Tips Memotret Sambil Melakukan Pendakian di Gunung

Salah satu obyek foto landscape yang sangat menawan adalah foto keindahan gunung. Sebagian besar fotografer cukup puas dengan memotret pegunungan di apot-spot yang sudah umum. Misalnya saja di Penanjakan di gunung Bromo. Memotret di sana tidak perlu terlalu bersusah payah karena bisa naik jeep ke lokasi pemotretan. Padahal banyak sekali spot-spot menarik untuk pemotretan jika kita mau sedikit bersusah payah mendaki gunung.

Memotret di gunung memang memiliki tantangan lebih dibandingkan memotret di berbagai tempat yang lain, misalnya di pantai. Sebab memotret di gunung membutuhkan usaha tracking, pendakian ke puncak gunung terlebih dulu. Jika para pendaki gunung mempunya tujuan utama menikmati keindahan alam selama pendakian, seorang fotografer akan terpecah fokusnya  selain harus mendaki juga memotret dan mencari spot-spot istimewa untuk memotret.

Memotret di gunung sekaligus melakukan pendakian adalah tantangan yang sulit untuk seorang fotografer. Biasanya sih, fotografer sangat suka dengan gunung dan proses memotretnya, akan tetapi tidak suka proses tracking dan pendakiannya. Memang untuk mendaki sekaligus memotret membutuhkan persiapan yang sangat panjang, baik itu secara fisik maupun mental. Meskipun tenaganya kuat, tetapi jika mentalnya tidak siap, akan kecil kemungkinan bisa mendaki sampai ke puncak gunung.

Saat memotret sambil mendaki gunung, banyak sekali kendala dari cuaca dan keadaan alam yang mudah berubah-ubah, waktu yang terbatas karena harus bisa mencapai lokasi sebelum malam tiba, sedangkan saat pengambilan foto juga membutuhkan waktu dan juga kesiapan fisik. Intinya mendaki sambil memotret menuntut kesiapan seorang fotografer untuk lebih sigap dalam mengabadikan pemAndangan dan momen-momen yang muncul selama pendakian.

Jadi, apa saja yang harus kita siapkan agar bisa mendaki dan memotret di gunung dengan maksimal? Yuk kita simak tips-tips berikut ini.

 

  1. Persiapkan mental

Mendaki gunung bukan hanya masalah stamina dan fiaik yang prima, akan tetapi kita juga harus mempersiapkan mental yang betul-betul siap. Karena motivasi mental sangat penting, mungkin Anda bisa membawa teman-teman yang sudah terbiasa mendaki gunung, sehingga dapat membantu memotivasi kita untuk terus berjalan. Dengan dikelilingi teman yang dapat memompa motivasi, saat kita hampir menyerah, kita bisa akan terus berjalan, perlahan-lahan tetapi tetap berusaha sampai tiba di puncak.

  1. Persiapkan fisik

Peraiapan fisik sangatlah penting dalam mendaki dan memotret di gunung. Terutama jika Anda jarang olahraga. Minimal Anda harus berlatih jalan dan lari selama 3 bulan sebelum pendakian.

Mendaki gunung itu sudah harus mengangkut beban berupa perbekalan, peralatan masak dan tidur. Apalagi jika Anda ingin sambil memotret. Membawa kamera dan semua peralatan memotret jelas menambah beban yang harus dipikul selama perjalanan. Apalagi kamera dan berbagai peralatan Anda harus diperlakukan dengan hati-hati, sehingga posisi tubuh harus selalu memperhatikan keselamatan barang-barang itu. Tentu ini juga memperberat pendakian. Karenanya, persiapkanlah fisik dan stamina Anda sebaik mungkin. Fisik dan stamina yang bugar akan membantu Anda lebih beraemangat dan siap memotret di gunung.

  1. Gunakanlah portir

Mendaki dan memotret adalah dua hal yangbsangat berbeda. Saat mendaki saja, pendaki akan menikmati perjalanan sambil melihat pemAndangan alam pegunungan yang indah. Akan tetapi saat mendaki sambil memotret di gunung, fotografer akan sangat membutuhkan mood yang baik. Mood bisa sangat terganggu ketika stamina menurun. Sebab memotret juga membutuhkan energi ekstra untuk memikirkan konsep dan komposisi foto. Karenanya, tenaga kita sangat dibutuhkan. Karenanya, jika tersedia, alangkah baiknya jika Anda menggunakan jasa portir yang khusus membantu membawakan berbagai peralatan Anda, sehingga stamina Anda tetap terjaga, demikian pula dengan mood Anda untuk memotret.

  1. Carilah guide yang sungguh berpengalaman dan sudah terbiasa membawa fotografer

Guide yang berpengalaman dan terbiasa mengantarkan fotografer biasanya cukup tahu sudut pAndang tertentu dan komposisi mana saja yang biasanya disukai oleh fotografer  Mereka juga memiliki pengalaman untuk tahu kapan waktu yang bagus untuk memotret di satu lokasi, dan juga tahu berbagai lokasi pemotretan yang bagus tetapi tidak diketahui oleh umum.

Baca Juga  MEMBUAT CELANA PIYAMA

Foto gunung yang bagus juga bergantung dari guide yang kita ajak. Semakin berpengalaman guide yang Anda ajak, semakin besar peluang Anda untuk mendapatkan foto-foto yang istimewa.

  1. Carilah informasi yang lengkap tentang gunung yang akan Anda daki

Banyaklah bertanya pada teman yang pernah mendaki gunung tujuan Anda  Carilah informasi tentang gunung yang hendak Anda daki dari berbagai sumber, baik itu dari teman-teman yang sudah pernah ke sana, atau dari internet, atau dari kenalan yang menjadi guide di sana, dan lain-lain. Jika teman yang sudah pernah mendaki ke sana juga seorang fotografer, Anda bisa menanyakan berbagai peralatan yang perlu Anda bawa nantinya dalam pendakian. Jika tidak, setidaknya tanyakan bagaimana suasana di sana, pencahayaannya bagaimana, spot-spot mana saja yang sekiranya menarik, kendala apa saja yang dialami dalam mendaki, dan lain-lain. Semakin banyak gambaran yang Anda miliki tentang tujuan Anda, tentu Anda semakin bisa mempersiapkan diri.

  1. Be simple

Melakukan riset dan meminta saran kepada teman-teman yang sudah memotret di sana sangatlah penting. Jika memungkinkan, Anda bisa melihat-lihat terlebih dahulu hasil foto-foto yang pernah diambil oleh fotografer-fotografer yang pernah ke sana.

Dalam mendaki gunung, menentukan mana peralatan yang harus dibawa dan yang bisa ditinggal sangatlah penting. Sebab beban yang harus dibawa akan sangat berpengaruh pada stamina Anda. Jadi, dengan lebih dahulubmelakukan riset, Anda bisa tahu peralatan apa saja yabg perlu dibawa, misalnya lensa yang dibutuhkan, dan juga peralatan apa yang tidak diperlukan dan bisa ditinggal saja. Usahakan membawa peralatan yang minim tapi mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Bawalah kamera dan lensa yang dibutuhkan saja

Punya banyak jenis kamera dan lensa memang jadi kebanggaan tersendiri bagi seorang fotografer ya. Akan tetapi sangat tidak bijak jika kita membawa semua kamera dan lensa tersebut ketika mendaki gunung. Jika mendaki gunung untuk kepentingan pribadi, membawa semua perlengkapan kamera dan lensa bukanlah keputusan yang baik. Jika bukan untuk kebutuhan komersil, membawa semua kamera dan lensa akan menambah beban selama pendakian dan menguras energi Anda. Jadi bawalah hanya barang-barang yang memang sungguh Anda butuhkan.

Berbeda jika Anda melakukan pendakian dan memotret karena penugasan atau karena pekerjaan. Jika untuk alasan komersil, memang sebaiknya seluruh peralatan Anda bawa, untuk memastikan hasil yang maksimal. Tentunya perlu ada budget lebih untuk membayar jasa seorang portir yang akan membantu Anda membawakan berbagai peralatan kita, sehingga stamina dan fokus Anda tetap terjaga.

  1. Tripod, perlu dibawa atau tidak?

Memang untuk urusan tripod ini bisa membuat para fotografer bimbang. Ukuran teipod yang besar dan berat akan menjadi beban tersendiri untuk dibawa. Akan tetapi  tripod akan sangat membantu Anda ketika harus memotret dengan kondisi yang kurang cahaya, atau jika Anda ingin memotret sunset atau sunrise.

Di malam hari, pemAndangan di gunung juga sangat mempesona. Juga di pagi hari, beberapa saat sebelum dan sesudah matahari terbiat akan jadi obyek yang sangat indah untuk difoto. Nah, tripod di sini sangat dibutuhkan untuk memotret sunset dan sunrise, atau bintang-bintang di langit malam. Jadi kalau memang harus membawa tripod karena ingin memotret momen-momen itu, pertimbangkanlah untuk menyewa jasa seorang portir.

  1. Lindungi kamera Anda dari cuaca dingin

Biasanya di dalam cuaca yang sangat dingin, peralatan yang paling pertama terpengaruh adalah baterai kamera. Dalam cuaca dingin, kapasitas baterai bisa drop sampai 30%. Hal ini sangat sering terjadi. Maka untuj mengatasi hal inj, lindungilah baterai kamera Anda dengan cara membungkusnya dengan handuk atau baju yang tebal agar tetap hangat.

Karena cuaca di gunung memang sering tidak menentu, disarankan supaya Anda membawa kamera dan baterai cadangan. Jika baterai yang ada di kamera tidak berfungsi, cobalah dihangatkan sebentar dengan tangan Anda. Siapkanlah beberapa lembar baju cadanagn untuk melindungi kamera dan peralatannya dari cuaca dingin.

  1. Memory card dan baterai cadangan

Bisa jadi di sepanjang perjalanan Anda akan menemukan berbagai pemAndangan yang sangat cantik dan cocok untuk dijadikan obyek foto. Jangan sampai masalah ruang penyimpanan dan tenaga baterai menjadi kendala bagi Anda. Jangan sampai Anda kehilangan momen dan kesempatan berharga hanya karena memory card yang Anda bawa penuh, atau energi baterainya habis.

Baca Juga  Sifat Anak Kreatif Yang Harus Dipahami Orang Tua

Siapkanlah baterai dan memory card cadangan sesuai dengan kebutuhan. Sebelum berangkat, pastikan semua baterai dalam keadaan penuh, dan memory card Anda masih memiliki banyak ruang tersisa. Kalau perlu, sebelum berangkat pindahkanlah semua isi memory card ke komputer Anda. Bawalah beberapa memory card yang memiliki kapasitas besar, sehingga Anda tidak perlu membawa laptop untuk memindahkan isi memory card.

  1. Jagalah agar baterai kamera tidak cepat drop

Menjadi kebiasaan para fotografer untuk berkali-kali melihat hasil foto di LCD kamera. Entah karena tidak yakin akan hasilnya, atau justru karena hasilnya bagus dan jadi ingin melihatnya berkali-kali dengan bangga  Padalah melihat-lihat hasil foto melalui LCD kamera akan mempercepat habisnya energi baterai kamera Anda. Jadi kurangi frekuensi melihat hasil foto di LCD kamera Anda, dan biarkan rasa penasaran Anda memacu agar Anda berusaha menghasilkan berbagai foto yang bagus.

  1. Di gunung, kamera dan lensa lebih beresiko rusak

Ketika dibawa mendaki gunung, kamera lebih beresiko untuk rusak. Pertama, karena di area terbuka, debu akan lebih gampang masuk dan membuat sensornya jadi kotor. Kedua, bisa saja cat kamera terkelupas karena tergesek pohon atau baju kita tanpa terasa. Ketiga, bisa saja benturan atau faktor cuaca merusak kamera dan lensa Anda.

Karena banyaknya resiko kerusakan yang dapat terjafi, Anda harus melindungi kamera dari berbagai kemungkinan tersebut. Persiapkanlah tempat atau tas untuk membawa kamera dengan baik dan aman. Lapisi tas tersebut dengan cover untuk melindungi dari hujan, bisa juga dengan membawa jas hujan yang cukup lebar sehingga dapat memastikan tas kamera Anda tertutupi dengan baik. Pastikan juga tas yang Anda gunakan cukup mampu menahan benturan.

  1. Keselamatan itu yang utama dan lebih penting dari apapun

Ada istilah, untuk apa mendapatkan foto yang bagus kalau kita sendiri tidak selamat. Bagaimana pun, keselamatan diri sendiri jauh lebih penting dari apapun. Jadi pastikan Anda tetap fokus eelama mendaki, jangan sampai keseriusan Anda memotret membuat Anda tidak memperhatikan keselamatan diri Anda. Jika kondisinya memang tidak memungkinkan untuk memotret, tundalah keinginan Anda, masukkan kamera ke dalam tas, dan fokuslah pada pendakian. Carilah tempat yang betul-betul aman untuk memotret. Jika Anda mendaki bersama orang lain, mintalah bantuannya untuk memastikan Anda tetap berhati-hati selama memotret.

 

Nah, itu tadi beberapa tips yang pasti Anda perlukan jika Anda ingin memotret sambil mendaki gunung. Pastikan Anda sungguh-sungguh siap sebelum melakukan pendakian. Semoga Anda bisa mendapatkan hasil foto yang maksimal.

Hasil foto-foto yang bagus akan sangat sayang jika hanya disimpan di komputer saja. Bagaimana jika komputernya atau memory cardnya rusak? Anda bisa mencetak foto-foto keren jepretan Anda di idphotobook. Di sana foto Anda akan dicetak menjadi photobook keren, dengan kualitas seperti majalah. Bisa jadi portofolio bagus jika Anda ingin mengejar karir sebagai fotografer ternama. Cobalah sekarang juga!

Album foto Idphotobook

Sumber :

http://www.alambudaya.com

 

What do you think of this post?
  • Sucks ()
  • Boring ()
  • Useful ()
  • Interesting ()
  • Awesome ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress spam blocked by CleanTalk.