan penjelasan tentang hal-hal yang membuat mereka kesal. Misalnya mereka kesal karena mainannya dipinjam, maka berilah pengertian tentang berbagi. Tak hanya tentang mengizinkan temannya untuk meminjam mainan, tapi juga bagaimana cara anak meminjam mainan. Terlebih lagi, ajari anak untuk menerima kata ‘tidak’ jika mainan tersebut memang tidak boleh dipinjamkan.

Ajarkan pada anak untuk bercerita jika ada masalah sebelum ngambek dan menangis. Beri pengertian bahwa akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah bila mereka dalam kondisi tenang. Hal ini juga dapat membantu perkembangan sosial anak.

Memberikan Batasan

Saat mendengarkan cerita anak, Anda juga memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri. Namun, tidak jarang anak memilih mengekspresikan diri dengan memukul orang yang membuatnya kesal.

Nah, di sini Anda harus turun tangan dan memberikan ketegasan bahwa tindakan kekerasan seperti memukul bukanlah hal yang baik. Sebuah pukulan bisa memberi efek negatif seperti memicu kemarahan dan rasa sakit.

Anda bisa memberikan contoh rasa sakit dengan cara mengingatkan saat anak terjatuh. Saat terjatuh, anak bisa merasakan sakit seperti perih dan terluka hingga berbekas. Lalu berikan penjelasan bahwa memukul bisa melampiaskan emosi, namun juga bisa melukai orang lain.

Nah itu dia gambaran singkat tentang perkembangan emosi pada anak usia dini. Jadilah orang tua yang bijak dengan terus sabar dan berusaha memberikan pendampingan terbaik pada anak.

Baca juga: Pentingnya Cetak Foto Kenangan Manis Liburan Bareng Keluarga

Hi Parents! Pastikan Anak Penuhi Tahapan Tumbuh Kembang, Yuk

Tumbuh Kembang-Kehadiran anak dapat menambah warna tersendiri pada kisah perjalanan rumah tangga Anda dan pasangan. Terutama bagi pasangan yang sudah lama menantikan datangnya buah hati, kehadiran anak menjadi momen tak terlupakan seumur hidup.

Sebagai orang tua baru, sangatlah wajar bila anda merasa khawatir saat menghadapi masa tumbuh kembang anak. Sebab masa-masa tersebut merupakan cerminan pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan. Tahapan tumbuh kembang harus dipantau supaya orang tua tau apakah anak sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan batas usianya atau belum.

Memantau tumbuh kembang bayi Anda juga berkaitan dengan kesigapan orang tua saat mengetahui anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Semakin cepat anda mengetahuinya, semakin cepat pula anda bisa menyiapkan kebutuhan anak.

Untuk itu, sebagai orang tua yang bijak, baiknya Anda dan pasangan aktif mencari informasi serta setia berada di samping anak saat mereka melalui tahapan-tahapan tersebut. Berikut ini merupakan tahapan tumbuh kembang anak yang perlu diketahui orang tua.

Baca juga: Cetak Foto 5 Momen Spesial Anak Agar Lebih Mudah Dikenang

Tumbuh Kembang Bayi

Bayi Usia 0-3 Bulan

Pada masa ini, pertumbuhan bayi berlangsung cepat. Orang tua akan terkejut melihat bayi kecil Anda tumbuh besar hanya dalam kurun waktu 3 bulan. Baik itu tinggi atau berat badan bayi akan bertambah secara signifikan. Namun jangan khawatir. Justru bertambahnya berat dan tinggi badan si kecil merupakan tanda tumbuh kembang bayi yang baik.

Bayi yang baru lahir juga belum memiliki jam tidur yang teratur dan bisa terjaga kapan saja. Hal inilah yang kemudian membuat orang tua kesulitan dan kurang tidur. Tak jarang orang tua harus terjaga sepanjang malam untuk menemani si bayi.

Tahapan tumbuh kembang bayi usia 0-3 bulan juga ditandai dengan kemampuan bayi untuk membedakan suara serta cahaya. Dengan demikian, bayi sudah bisa mengenali Anda dan pasangan serta orang-orang di sekitarnya. Nah sebaiknya Anda mulai aktif mengajak bicara meskipun si bayi belum mengerti. 

Bayi Usia 3-6 Bulan

Jika sebelumnya bayi bisa mengenali suara, setelah melewati usia 3 bulan bayi bisa mulai mengenal wajah-wajah orang terdekat. Dia juga mulai bisa mengenali ekspresi seperti tersenyum dan tertawa. Jadi jangan heran jika saat bayi melihat wajah Anda atau pasangan ia tersenyum. Begitu pula saat ia melihat wajah asing, bisa jadi mereka merasa tidak aman, gelisah, hingga menangis.

Pada usia ini pula bayi sudah lebih aktif bergerak. Ia bisa menggenggam barang dengan mantap hingga berusaha untuk meraih benda-benda menarik di sekelilingnya. Nah di sini Anda harus berhati-hati dan menjauhkan barang berbahaya dari jangkauan anak.

Untuk melatih kemampuan mendengar dan melihatnya, Anda bisa memperdengarkan bunyi-bunyian serta mainan besar dan bewarna. Untuk kemampuan berbicara, bayi pada usia ini sudah mulai bergumam meski tidak jelas. Oleh karenanya tetaplah aktif mengajak mereka berbicara dan mengucapkan kata-kata sederhana.

Bayi Usia 6-9 Bulan

Pencernaan pada bayi berusia 6-9 bulan sudah menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk mengkonsumsi makanan padat. Oleh karena itu, Anda sudah boleh menyediakan Makanan Pendamping ASI seperti puree buah, sayur, daging, dan kacang. Namun bayi tetap harus diberi ASI hingga mencapai usia 1 tahun.

Jika sebelumnya ia bisa menggenggam barang dan berusaha meraih benda-benda di sekitarnya, kemampuan bayi usia 6-9 bulan sudah lebih berkembang. Pada usia ini buah hati sudah bisa tengkurap dan berguling untuk berpindah posisi tidur serta merangkak.

Gigi bayi sudah mulai tumbuh dan semakin jelas saat mengucapkan kata sederhana. Momen ini akan membuat bayi merasa gatal, mudah rewel, dan cenderung menggigit benda-benda di sekitarnya. Nah sebaiknya orang tua memastikan si bayi hanya menggigit makanan atau mainan khusus.

Hal lain yang bisa mengurangi rasa gatal pada bayi yang baru tumbuh gigi adalah memijat gusi bayi dengan lembut selama beberapa menit. Tidak perlu menggunakan minyak khusus, cukup gunakan air dan pastikan Anda telah mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.

Bayi Usia 9-12 Bulan

Usia 9-12 bulan adalah saat yang tepat untuk mengajari cara anak duduk dan berdiri. Tak ada salahnya jika Anda membantu anak untuk duduk dan berdiri sambil berpegangan pada benda-benda sekitar. Sekali lagi jauhkan anak dari benda keras maupun berujung tajam yang berbahaya untuk bayi.

Buah hati pun sudah mulai memahami penggunaan kata-kata sederhana. Ia mulai bisa berteriak untuk memanggil Anda maupun pasangan. Ia juga mulai memahami kata “tidak” dan “mau” serta kata-kata lain yang sering didengar.

Tumbuh Kembang-usia 12 bulan

Oleh karenanya, sangat baik bila orang tua mulai mengajak bicara anak dan membahas hal-hal sederhana. Biarkan anak Anda belajar menyampaikan keinginan dan pendapatnya. Beritahukan kepada mereka dengan lembut jika ada sesuatu yang salah atau kurang tepat.

Tumbuh Kembang Anak Usia 1-2 Tahun

Pada usia ini, anak Anda sudah bisa berjalan. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk membantu menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan membantu anak untuk berjalan. Anda bisa mendampingi dengan cara memapah anak. Pastikan Anda terus mengawasi gerak-gerik anak dan memantau ke mana mereka pergi.

Setelah latihan diajak berbicara secara terus menerus, anak mulai bisa memahami lebih banyak kata. Ia berbicara dengan lafal yang jelas dan merangkai beberapa kata sekaligus. 

Pada usia ini, anak juga sudah bisa mulai bisa belajar tanggung jawab. Oleh karena, cobalah untuk mengajari cara merapikan mainan. Kemudian perlahan-lahan mintalah anak untuk merapikan sendiri mainan yang telah selesai dipakai.

Tumbuh Kembang Anak Usia 2-3 Tahun

Anak usia 2-3 tahun telah mengalami perkembangan yang lebih signifikan. Setelah jago berjalan, anak Anda akan belajar berlari dan bahkan melompat. Nah pastikan Anda terus memantau ke mana mereka pergi.

Pada usia ini anak sedang aktif-aktifnya menyerap informasi dan kebiasaan yang dilakukan orang sekitar. Mulai dari memakai pakaian sendiri, mencuci tangan, serta buang air besar dan kecil pada tempatnya. Anda juga bisa melatih kreatifitas dan imajinasi anak dengan membacakan cerita atau menggambar.

Tumbuh Kembang - Anak usia 2-3

Ada baiknya orang tua mulai memberikan ketegasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan untuk anak. Anda juga bisa mengajari anak untuk menerima bila keinginannya ditolak. Dari situ pula anak bisa belajar cara mengendalikan emosi agar tidak mudah marah atau tantrum.

Itu dia sedikit gambaran tentang tumbuh kembang anak sejak bayi baru lahir hingga berusia 3 tahun. Pastikan anak Anda mengalami perkembangan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak IDAI untuk memastikan kesehatan mereka. 

Nah daripada hanya diperhatikan dan dipandang-padang, jangan lupa abadikan momen menggemaskan anak di masa tumbuh kembangnya. Gabungan foto-foto itu dalam album khusus dan cetak dalam photobook unik. Jangan lupa gunakan jasa cetak foto ID Photobook, ya!

Baca juga: Personal Branding pada Anak